Ini lanjutannya ya bagaimana dengan Riko apakah Liora akan tertarik dengan Riko yang selalu memperhatikan Liora dan apakah ayah dan ibunya serta kakaknya akan tau penyakit yang di derita Liora?
cuss langsung ke cerita...
"Apa?" Riko masih terpaku dengan ucapan yang baru saja Liora katakan kenapa dia harus menjauh dari Liora bukankah dia berhak berteman dengan siapa saja.
"Jauhi aku," pinta Liora pada Riko, Liora tidak ingin jika sampai Riko terlalu memperhatikan dirinya, dia hanya tidak ingin jika seseorang terluka karena sebentar lagi dia akan mati. Dia tidak ingin ada satu orang menangis hanya karena dirinya.
Riko menggeleng bagaimana dia bisa menjauhi Liora bahkan dia sangat penasaran siapa sebenarnya Liora kenapa saat ujian datang dan saat dimana dia memperoleh peringat terlihat Liora yang muak dengan nilainya padahal ia hanya kurang sedikit lagi tak jadi masalah kan jika tidak mendapatkan peringat pertama dalam kelas tapi masih memperoleh sepuluh besar jadi menjadi incaran para guru untuk memberikan pengajaran lebih giat lagi.
Lantas kenapa Liora murung bukankah dia murid berprestasi sama dengan halnya teman-temannya.
Apakah ada sesuatu hal yang Riko tidak ketahui memang dia tetangganya tapi dia tidak terlalu akrab dengannya mengingat ini hanyalah sebuah tugas yang ibunya berikan.
Tapi semakin kesini Riko jadi tau alasan utamanya tapi jika Liora sakit dan dia seakan menahan rasa sakitnya pasti memang benar ada yang dia sembunyikan.
Riko mengerutkan kening. "Kenapa?"
Liora menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkannya kasar,
"Jangan bertanya padaku, sebaiknya kau pergi," pinta Liora dengan suara malas.
"Aku tau, pasti ada sebuah alasan kenapa kau selalu menjauhi ku, akan ku dapatkan alasan agar kau bisa dekat dengan diriku.
"Apa yang kau harapkan akan menjadi sia-sia Riko, kau hanya akan menerima kekecewaan saja jika kau mengetahui apa yang saat ini ku alami pasti kau juga akan menjauhi diriku, seharusnya kau pergi jauh selagi kau bisa maka aku pun akan pergi jauh tanpa ada yang terluka" Batin Liora.
Gadis berusia enam belas tahun dengan mempertaruhkan kebahagiaan dirinya, permintaannya hanya satu yaitu selalu bisa dimengerti oleh orang tuanya terutama ayahnya. Dia hanya membutuhkan perhatian ayahnya sama seperti saat dirinya masih kecil, Liora ingat saat itu saat dimana ayahnya sangat mencemaskan dirinya.
Berapa ayahnya sangat memanjakan dirinya tapi semua itu berubah entah sejak kapan, ayahnya menjadi lebih ingin anak-anak nya menjadi juara kelas. Dan Fiona selalu mendapatkan peringkat bahkan dia termasuk gadis yang paling banyak di idolakan karena prestasinya.
Sedangkan apa? Liora adik dari Fiona tidak pernah bisa membahagiakan orang tuanya, bahkan dia selalu gagal mendapatkan apa yang ayahnya inginkan.
Liora bahkan sudah berusaha mati-matian untuk menjadi yang paling unggul diantara teman-teman nya namun sayangnya ada yang lebih unggul darinya jadi mendapat peringkat lima besar adalah satu pencapaian yang bagus.
Tapi kenapa ayahnya tidak pernah mengerti kan dirinya, Liora sudah belajar dari sekolah, les dan dia selalu mengutamakan belajarnya dari pada yang lain tapi hasilnya selalu saja mengecewakan.
"Aku bisa menolong dirimu, tapi ada syaratnya.. Itupun jika kau mau memenuhi permintaanku," Ruko memberikan satu tawaran menarik.
Riko adalah laki-lakinya yang selalu mendapatkan prestasi dan selalu juara kelas. Awalnya saat Riko belum pindah dia bisa mendapat juara kedua setelah Rihana. Tapi setelah Riko masuk posisinya pun tergeser dan selalu berada di posisi ke lima.
Liora menyalahkan Riko karean jika satu tahun lalu dia tidak pindah ke kelas ini maka ayahnya tidak akan sampai semarah ini padanya.
"Itu semua tidak akan pernah terjadi, aku tidak akan menyetujui apapun yang kau kehendaki, sudahlah lebih baik kau pergi jangan menghawatirkan diriku, jujur aku sudah terlalu muak dengan hidupku jadi kau jangan menambah beban ku." Riko tersenyum walaupun Liora lagi dan lagi mengusirnya tapi tidak ada alasan untuk tidak mendekatinya..
Tapi sebelum itu dia harus tau apa yang sebenarnya Liora derita apakah Samapi separah itu tapi kenapa dia begitu tenang seakan tidak terjadi apapun.
Riko masih memandang lekat Liora wajahnya itu selalu mengingatkan dirinya dengan gadis kecil 11 tahun yang lalu sayang dia sudah tidak lagi dapat bertemu dengan gadis itu.
"Baiklah aku akan pergi, jaga kesehatan mu ya," ucap Riko sambil mengusap rambut Liora.
"Cari kesempatan aja nih si Riko dasar."
Riko telah berada di ruangan dokter Yuni yang ternyata selama ini dialah yang tau tentang penyakit dari Liora pantas saja dia terlihat panik saat tau Liora pingsan.
Riko dan dokter Yuni saling berhadapan. Dokter Yuni menebak jika pasti Riko ingin tau tentang apa yang sebenarnya telah terjadi pada Liora.
"Jadi apa maksudmu datang kemari Riko?" tanya Yuni langsung ke intinya dia dokter yang langsung menanyakan permasalahan pasiennya tanpa perlu basa basi.
"Jadi...."
Kepo ya 🤭
Langsung komen ya biar aku lanjutin cerpennya ke bagian 03
Terima kasih sudah membaca ❤️☺️
Jangan lupa mampir ke novelku salam dari ku ❤️