fiona scandra adiswara, atau yang lebih sering dipanggil fio. Gadis cantik dengan hobi travel ini kini berdiri di depan sebuah batu nisan yang bertuliskan andira agrama cantika.
Siapa sosok dira ini? Dialah sahabat yang selama ini selalu ada disamping fio, hanya saja sebuah kejadian membuat hubungan keduanya merenggang.
"maaf dira... Kau benar semua yang kau katakan harusnya aku dengarkan.dia meninggalkan ku ra, dan aku kehilangan sosok sahabat"air mata meluruh membanjiri kelopak mata sosok fiona
"sudahlah tak ada yang perlu disesali sekarang jalani hidupmu dengan anak yang ada dikandungan mu itu, kau bisa membesarkannya bahkan dengan kau sendiri"ucap bi ana,sebelum keduanya meninggalkan pemakaman
Dua bulan lalu~°
"fio fio"ucap dira semangat sambil menggenggam kedua tangan fio
"kenapa? "tanya fio heran, soalnya ga biasa banget temen nya satu ini semangat banget, biasanya juga cuman mager²an
"lu tau ga?"belum selesai dira mengucapkan kalimatnya ia udah mendapat jitakan di dahi mulusnya dari sosok fio
Dira meringis, lumayan juga ternyata jitakan sahabatnya satu ini "ya mana gue tau,lu nya aja kaga jelas"ucap fio sambil merollingkan matanya.
"ada murid baru loh, cogan lagi aaaaa"ucap dira yang diakhiri dengan jeritan heboh, yang membuat mereka berdua jadi perhatian murid² lain.
"hah masa sih?"tanya fio tak yakin, pasalnya ni anak emang suka ngaco,masa pak somat kang kebun rumahnya aja dibilang ganteng kek sugar dady. Ngaco emang
"hooh, gue udah punya kontaknya nanti gue kirim ke lu ok"ucap dira sambil mengedipkan sebelah matanya
Keesokan harinya semua berjalan seperti biasa,hanya saja saat jam istirahat fio lebih sibuk ke hpnya hingga lupa akan sekitar.
"fio ke kantin yuk"ucap dira yang baru sampai ke meja fio setelah dia lari² dari mejanya
"hm? Duluan aja gue masih ada urusan"ucap fio yang masih fokus ke hp nya
Setelah itu dira pun memutuskan untuk kekantin sendirian dan sekalian membelikan fio makanan, pasalnya keliatanya fio sangat sibuk.
ka raga
Hah masa?
Iya masa boong sih
Ooh ya ga kekantin
Engga ah males
Oh ya besok jalan yuk
Hah beneran? Emang ga Ga ada yg marah
Ga ada emang siapa juga yg mo marah
Pacar gitu masa ga ada
Ga ada fio
Aku mah single, emmm mungkin
bentar lagi engga deh
Hah amang ada yang kaka suka
Kalo aku bilangnya kamu gimana?
Ditempat lain saat ini dira sedang berdiri tepat dibelakang tembok tempat anak² bergosip.
"hah ka raga pacaran ama si dinda? "kaget dira, pasalnya dari tadi dia menguping saat mendengar ada yang membawa nama raga sosok murid baru yang kemaren ia bicarakan dengan fio
"hm yaudah deh lanjut aja siapa tau fio udah nungguin"dira melanjutkan perjalanannya menuju tempat fio
Hari pun berlalu dengan santai,sampai keesokan harinya dira sudah dikagetkan dengan dua kabar yang bikin dia syok.
"hah ka raga putus ama dinda"baru beberapa detik dira mencerna apa yang terjadi, ia sudah dikagetkan dengan ucapan fio "ra tau ga gue jadian sama ka raga"
Bagai kilat dengan cepat dira membalas "kok bisa? "
"ka raga kemaren nembak gue pas kami jalan hehe"ucap fio sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
Tunggu, kemaren? Bukannya ka raga baru putus ama dinda hari ini
"JANGAN"ucap dira panik yang ga sengaja malah jadi teriak
Fio menukikkan alisnya "apaan sih ga usah teriak juga kali"ucap fio lalu dia mengambil ponselnya ketika sebuah notif masuk ke pesannya.
Setelah melihat siapa yang mengirim pesan, dira segera merebut hp fio, yang tentunya mendapat nada ketidaksukaan dari fio
"lu kenapa sih"ucap fio sambil berusaha merebut Ponselnya kembali.
"fi dengerin ka raga tu cuman ada maunya doang,lu jauhin dia ya"ucap dira sambil menggenggam tangan fio
"apaan sih kok lu yang ngatur"ucap fio tak suka, pasalnya baru kemarin dia bahagia kini sahabatnya satu ini menentang
Setelah mengatakan itu fio berlalu pergi meninggalkan dira yang masih terpaku
Ka raga
Fi
Fi
Ah iya maaf ka baru bales
Lagi ada masalah soalnya tadi
Masalah apaan?
Itu masa si dira nyuruh aku
Mutusin ka raga
Hah kok bisa?
Ga tau ga jelas dia
Udah tenang aja
Paling dia suka ama kaka
makanya kek gitu
Hah masa sih? Dira ga pernah
Gini soalnya
Udah percaya aja sama kaka
Iya fio sayang kaka
"hem apa dira beneran suka ama ka raga?"rasanya kepala fio sekarang mau pecah, disatu sisi dira itu sahabatnya dari kecil sedangkan satunya orang yang dia cintai
Sudah beberapa hari berlalu dengan dira yang masih berusaha untuk bilang ke fio bahwa raga itu tak baik untuknya, dan sosok fio sendiri yang selalu menghindar, bahkan dira tak pernah ia beri kesempatan untuk menjelaskan
Hingga akhirnya dira mutuskan untuk memakai cara dengan memaksa fio datang ke taman agar mau berbicara dengannya
"apaan sih mau lo?! "ucap fio ngegas,soalnya dia rada cape juga abis jalan sama raga
"fi dengerin dulu-"belum selesai dira menyelesaikan kalimatnya fio sudah memotong ucapannya
"LU SUKA KAN AMA KA RAGA?! "ucap fio akhir, matanya mulai digenangi air, jujur dia ga mau gini ama dira, tapi rasa cintanya dengan raga udah terlalu besar
"fi... Hah gue cuman mau bilang, jangan ngelakuin apapun yang ga lu suka, maaf gue gagal, maaf untuk saat ini gue harus berhenti dulu, maaf dan ku mohon dengerin ucapan ku ini untuk yang terakhir kalinya"ucap dira sambil tersenyum sendu, dia ga tau harus jelasin apa lagi agar fio bisa paham
"apaan sih ga jelas lu"setelah mengucapkan itu fio memilih pergi dan meninggalkan dira sendirian untuk yang kesekian kalinya
Dira masih tetap berdiri ditempat yang sama dan senyum yang sama, hanya saja sekarang ditemani dengan tangisan tanpa suara yang terlihat begitu menyakitkan.
Hingga penglihatan nya memburam dan semua terlihat begitu gelap
"non non bertahan sebentar saja kita akan terbang ke canada untuk pengobatan,tolong bertahanlah sebentar lagi"kalimat itu lah penutup dari keberangkatan dira dan kepala pelayannya beserta dokter pribadinya.
Menuju canada untuk melakukan kemo dari penyakit kangkernya. Tak banyak yang tahu bahkan fio sendiri pun tak mengetahui bahwa selama ini dira sedang berjuang melawan penyakitnya.
"fio.. "terdengar begitu perih ditelinga ketika mendengar dira mengucapkan kata itu saat pertama kali sadar.
"non sudah bangun? Tunggu sebentar ya bibi panggil dokternya"
fio tersenyum sebelum akhirnya bilang..
"sudahlah bi, fio ga ada kan? Haha sekarang aku benar² sendiri tak ada alasan lain lagi untukku bertahan"tak terasa air mata mengalir begitu saja dari mata indah dira
"tunggu sebentar saya telfon tuan dan nyonya dulu"ucap kepala pelayan dira tergesa gesa,tapi heandphone nya terjatuh setelah keluarnya ucapan dira
"mereka tak kan peduli bi.., aku ngantuk haha sakit hiks... Bi sekarang yang ku punya cuman bibi.. Bertahanlah, dan cari kebahagian bibi..makasih udah ngerawat dira dari dulu... Dan maaf dira harus tidur duluan... Maaf dunia aku terlalu lemah..." setelah mengucapkan itu mata dira terpejam untuk selamanya, bi ana-kepala pelayan dira langsung berlari menghampiri tubuh kaku dira yang masih terbaring diranjang rumah sakit itu.
Hujan perlahan turuh hingga menjadi awan gelap.dibalik sosok cerianya dira disini dia berdiri, diambang kesepian dimana ia hanya punya fio yang selama ini selalu disisi nya kini pun berbalik meninggalkannya