di pagi hari yang cerah .
Evelyn dan Michelle berencana akan camping di hari itu.
ditengah perjalanan menuju tempat camping.
Di mobil Evelyn dan Michelle sedang bersenda gurau.
tiba-tiba.
"ahhh awas Michelle awas didepan kitaaaa" teriak Evelyn yang sedang memberitahukan kepada Michelle.
-ahhhh gedubrakkk
-ahhhhh
Michelle hanya terkejut dengan apa yang ia perbuat sekarang didepan matanya dan didepan mata Evelyn.
Michelle melihat sosok mayat seseorang yang tidak ia kenal
sontak membuat Michelle terdiam dan diam....
Evelyn berusaha menenangkan Michelle saat perjalanan
"Michelle Ini semua bukan salahmu . ini salah dia kalau berjalan tidak lihat kanan kiri".
Michelle yang mendengar suara Evelyn tidak menggubris perkataannya sama sekali.
"aku tau sekarang kamu sedang khawatir. tenanglah sedikit Michele ingat ini bukan salahmu . dan ingatlah aku ikut temanmu dan selalu ada di samping mu..kalau ada apa-apa bilang saja ke aku"......
setelah mendengar perkataan Evelyn sekarang Michelle terlihat tenang
"dan bagaimana dengan mayat ini?apa kita bawa saja untuk dikuburkan?" tanya Evelyn
"kita kita kita tinggalkan saja. takutnya nanti dituduh yang tidak-tidak akut takut itu"
Evelyn hanya mengiyakan perkataan temannya itu.
beberapa menit kemudian.....
mereka yang masih mengendarai mobil dan berusaha menemukan camping tersebut.
"hmm. aku lihat-lihat kenapa kita daritadi hanya memutari daerah ini? apakah kau tidak salah jalan Michelle?" tanya Evelyn yang daritadi kebingungan.
setelah Evelyn berbicara seperti itu . Michelle kini berusaha memerhatikan keadaan sekitar. Michelle melihat ke kanan dan ke kiri. dan benar !!!
apa yang dikatakan oleh Evelyn kepada Michelle tadi.
"aku aku juga tidak tau Evelyn. aku pernah ke tempat itu. tetapi ku ingat-ingat lagi memang benar ini jalannya. tetapi kenapa perasaan dan hawa ku tidak enak?. apa aku sedang lupa jalannya?" tanya Michelle kepada diri sendiri.
"sepertinya begitu dan intinya dari sini kita tersesat ditengah-tengah hutan belantara. aku takut Michelle bagaimana inii " disini Evelyn hanya ketakutan dan berpikiran ingin pulang secepatnya dari sini.
"oh tidak. pasti salah ku... maafkan aku Evelyn membuatmu ketakutan. sekali lagi maaf maaf maaf" ucap bersalah Michelle kepada Evelyn.
"tidak tidak apa-apa ini bukan seluruh kesalahan mu . sudahlah jangan menyalakan dirimu sendiri itu perbuatan Yang tidak baik Michelle"
"baik terimakasih"....
mereka berdua pun akhirnya memutuskan keluar dari mobil dan meminta bantuan kepada penduduk sekitar. mereka mencari-cari tetapi tidak membuahkan hasil.
"kita daritadi mencari seseorang penduduk disini tetapi tidak ketemu ketemu. bagaimana ini? "ucap kebingungan Evelyn.
"entah aku juga tidak tau . pastinya kita jangan menyerah untuk meminta bantuan . semangat!!" ucap tenang Michelle.
selama mereka mencari seseorang untuk dimintai pertolongan
tik tik tik tik tik tik tik tik tik tik tik tik tik tik tik tik tik
terdengar suara hujan yang menuruni tanah dan genteng.
kini Michelle dan Evelyn kebingungan dan bergegas mencari tempat berteduh selama hujan itu berlangsung.
selama mereka berteduh disebuah gubuk yang amat kecil.
"sampai kapan kita ada disini? . disini sangat dingin . seharusnya tadi kita ke arah mobil kita. kenapa kesini?" ucap tanya Evelyn.
"iya juga ,tapi namanya orang bingung gabisa mikir kali. kita kesana nanti saja saat hujan agak reda."
disaat Mereka berdua berbicara satu sama lain .
ada seorang kakek-kakek yang menghampiri mereka.
"permisi . apakah kalian sedang mencari tempat berteduh? . kalau kalian tidak nyaman disini kalian boleh saja pindah ke rumahku tidak jauh kok dari sini" ucap seorang kakek-kakek menghadap Evelyn dan Michelle.
Michelle hanya menatap kakek-kakek itu dengan tatapan curiga dan pastinya malas .
"apakah boleh?tetapi apakah tidak merepotkan kakek disana?" tanya Evelyn.
"apa? merepotkan tidak sama sekali jangan sungkan-sungkan. kalau tidak mau saya juga tidak ingin memaksakan kehendak kalian berdua" ucap kakek-kakek.
"hmm . aku ingin kesana disini juga dingin aku tidak suka.. baiklah kek . aku ikut kerumah kakek . terimakasih ya kek sudah menawarkan kami tempat berteduh. " ucap terimakasih Evelyn
"Heyy apa-apaan kau ini . kita baru saja bertemu dengannya dan kau langsung PERCAYA? ckckckc" ucap marah dan kesal Michelle.
"kau ini jangan yang berpikiran yang tidak-tidak dengannya. kelihatan iho wajahnya kalau dia itu orang baik. kalo kamu gamau yaudah . duduk sampai malem disini mampus kalau ketemu hihihi. " balas Evelyn
"kalau teman kamu tidak mau gapapa kok mungkin dia sensitif bertemu orang yang ia temui. dan mendingan kalian ikuti perkataan saya saja. mari saya tunjukkan jalannya" ucap kakek-kakek
"hush hush hush sana kamu ga usah ikut sama aku Michelle" Evelyn yang sedang duduk bersama Michelle segera mungkin meninggalkan Michelle sendirian.
"Weh aku ikut" saut Michelle
kini Michelle dan Evelyn mengikuti ke arah kakek-kakek tersebut
beberapa menit kemudian sampailah dirumah tua
"kek maaf banget ini kenapa baunya seperti ini?"
tanya Evelyn
"maaf banget nona . saya dan cucu saya akhir-akhir ini jarang membersihkan rumah karena kami sedang sakit" ucap sang kakek
"sakit apa kek?" sahut Michelle
"biasa masuk angin pegel linu"
"kenapa ga minum tolak angin saja?" tanya Michelle
"mahal. kami uang sepeser saja tidak punya" sahut sedih kakek-kakek
"maaf maafkan kami kek yang menanyakan hal itu" ucap sedih Evelyn dan Michelle
"tidak apa-apa. itu sudah hak kalian menanyakan itu"