Di sebuah desa terpencil yang mayoritas penduduknya masih percaya dengan namanya dukun dan hal mistik. Di desa itu sendiri ada seorang dukun terkenal dengan kesaktiannya bernama mbah Barjo, mbah Barjo sendiri hidup di dalam hutan guna untuk mencari ketenangan batin beliau bersama anak dan istrinya namun walau pun beliau hidup di hutan tidak jarang bayak orang dan penduduk di desa itu mendatangi beliau guna untuk meminta pertolongan, ada yang ingin menjadi kaya, ada yang ingin terpilih jadi lurah atau kades ada juga yang ingin mengguna-guna, santet, pelet, ingin punya anak dan banyak hal lain lagi.
Mbah Barjo tergolong dukun ilmu hitam dengan tingkat kesaktiannya sangat tinggi tapi ia mendapatkan ilmu itu yah tidak secara cuma-cuma ada perjanjian yang harus ia lakukan dengan jin-jin yang membantunya.
Hingga suatu hari ada sepasang suami istri yang mendatangi mbah Barjo guna ingin mendapatkan keturunan.
"Nuwon sewu mbah kulo Adit ambe istri kulo lastri"
(Permisi mbah saya adit dan istri saya)
"Ene keperluan opo sampean ke meriki?" tanya mbah Barjo
(Ada keperluan apa kamu datang kesini)
"Kulo jalok tulong ambe mbah Barjo, supoyo kulo ambe istri duwe anak mbah, wes 10 tahun rabi engak due-due anak mbah!"
(saya minta tolong sama mbah Barjo supaya saya dan istri saya punya anak, sudah 10 tahun menikah tapi tidak punya-punya anak mbah,"
"Yo wes tak bantu niatmu"
(ya sudah saya bantu ke inginanmu)
Mbah Barjo memegang perut lastri istri dari adit sambil membacakan mantra.
"Sing jabang bayi, jabang bayine adit dadi jabang bayi" mantra yang di ucapkan mbah Barjo.
"Wes tak turuti niatmu, ora usah ragu" ucap mbah Barjo
(Sudah aku turuti keinginanmu jadi enggak usah ragu)
"Matur suwon mbah," sambil memberikan amplop yang berisi uang.
(terimakasih mbah).
Satu tahun kemudian Adit dan istri sudah hamil besar tinggal menunggu hari untuk lahiran,
Dan beberapa lama kemudian lastri pun melahirkan namun sayang nyawanya tidak bisa di selamatkan hanya bayinya saja, niat adit ingin mendapatkan seorang anak memang tercapai tapi ia tidak tau harus ada nyawa yang di tumbal kan.
Disini lah kesaktian mbah Barjo akan bertambah jika ada seseorang yang berhasil ditumbalkan, dan kebayakan dari pasien-pasien mbah Barjo itu sendiri setiap ada yang meminta tolong keinginannya pasti terwujud namun di situ ada resiko yang harus mereka hadapi dari anaknya yang di tumbalkan, istrinya dan terkadang suaminya itu sendiri, yang tiba-tiba mengalami sakit parah dan meninggal kadang kecelakaan dan lain-lain.
Namun lama kelamaan masyarakat pun curiga dengan mbah Barjo setiap pasien yang datang dan di bantu mbah Barjo keluarga akan meninggal dunia, mendengar hal itu dari mulut ke mulut.
Dan akhirnya banyak orang yang takut untuk meminta tolong ke mbah Barjo sampai ia pun sepi dari pasien dan tidak lagi mendapatkan tumbal.
Suatu hari di dalam kamar mbah Barjo yang sedang melakukan ritual dan di datangi oleh perewangannya atau jin yang membantu dirinya.
"Barjo mana makan ku yang engkau janjikan?" ucap jin itu.
"Ampunnnn.....aku belum bisa mendapatkan makana utukmu" kata mbah Barjo.
"Kalau begitu jagan salahkan jika ada sesuatu yang terjadi" sahut jin yang mengerikan dengan taring yang panjang mata merah badan merah dan berbulu.
"Tunggu 3 hari aku akan mencarikan makanan untukmu" tutur mbah barjo.
Namun setelah 3 hari mbah Barjo tak kunjung jua memberikan tumbal untuk jin itu dan akhirnya satu persatu keluarga mbah Barjo yang di jadikan tumbal oleh jin itu dari istrinya hingga anaknya.
Mbah Barjo yang merasakan kesedihan dan kebencian terhadap jin itu akhirnya menantang dan mengadu kesaktian, namun upayanya pun gagal dan akhirnya mbah Barjo tewas di rumahnya di kamar tempat ritualnya, seluruh warga kampung pun mengetahui mbah Barjo meninggal dan menguburkannya.
Namun setelah kepergian mbah Barjo malah menambah keangkeran rumahnya, setiap penduduk yang mencari kayu bakar di hutan dan lewat di rumah mbah Barjo selalu melihat mbah Barjo di dalam rumah itu.