Clarissa namanya, ikut dalam acara berkemah di hutan. Itu bukan hal lazim untuk dia lakukan mengingat dia seorang anak rumahan. Teman-temannya sering mengoloknya dan itu membuatnya jadi berpikir untuk melakukan hal yang di luar dari kebiasaannya.
Disinilah ia berada ditengah kegelapan hutan yang tidak di kenalinya. Sudah berjam-jam dia terpisah dari teman-temannya. Udara dingin di pegunungan membuatnya semakin kesulitan berkonsentrasi.
Angin kencang seolah akan turun hujan membuat Clarissa mempercepat langkahnya, tapi tidak ada arah tujuan. Sesaat ia seperti melihat sebuah cahaya yang ia kira sebuah senter. Ia mengira tim penyelamat datang mencarinya. Semakin ia mendekat ia baru sadar kalau cahaya itu berasal dari sebuah rumah.
Rumah yang kokoh berdiri sendirian. Clarissa tidak berpikir panjang dan ia pun mendekat. Ia hanya mengira mungkin itu rumah penduduk desa. Dan itu artinya dia sudah dekat dengan desa. Rasanya sangat lega. Kekuatannya seperti kembali.
"Permisi..." ucapnya seraya mengetuk pintu.
Clarissa memberanikan diri masuk saat pintu tidak terlihat terkunci. Kurang sopan memang, tapi mau bagaimana lagi. Hari sudah gelap dan angin pun berhembus dengan kencang. Bisa bertemu seseorang adalah hal yang paling ia nantikan.
"Siapa disana?" tanya sebuah suara.
"Permisi, namaku Clarrissa dan sepertinya aku tersesat." Sahut Clarrissa.
"Oh begitukah?" Tanya suara itu lagi.