DILEMA
Aku baru saja diangkat jadi supervisor, setelah tujuh tahun bekerja. Hal yang lama telah dinanti, justru datang saat waktu yang kurang tepat.
Dalam kondisi yang sedang hamil, aku harus benar-benar mempertimbangkan hal ini. Sejak awal pernikahan aku sudah berniat mau resign, tapi tanpa diduga, aku terpilih untuk menggantikan posisi Pak Adam yang dialih tugas ke tempat lain.
Selama bekerja aku dinilai sangat baik, disiplin dan memiliki loyalitas tinggi. Ada beberapa kandidat selain aku, tapi jajaran direksi sepakat bahwa aku yang harus naik.
Sejujurnya, ini adalah mimpiku, dari awal diterima bekerja, aku berobsesi untuk menempati posisi sebagai pemimpin. Meski aku sendiri tak yakin, bisa menjadi pemimpin yang diterima oleh mereka atau tidak.
Kini kehamilanku baru menginjak bulan ke tiga, masih ada kesempatan untukku berpikir. Baiknya bagaimana, penghasilan suami memang dibawah penghasilanku sekarang. Kesempatan tak datang dua kali, begitu katanya. Kebetulan suami juga mendukung.
Hanya saja, dari lubuk hati yang paling dalam, aku tak rela menyerahkan anakku untuk diasuh orang lain.
Bisa saja aku ambil dua peran. Ibu rumah tangga yang bekerja, tapi aku tak yakin bisa menjalani.
"Mas gak keberatan ko, kalau Dinda mau terus kerja."
"Tapi, nanti bayi kita siapa yang urus mas?"
"Kita sewa pengasuh bayi saja, dan sekali-kali kita titip ke ibu."
Menitipkan anak ke ibu lebih aku percayai dari pada baby sitter. Tapi aku tidak mau membebani ibu, beliau sudah tua dan aku rasa, akan sangat berdosa jika menyuruh ibuku tinggal di rumah Mas Rudi, hanya untuk mengasuh anak kami.
"Mas ngerti, kamu pikirkan ini baik-baik. Mas gak bakal ngelarang kamu kerja, mas juga gak nyuruh kamu harus kerja. Semua mas serahkan padamu, kalau kamu memilih di rumah, mas lebih senang ko."
Bersyukur memiliki suami yang memberiku kebebasan. Semoga pilihanku nanti tidak salah, mengingat desas desus diluar sana yang menggangu pikiran.
Katanya wanita berkarir yang sudah berkeluarga itu kurang baik, kurang perhatian sama keluarga. Ada juga yang bilang justru istri sekarang harus kerja, untuk antisipasi jikalau suami sakit atau hal yang tak terduga lain.
Dilema...