mereka bilang aku adalah anak yang depresi berat . dikarenakan hanya karena menggores tanganku dengan pisau dan menangis sekaligus tertawa tanpa sebab disaat diriku ditinggal sendirian. dan itu semuanya salah besar.
saat sore hari aku disuruh beli Garam oleh ibu . ada beberapa emak-emak yang menatapku dengan tatapan sinis . diriku hanya bertanya-tanya pada diriku sendiri.
apa salah diriku kepada kalian hingga mereka melakukan hal begitu kepadaku? aku hanya bertanya-tanya kepada diriku dan aku harus belajar tidak peduli dengan cibiran orang lain kepadaku.
kalau aku memikirkannya sama saja aku memikirkan hal yang tidak penting bagi masa depanku.
keesokan harinya aku mendapatkan kabar bahwa sahabat baikku sedang dirawat di rumah sakit dan aku bergegas untuk menjenguknya.
setelah aku menjenguknya tentu saja diriku akan pulang ke asal ku.
saat perjalanan pulang perasaan dan hawa merinding menghantui perasaan ku dan aku berusaha untuk memikirkan hal hal positif.
tiba-tiba
tik tik tik tik tik tik tik tik tik tik tik tik tik tik tik tik tik
terdengar suara hujan yang menghantam genteng hujan tersebut akhirnya mengguyur seluruh tubuhku.
aku bergegas lari agar tidak terlalu membasahi tubuhku.
waktu-waktu aku berlari menuju ke rumah aku hanya mendengar dua sosok anak kecil yang sedang menangis dan tertawa keras.
aku tidak menoleh ke sumber suara tersebut. perasaan ku pada waktu itu menjadi-jadi.
sesampainya aku didepan rumah aku melihat sosok anak kecil itu lagi didepan rumahku dengan membawa kain dan bunga.
itu semua membuatku sontak kaget dan terdiam mematung.
stttt
suara itu membuat anak kecil itu menghilang dihadapan ku.
diriku hanya mengucap syukur dan menghela nafas lega
ceklekk
aku yang sedang membuka pintu rumah dan melihat isi rumah.
ternyata 2 sosok anak kecil itu tergantung terbunuh disana.
aku hanya diam dan berteriak sekencang mungkin...
ahhhhhh
baru pertamakali diriku melihat korban bunuh diri didepan mata kepala ku.........
jlebbbb
terdengar suara tusukan pisau yang menusuk tubuhku
aku hanya tergeletak lemas kesakitan sambil melihat pelaku yang menusuk diriku.
ternyata dia adalah temanku
dia menatapku sambil membuang pisau menghadap belakangnya dan berkata "尊重自己就像尊重别人一样。