Pagi ini aku dan ke enam temanku bermain ke taman kota untuk melakukan jogging pagi.
Kami berlari lari kecil mengelilingi taman kota tersebut bersama sama, sampai akhirnya 3 putaran telah terlaksana.
Karena merasa capek, kita memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu, kita duduk disebuah bangku kosong.
1 bangku berisi 2 orang, setelah merasa cukup beristirahat kita pun melanjutkan 2 putaran lagi.
30 menit telah berlalu, tepatnya sekarang pukul 10.30
Setelah jogging bersama telah selesai, kita memutuskan untuk pulang kerumah masing masing karena nanti sore kita akan kembali lagi ketaman kota untuk melakukan rekaman untuk tugas sekolah.
Jam terus berputar sampai akhirnya sekarang telah menunjukkan pukul 14.30 kita telah berkumpul di taman kota tepatnya dibangku yang telah kita tempati tadi pagi.
Kita mulai melakukan rekaman drama untuk tugas sekolah.
Sambil menunggu giliran aku dan temanku bernama Dwi dan Hani kita duduk dibangku, sampai tiba tiba Dwi kebelet buang air kecil.
Akhirnya Dwi pun pamit kepada kita untuk menuju ke toilet umum.
Dwi terus berjalan mencari keberadaan toilet umum, Sampai akhirnya ia menemukan toilet umum tersebut, ia pun mengetuk ketuk pintu memastikan didalam ada orang atau tidak.
Tok! Tok! Tok!
"Ada orang didalam?" Tanya Dwi.
"....." Tak ada balasan dari dalam.
Karena tak ada balasan, Dwi menarik narik gagang pintu toilet tersebut tetapi seperti dikunci, akhirnya ia memutuskan untuk menunggu siapa tau didalam masih ada orang.
Beberapa menit kemudian, orang yang berada didalam toilet tersebut telah keluar, tanpi penampilannya sedikit aneh, rambutnya yang berantakan dan kaki penuh darah.
Dwi terus memperhatikan wanita tersebut, tapi karena ia sangat kebelet buang air kecil, akhirnya ia masuk kedalam toilet tanpa memperdulikan wanita tadi.
Setelah merasa cukup, ia pun hendak membuka gagang pintu tetapi aneh, pintu tersebut tak bisa dibuka padahal ia telah membuka kunci pintu tersebut.
Pintu tersebut susah dibuka, seperti ada yang menahannya dari luar, Dwi terus berteriak teriak meminta tolong sambil menggedor gedor pintu toilet tersebut.
1 jam lamanya ia tetap masih ada didalam toilet tersebut, rasa panik, takut, keringet dingin semua tercampur jadi satu.
Disisi lain, aku dan ke enam teman ku merasa khawatir kenapa Dwi masih belum kembali, apa dia terjebak antrian atau dia memutuskan untuk kembali kerumah.
Karena penasaran lalu aku, Vitha dan Hani menyusul Dwi ke toilet umur tersebut.
Tetapi aneh, Disana tak ada satu orang pun dan semua pintu toilet tertutup, kita bertiga menggedor gedor ketiga pintu toilet tersebut, tetapi tetap tak ada balasan.
Kita mencoba memaksa membuka pintu toilet tapi pintu tersebut susah dibuka.
Sampai akhirnya kita lelah dan kita berdiam memikirkan dimana keberadaan Dwi, karena sedari tadi kita telfon Dwi tetapi telfonnya tidak aktif.
Dan tiba tiba terdengar seseorang berteriak histeris meminta tolong.
"Tolong!.... Tolong! ... Hiks hiks"
Sepertinya sumber suara tersebut berasal dari dalam toilet kedua yang berada ditengah, tetapi tadi Hani telah menggedor gedor pintu tersebut tetapi tak ada balasan.
"Kalian denger ga?" Tanya Hani mulai ketakutan sambil menoleh kearah toilet tersebut.
"Denger" jawabku dan Vitha bersamaan.
"Tadi itu siapa?"
"Positif thinking aja mungkin orang, yaudah yuk kita coba tanyakan siapa tau dia butuh bantuan" ucap Vitha berjalan paling depan menghampiri toilet kedua.
Sedangkan aku dan Hani kita berjalan dibelakang Vitha.
"Halo?? Ada orang??, Apa butuh bantuan??" Tanya Vitha.
"Tolong!!! Tolong aku... Hiks hiks" ucap orang tersebut dengan menangis.
"Ada apa mbak?" Tanyaku penasaran sedikit takut.
"Pintu ini tak bisa dibuka!! Tolong aku" ucap orang tersebut.
Lalu kita bertiga pun mencoba membuka pintu tersebut, tetapi tetap saja pintu tersebut tak bisa dibuka.
Sampai akhirnya kita kewalahan dan menelefon salah satu teman cowok kita yaitu Hasan.
📞 San kamu bisa kesini ngga? Ke toilet umum
📞 Iya iya aku kesana
Lalu selang beberapa menit, Hasan, Dana dan Damar telah sampai di toilet umum dimana kita bertiga berada.
"Ada apa?" Tanya Dana pensaran.
"Bantu bukain pintu ini, ada orang terjebak dalam toilet" ucap Hani panik.
"Oke oke" jawab Dan dan Hasan.
Berbeda dengan Damar, ia hanya memandang toilet dan kelima temannya dari jauh.
"Damar ngapain kamu menjauh?, Sini bantuin" ucap Hasan merasa kesal dengan kelakuan temannya.
"Btw Dwi dimana?" Tanya Dana berbisik ke telinga Vitha.
"Ga tau" jawab Vitha
Hasan dan Dana terus memaksa membuka pintu tersebut tetapi pintu tersebut tetap tak bisa dibuka, sedangkan seseorang yang berada didalam toilet tersebut terus berteriak meminta tolong.
Damar yang daritadi memandang teman temannya, akhirnya ia pun membuka suara.
"Jangan paksa buka pintu itu" ucap Damar.
"Kenapa?" Tanya kita berlima sambil menoleh kearah Damar.
"Percuma" jawab Damar.
Yang kita ketahui, Damar bisa melihat makhluk gaib.
"Lalu bagaimana dengan orang yang berada didalam toilet ini?" Tanya Dana.
"Dia akan bebas sebentar lagi, ada sesosok perempuan yang membenci Dwi karena tak ada rasa peduli sama sekali melihat wanita yang kaki penuh darah" ucap Damar panjang lebar.
"Siapa wanita tersebut?" Tanya Vitha.
"Dia adalah penjaga toilet tersebut, biasanya ia akan mengetes sepeduli apa seseorang, jika orang yang tak ada rasa peduli, ia akan menghukumnya dengan memenjarakan seseorang tersebut dalam toilet untuk beberapa jam saja" jelas Damar.
Semua hanya pasrah mendoakan semoga seseorang yang berada dalam toilet tersebut bisa terselamatkan.
"Dwi kemana ya?" Tanya Hani khawatir.
"Iya ya, apa dia udah pulang" saut Dana.
Hari mulai gelap, tepatnya pukul 20.00
Seseorang didalam toilet tersebut tetap tak bisa keluar.
"Dam gimana ini? Kasian orang itu, apa kamu bisa menolongnya?" Tanyaku dengan menatap Damar yang tampak gelisah.
"Sabar La bentar lagi dia akan terselamatkan" jawab Damar mulai berkeringat dingin.
"Udah Lala kamu tenang aku tau kamu penakut, biar aku duduk sebelah kamu" ucap Dana berpindah duduk sebelahku sambil merangkul dan mengelus lenganku.
Tak lama sesosok perempuan dengan tubuh transparan keluar dari toilet tengah dimana seseorang tersebut terjebak.
Kita berenam diam membeku dengan mata saling melirik, melihat keluarnya sesosok perempuan tersebut dari dalam toilet.
Setelah perempuan tersebut tak nampak lagi, kita pun segera membuka pintu toilet yang berisi kan seseorang didalamnya.
Kita membukanya dengan sangat mudah, pintu tersebut membuka dengan mudahnya dan tampak seorang gadis duduk dengan kepala menyentuh lutut yang tampak lemas.
Lalu kita pun mengangkat gadis tersebut mengeluarkannya dari dalam toilet, betapa terkejutnya kita melihat gadis tersebut.
"Dwi!!" Ucap kita berlima terkejut.
Hanya Damar saja yang tak terkejut karena ia tau bahwa Dwi lah yang berada didalam toilet tersebut.
1 jam lebih kita berusaha membangunkan Dwi dari pingsannya.
Sampai akhirnya Dwi pun sadar dari pingsannya, lalu Aku, Hani, dan Vitha pun langsung memeluknya dengan erat.
"Dwi, syukur kamu ngga apa apa" ucap Hani.
Dwi hanya mengangguk dengan tatapan kosong, mata sembab, dan muka pucat.
Lalu kita pun memutuskan untuk membawa Dwi pulang kerumahnya tanpa memberitahukan kejadian yang telah terjadi pada Dwi kepada orangtuanya, dan setelah membawanya pulang, kita pun pulang kerumah masing masing.
~•~