hiks hiks hiks hiks Srottt
tangisan demi tangisan yang ku keluarkan setiap harinya. tanpa lelah aku menangisinya dan lelah untuk menangis setiap hari.
orang lain pernah berkata
"di dunia aku hanya ingin uang dan jabatan yang tinggi". itu pasti membuat manusia-manusia di dunia ini bahagia. dan pastinya tidak.
yang ia inginkan hari ini dan seterusnya
"aku hanya ingin kebahagiaan selalu menyertai kehidupan ku ini bukan kesedihan kejahatan yang menyertai ku"
diriku yang sedang mengaca di cermin sambil menangis dan memandangi Diri sendiri
"sungguh malangnya nasibku" .
entah apa yang ia pikirkan untuk kedepannya. yang ia hanya inginkan sekarang kebahagiaan. kadangkala dia berpikiran untuk bunuh diri . sesekali ia berpikir untuk yang kedua kalinya.
"kalau dia bunuh diri siapa yang menghibur teman-teman ku disekolah dan dirumah? aku kasian kepada mereka".....
"tidak tidak siapa mereka memang dia memikirkan ku dan menghargai ku? sungguh aku lelah dan capek Tuhan. aku ingin istirahat dan tidur selamanya. tetapi sekali lagi aku mengingat bahwa ada cita-cita yang harus aku gapai untuk masa depan'. "
"sepertinya aku harus belajar untuk memikirkan hal-hal yang tidak penting dan satu lagi aku sangat tidak peduli dengan orang-orang sekitar entah mereka membenciku dan menyayangiku . mereka seolah-olah menyayangi ternyata tidak sama sekali. cih dasar manusia bermuka dua sialan!!!"
amarah demi amarah ia keluarkan Dari dalam raga dirinya . entah ia menangis tertawa dan menyakiti diri sendiri.
keesokan harinya aku mendengar bahwa teman yang paling dekat dengan diriku telah pindah sekolah. disana juga perasaan ku menjadi campur aduk entah marah sedih dan kecewa berat. dia pernah berkata
"aku janji akan menjagamu selamanya. jangan khawatir aku selalu ada disisi mu". kata-kata yang ia dengar dari temannya.
"bullshit. sekarang omongan teman-teman hanya fiktif belaka".
sepulang sekolah seperti biasanya dia ditinggal kerja oleh orangtuanya dia sendirian dirumah tanpa ada teman yang menemani. ia mengalami depresi dikarenakan ia selalu dipaksa dan disiksa oleh orangtuanya. entah harus mendapatkan nilai yang sempurna dan juara kelas. jika,usaha orangtuanya tidak lancar dan ada sesuatu yang menghambat. dia menjadi sasaran amarah kekesalan orangtuanya.
ketakutannya menjadi-jadi disaat melihat orangtuanya mendekatinya.
untuk membuatnya tersenyum dengan berpikir bahwa dia memiliki keluarga sempurna bukan hartanya tetapi kasih sayang yang dia miliki menjadi seorang anak.
rumahnya yang jauh pemukiman warga sulit untuk menemukan seorang teman baginya. maka dari itu ia memilih bermain sosial media untuk mendapatkan teman online. itu juga sangat manjur untuk membuat dirinya senang meskipun sebentar saja.
saat sore hari Dia sedang menyirami bunga kesukaannya yaitu bunga melati yang baginya simbol kejernihan ketenangan dan kedamaian bagi hatinya.
tiba-tiba
ia melihat seorang anak yang sebaya dengannya
anak itu mendekatinya dan berbicara"hai kak . masih sendirian?" anak itu menanyai Evelyn.
"eh iya hehe kenapa?dan kamu kenapa bisa disini . disini juga jauh dengan permukiman warga"tanya Evelyn
"aku anak dari kampung sebelah kak. orangtuaku baru pindah kemarin. dan kenalkan aku zakyy"
"hai namaku Evelyn salam kenal juga ya"
"hmm . Evelyn apakah kamu boleh menemaniku bermain? aku sangat kesepian sekali Tidak ada yang ingin berteman denganku karena aku miskin. tidak seru kalau bermain memandang harta sampai fisik" ucap sedih Zaky
"memang itu semua sudah tidak asik lagi . dan lebih baik kau bermain denganku saja . aku disini juga kesepian" ucap Evelyn
"beneran nih kak?kakak engga jijik dengan penampilanku apalagi aku orang yang tidak berada" ucap sedih Zaky
"tidak Zaky tidak . aku mana mungkin memandang dirimu Seperti itu. udah Anggap saja kita teman ya saat kita bertemu atau anggap saja kita kakak adik hahaha"
"yang bener nih kak?ahh makasih kak sudah menemaniku hari ini. aku sangat berterimakasih kepadamu karena kau sudah menerimaku sebagai teman. " ucap terimakasih Zaky
"ah itu bukan masalah yang besar Zaky. ohiya kamu jangan panggil aku kak dong malah engga enak ini"
"baiklah aku panggil kang Evelyn saja ya"
"okelah kalau begitu" .
hari-hari pun berlalu begitu cepat jam yang menunjukan jam 7 pagi.
senyum sumringah yang menghiasi wajah putih mulusnya. ia berangkat ke sekolah sambil melihat awan.
"ternyata dunia masih Indah Seperti kisah dongeng" ucap nya sambil melangkahkan kaki .
beberapa hari lalu juga Zaky mengajak Evelyn kerumahnya dan benar yang dikatakan oleh Zaky ia anak yang tidak berada. tetapi nasibnya sangat bagus karena ia masih memiliki