Ketika senja tiba, matahari mulai temaram langit berubah warna menjadi jingga, saat itulah mak kita memanggil dan menyuruh kita pulang, kenapa dan kenapa sepertinya anak-anak tidak di perbolehkan menikmati senja.
"Jangan maghrib kalo pulang, nanti di culik kalong wewe"
ujar mak kita zaman itu.
"Kata siapa mak?"
"Udah kata mak, nanti datang takajut dikau"
(Nanti kaget kamu)
"Tapi mak itu wewe sudah masuk kedalam rumah"
Benar saja wanita dengam gunung kembar yang berukuran sangat besar lebih dari Sunade lah kura-kira, duduk dan masuk ke dalam rumah lanting, khas kalimantan.
(Rumah lanting adalag rumah yang di bangun dengan batang kayu besar berjejer tiga dan di tempatkan di atas sungai)
"Umpat banaik cil, dingin habis bakunyung"
(numpang masuk bik, dingin habis berenang)
Alhasil sang mak pingsan dan Bujang melotot dan menarik celanaknya, seketika wewe hilang entah kemana.
(Mitosnya jika melihat barang gaib, jangan lari tapi buka celana dia akan lari dan pergi)
Percaya tidak percaya tapi ada yang meyikini, tidak dengan ku, anak ngen 2021, tidak percaya mitos atau tahayul, tapi sama mbak yul aku percaya.
Mbak yul yang seksi dan montok penjual nasi pecel seberang kostan si Bujang. Namanya panjangnya Buna jarang jarang, anak asli kalimantan yang kuliah dan kost di kota Jogja.
Perawakan kurus, tinggi dengan IQ di atas rata-rata, awal mula kata Bujang ketika dirinya mengikuti kegiatan OSPEK, dimana kita selalu di kasih nama baru oleh senior, namanya unik rntah marga atau apa tapi namanya membuat dia selalu di olok jarang mandi.
Terpilihlah nama Bujang, walau memiliki nama yang aneh, Bujang memiliki paras tampan bak aktor korea, Hwang in yoep, yes...oke dokey yoh ...😎
Banyak senior dan seangkatan yang naksir dan sering mendapatkan gift dari para wanita, selalu bangga dengan wajahnya, tapi sering berakhir gagal karena sikapnya yang kadang aneh.
******
Suatu pagi yang sedikit mendung, Bujang setiap pagi sarapan di sego pecel di warung mbak Yul, janda yang baru 2tahun di tinggal suaminya, dia memilih berjualan karena rumahnya yang rata-rata dekat dengan komplek kostan.
Selain murah sego pecel mbak Yul terkenal dengan seleboran mantap saat mengulek si bumbu pecel, Bujang yang sudah berlangganan di warungnya mbak Yul sudah tahu jadwak dia akan mengulek bumbu.
Mbak Yul berperawakan sedang, montok atas bawah, siapa yang tidak suka dengan janda yang masih rupawan, dia juga tidak memiliki anak dari suaminya, mbak Yul juga sangat baik kepada siapapun, setiao hari berjualan sego pecel dan yang khas dari mbak Yul adalah gaya pakainnya yang masih terlihat kuno tapi menarik dan cantik.
Mbak Yul selalu mengenakan kebaya dengan atasan terbuka, hingga menonjolkan belahan gunung kembar yang kenyal, kadang hanya melihat mbak Yul mengulek bumbu sudah membuat lelaki meneteskan air liurnya.
Menarik, Bujang juga suka memperhatikan si mbak Yul, bahkan Bujang sering kali memotret mbak Yul yang sedang mengulek untuk di jual foto atau vidionya kepada rekan sesama mahasiswa.
Kriminal sih, tapi kalau hanya mengharapkan uang kiriman dari kampung saja tidak bisa buat dia bertahan di Jogja walau harga makanan murah.
Sampai ada seorang mahasiswi yang memberitahu bahwa foto dan vidionya di jual untuk kesenangan seseorang, mbak Yul marah dan kesal, apalagi pelakunya sudah di anggapnya adik sendiri.
"Mas Bujang !!!"
panggil mbak Yul tampak kesal.
"Yoi mbak...nasi pecelnya sudah matang ya?"
"Kok awak mu tego tenan karo aku mas, sampean jipuk foto karo vidio ku ngulek, terus sampen dum karo kancane sampean? ben intuk duwe? yo tah mas?"
(kok kamu tega sama aku mas, kamu ambil foto dan vidio ku ngulek bumbu, terus kamu kasih keteman-teman mu supaya dapat duit? iya benar begitu?)
Bujang yang kaget karena mbak Yul mengetahui akal bulusnya. Bujang hanya diam melongo tidak paham dengan pembicaraan mbak Yul.
Ke esokan paginya mbak Yul telah menyiapkan sego pecel spesial untuk Bujang, dengantingkat kepedasan level 30 dengan 50 biji cabe rawit.
Benar, Bujang dengan wajah sumringah datang hendak sarapan, tanpa berkata mbak Yul langsung menyajikan sego pecel dengan level 30.
Tanpa berkata dia langsung menyantap dan baru satu suapan pertama matanya langsung melotot, wajah nya memerah, telinga nya keluar asap, dia memuntahkan nasi pecel yang di makannya, segera mengambil air putih.
Dia menjadi tontonan orang yang makan di warung pecel mbak Yul, mereka juga mengambil foto dan vidio Bujang yang tengah merintih ke pedasan, puas rasanya mbak Yul membalas dendam.
.
.
.
Selesai