episode 1: ciki-caki
"rahasiakan ini, dunia tidak akan mempercayaimu. Karna dunia itu kejam" seru kakekku kepadaku.
"Baik kek" jawabku mengangguk.
Malam itu adalah hari terakhir aku melihat kakek. Lalu kakek pergi menghilang dan tak pernah kembali.
Aku hidup tampah tau siapa orang tuaku. Aku dibesarkan di panti asuhan. Dan kakek menggakku menjadi cucunya. Dan karang dia menghilang.
Namaku, Acha Kumala (15). Seorang siswi baru sekolah menengah atas (SMA). Sudah satu bulan aku menjadi siswi disekolah ini.
"Miss, Permission to toilet! (Buk, izin ke toilet!)", Izinku ke Miss Mita, guru bahasa Inggris. Aku pergi ke toilet. Diperjalanan aku melihat banyak sekali makhluk-makhluk aneh berjalanan berterbangan bahkan ada yang bermain berenang-renang ditanah seolah renang seperti di dalam air.
Aku bisa melihat, apa yang tidak bisa orang lain lihat. Mereka seperti yang ada di film horor, tapi mereka itu lebih menakutkan. Mereka disebut 'ciki-caki' makhluk gagal. Ada yang berwujud hanya otak dan mata satu melayang, ada yang badan seperti manusia tapi berkepala tiga yang sama-sama memiliki satu mata dan mulut yang berada di tengah-tengah perutnya yang buncit, ada yang berenang seperti kacung badan panjang kurung seperti kayu tapi lentur. Wujud mereka sangat-sangatlah mengerikan.
Aku sudah terbiasa dengan ini semua. Dimulai dari hari dimana aku menginjak umur 5 tahun aku melihat mereka berjalan mengelilingiku sambil menatapku, dan berkata "kau bisa liat kami?" kalimat itu terus keluar dari mulut mereka. Aku ketakutan menurut kedua mataku ku dan telingaku. duduk disudut kamarku sendiri, tapi mereka masih menatapku dengan perkataan yang sama selalu terlontarkan "kau bisa liat kami?". Lalu suara mereka semakin menyeramkan. Aku takut.
Dan keesokan harinya saat itulah pertama kali aku bertemu kakek. Kakek datang menyelamatiku. Kakek mengajarkanku, bahwa mereka adalah ciki-caki, makluk gagal yang lepas kontrol, yang adalah rahasia dunia yang masih misterius yang tak bisa dilihat dengan mata telanjang. Kakek bilang jangan menatap mereka, kalau tidak kesialan akan mendatangi kita.
Kakek juga bilang, orang yang bisa melihat mereka adalah 'cakibaba' orang-orang yang malang yang akan berakhir dengan kejam, ketakutan yang selalu melekat. Aku tak mengerti apa maksud kakek yang satu itu. Kakek menggumpulkan orang-orang yang bisa melihat mereka sama sepertiku. Deon, aku tak tau siapa dia tapi kakek pernah bilang, "kalau kau bertemu Deon, bantulah dia". Aku yang polos saat itu mengangguk 'iya'. Dan sampai sekarang aku masih penasaran siapa 'Deon' itu?.
Saat aku hendak membuka pintu toilet, aku bertatapan dengan seorang siswi yang sedang berdiri di depan pintu toilet , wajahnya nampak pucat. Tatapan kami bertemu. Dia nampak terkejut, saat aku melihatnya. Seperti kepergok melakukan seusatu yang mencurigakan.
"Permisi" seruku menyuruhnya menepi Kedinding sedikit dia menepi, lalu aku maju berjalan menuju tempat toilet--
Buzz'
Aku tidak sengaja menyentuhnya, rasanya sangat aneh. Tiba-tiba aku teringat dengan salah satu nasihat kakek aku teringat salah satu nasihat kakek. Aku membulatkan mata, berbalik menatap siswi itu, dia juga berbalik menatap ku. Lalu perlahan sebuah, kekekan kelam menakutkan keluar dari mulutnya.
"Kalau kau bersentuhan dengan ciki-caki, akan ada suara atau rasa seperti 'Buzz' yang sangat aneh"
aku berkeringat. apakah kesialan akan mendatangiku?
Siswi itu melayang mendekatiku. lalu---
Bruk'
Bersambung
mau baca lanjutannya kuy baca di novel aku. cek aja di info akun ku.
update 3x seminggu