Eterna Paro adalah sebutan bagi pasangan sehidup semati yg terikat benang merah sejak awal kelahiran mereka dan dapat hidup abadi sampai maut memisahkan keduanya.Saling melengkapi satu sama lain bagai Yin & Yang dan jika salah satu di antara mereka mati,Maka yg lainnya akan bernasib sama.Akan tetapi,Keberadaan Eterna Paro sampai saat ini masih abu-abu karena dikenal hanya sebagai sebuah legenda di masyarakat semata.
Tidak ada yg pernah tahu apakah Eterna Paro benar-benar ada atau hanya legenda saja
"Meira Eostre,Cepatlah kesini!"Panggil seorang pria dari lantai bawah dengan suara yg lantang agar wanita yg dipanggilnya,Yakni Meira Eostre bisa mendengarnya.
"Apakah ada yg kau perlukan,Hades Rhysand~?"Jawab Meira yg tiba-tiba sudah ada di depan muka pria yg memanggilnya itu.
Satu-satunya Eterna Paro yg masih tersisa sekaligus yg terakhir adalah Meira Eostre dan suaminya,Hades Rhysand.Setelah keduanya menginjak usia 16 tahun,Dewi Hera yg merupakan dewi pernikahan dalam mitologi yunani memberitahukan kepada mereka bahwa keduanya adalah Eterna Paro yg terakhir.Tentu saja di saat itu Meira dan Hades sudah bertemu antara satu sama lain.
Kejadian tersebut terjadi kira-kira ribuan tahun yg lalu.Usia keduanya saat ini tidak bisa dipastikan berapa,Tapi yg jelas keduanya terus setia sampai sekarang.
"Tidak ada.Hanya saja aku ingin memeluk istriku yg sudah tua ini saja.."
Ucapan Hades itu hanya dijawab dengan suara cekikikan dari Meira yg kemudian langsung memeluk erat dirinya.
"Jangan pernah menyebutku tua lagi!"Kesal Meira sembari terus memeluk Hades.
"Tapi kan itu memang kenyataannya.Kau kan sudah hidup ribuan tahun lamanya"Ucap Hades dengan tawa kecil yg terdengar darinya.
"Baiklah,Kakek tua!"Balas Meira menyebut suaminya tersebut dengan sebutan 'Kakek tua'.
Kebanyakan pasangan di luar sana biasanya akan mulai bosan antar satu sama lain seiring berjalannya waktu,Tapi tidak dengan mereka.Walaupun sudah hidup selama ribuan tahun lamanya,Cinta keduanya tetap abadi layaknya hidup mereka sendiri.Anugerah yg diberikan Dewi Hera kepada mereka benar-benar sebuah anugerah terbaik yg pernah didapatkan oleh mereka.Akan tetapi...
*TOK TOK TOK*
Terdengar suara ketukan pelan dari pintu depan rumah mereka yg diiringi dengan suara seseorang yg mengucapkan,"Permisi".
Hades dengan sigap langsung berjalan menuju pintu depan rumah untuk membuka pintu bagi orang yg memanggil tersebut.
"Maaf,Ada urusan apa ya datang ke rumah saya?"Tanya Hades dengan begitu sopan kepada pria berjas yg mengetuk pintu rumahnya tadi.
"Kami datang untuk menemui anda dan istri anda,Meira Eostre,Tuan Hades"Jawab pria berjas tersebut penuh misteri.
"Apa maksud anda dengan 'Kami'?"Hades menatap curiga pria tersebut yg kemudian langsung memanggil beberapa orang atau bisa dibilang sekelompok orang.
"Geledah rumah ini dan temukan 'pemegang cahaya' kemudian bawa ke Markas Nocturne!"Perintah pria itu kepada sekelompok orang yg baru saja dipanggilnya
"Markas Nocturne?"Gumam Hades seraya menghalang-halangi orang dari Markas Nocturne itu untuk masuk kemudian membawa Meira.
Tepat di hari kemunculan Dewi Hera kepada mereka,Dewi tersebut berkata kalau...
"Berhati-hatilah akan orang-orang dari Markas Nocturne di masa depan.Mereka akan mengincar Meira yg ditugaskan sebagai 'pemegang cahaya'.Ini peringatan terakhirku,Hades Rhysand.Jaga ucapanku ini sebagai rahasia.Jangan beritahukan Meira,Atau masa depan akan hancur"Jelas Dewi Hera kepada Hades secara pribadi dan tidak langsung mengatakannya kepada Meira yg merupakan pihak yg bersangkutan.
"Keputusan anda akan saya terima,Sang dewi pernikahan 'Hera'.Tetapi,Apakah saya boleh menanyakan sesuatu?"Hades terus menundukkan kepalanya sambil berlutut di hadapan Dewi Hera yg sekarang dalam wujud manusia.
"Tanyakan saja apapun Hades Rhysand.Aku akan menjawab semua pertanyaan yg ingin kau ketahui jawabannya"Jawab Dewi Hera seraya membentangkan sedikit tangannya.
"Kenapa Meira tidak diperbolehkan untuk mengetahui soal ini..?"Tanya Hades dengan nada ragu-ragu untuk bertanya kepada dewi yg berada di depannya itu.
"Sebelum ditetapkannya rohmu dan roh Meira untuk menjadi Eterna Paro yg terakhir,Jauh ribuan tahun yg lalu ada banyak Eterna Paro yg lainnya.Di usia mereka yg sama sepertimu dan Meira saat ini,Yaitu 16 tahun.Aku memberitahukan langsung kepada keduanya dari setiap pasangan Eterna Paro kalau mereka harus berhati-hati kepada Nocturne,Luosian,dan Judith.Akan tetapi,Setelah selang 999 tahun menjadi Eterna Paro,Keduanya sudah mati di tangan ketiga kelompok tersebut"
"Aku tak tahu kenapa seperti itu.Tapi yg jelas,Aku tak ingin mengulang kesalahan besar yg sudah kulakukan dulu"Sambung Dewi Hera sembari menatap ke langit gelap di malam itu.
Itulah mengapa Hades kaget ketika mendengar nama 'Nocturne' yg disematkan oleh pria berjas yg mengetuk pintu rumahnya.Ia pun mengambil kesimpulan kalau mereka adalah 'Nocturne' yg dibicarakan oleh Dewi Hera di hari itu.Hades terpaksa mengambil tindakan kasar demi menghalau kelompok Nocturne yg hendak merebut Meira darinya.
"Langkahi dulu mayatku baru kau dan kelompok Nocturne-mu itu bisa mengambil Meira dariku"
Sebuah sabit panjang dengan warna hitam legam bercampur ungu muncul di tangan kanan Hades dan dibawah kaki setiap orang yg diperintahkan pria berjas tadi juga muncul sebuah portal gelap yg langsung menelan mereka masuk ke dalam dunia bawah.Hanya pria berjas itu saja yg tak terhisap masuk ke dalamnya karena sebuah penghalang kuning emas mengelilinginya.
Dalam sekali lihat saja,Hades bisa tahu kalau itu adalah energi dari Eterna Paro di masa lalu yg berperan sebagai 'pemegang cahaya'.Hal itu semakin membuat amarah Hades berapi-api seperti kobaran api yg terus melahap segalanya.Tiba-tiba...
*PROK PROK PROK*
Pria berjas tersebut langsung bertepuk tangan saat melihat orang-orangnya ditelan masuk ke dalam dunia bawah.
"Akan kuperkenalkan diriku terlebih dahulu,'pemegang kegelapan' Hades Rhysand.Namaku adalah Isaac Nocturne,Dan tujuanku hari ini adalah mengambil jiwa dari 'pemegang cahaya' Meira Eostre"
Hades terkekeh mendengar tujuan kedatangan Isaac di hari itu yg sampai mengganggu waktunya dengan Meira.Tujuan aneh yg tidak mungkin akan dibiarkan begitu saja oleh Hades yg merupakan belahan jiwa dari Meira.
"Isaac Nocturne,Pemimpin kelompok Nocturne yg memburu para 'pemegang cahaya'.Aku beritahu padamu kalau kau tak akan bisa mengambil jiwa dari Meira seperti para 'pemegang cahaya' sebelumnya.Karena asal kau tahu,Aku dan Meira jauh lebih kuat dibandingkan semua Eterna Paro yg sebelumnya"Ucap Hades dengan nada penuh ancaman.
"Karena kau bersikeras untuk melindungi belahan jiwamu itu,Maka tidak ada cara lain selain menggunakan cara kasar"Tegas Isaac kemudian langsung menekuk sedikit lututnya dan secara tiba-tiba meninju Hades sampai ia terlempar jauh ke dinding rumah mereka.
Dinding tempat Hades terlempar,Mulai muncul retakan-retakan kecil yg sedikit demi sedikit hancur.Hades yg memang merupakan 'pemegang kegelapan' itu pun tak kuasa menahan amarahnya jika sudah menyangkut masalah Meira.Di saat itu juga,Tubuhnya mengeluarkan aura gelap yg bercampur dengan ungu gelap.Hatinya kini sudah dikuasai oleh amarah yg tak terkendali.
*SRINGG*
Hades berjalan cepat menuju Isaac dan hendak memenggal kepalanya dengan sabit panjang miliknya,Akan tetapi serangannya itu ditangkis oleh Isaac dengan sebuah tombak keemasan yg tidak lain adalah senjata milik 'Veronica Cora',Sang 'pemegang cahaya' sekaligus Eterna Paro generasi ke-15.
Jika diurutkan,Hades dan Meira adalah Eterna Paro generasi ke-30 sekaligus Eterna Paro terakhir yg ditunjuk oleh Dewi Hera dan para dewa-dewi Olympus.
"Tombak milik Veronica Cora tidak pantas berada di tangan orang sepertimu!!"Ucap Hades dengan kemarahan yg kian menutup setiap sisi di hatinya.
"Cobalah ambil tombak kebanggaan Veronica Cora ini dariku kalau bisa!"Pancing Isaac kemudian menendang perut Hades yg dipenuhi banyak celah serangan.
Karena keributan yg terjadi,Meira pun langsung berlari ke ruang tengah tempat terdengarnya suara bising karena pertarungan antara Hades dan Isaac sebelumnya.
"LEPASKAN HADES!!"Gertak Meira yg kemudian langsung menembakkan anak panah dari busur emas miliknya.
Sama seperti tombak Veronica,Busur milik Meira juga memiliki warna keemasan yg tak jauh beda dengan tombak tersebut.Baik ukiran dan yg lainnya,Semuanya sangat mirip.Yg membedakannya hanya jenis senjatanya saja.
"Aduh aduh,Ternyata 'pemegang cahaya' kali ini jauh lebih agresif ya~"
Ucap Isaac yg tiba-tiba sudah memeluk Meira dari belakang dan memegangnya dengan sangat erat.
"Majulah selangkah lagi dan aku akan mencabut roh dari belahan jiwa tersayangmu ini,Hades Rhysand.Oh iya,Jangan lupa jatuhkan senjatamu itu kalau tak ingin Meira-mu ini mati bersamamu"Ancamnya sembari mengarahkan tombak milik Veronica ke leher Meira.
Karena ancaman Isaac,Hades tidak ada pilihan selain mengikuti perkataan Isaac.Ia menjatuhkan sabit miliknya ke lantai yg kemudian langsung menghilang setelah di telan kobaran api hitam.Hades juga tak berani maju selangkah pun dan hanya bisa menatap Meira yg sedang ditawan oleh Isaac.
"Kau sungguh seorang 'pemegang kegelapan' yg tidak berguna di hadapanku,Hades.Karena kau sudah mengikuti perkataanku...AKU AKAN MEMBAWA MEIRA PERGI DARISINI!"
Sontak perkataan itu menyulut api amarah di hati Hades.Akan tetapi,Semuanya sudah terlambat.Meira sudah dibawa pergi oleh Isaac darisana menuju ke Markas Nocturne.
*BRUK*
Hades langsung jatuh ke lantai setelah mendapati istrinya itu sudah dibawa pergi oleh Isaac.Dia menangis tersedu-sedu sampai suara tangisnya itu didengar oleh Dewi Hera..
"Hades Rhysand...'pemegang kegelapan' ku,Kenapa kau menangis sampai seperti ini?Apakah ada sesuatu yg terjadi pada Meira..?"Tanya Dewi Hera yg tiba-tiba muncul di depan Hades yg sedang menangis sembari berlutut di lantai.
"Saya memberi salam kepada anda,Sang dewi pernikahan 'Hera'.."Salam Hades kepada Dewi Hera di tengah-tengah rasa sedihnya atas perginya Meira.
"Katakan kepadaku Apa yg telah terjadi pada Meira,Hades"
Bagaikan bertemu dengan penyelamatnya,Hades seketika bersujud di kaki Dewi Hera seraya berkata...
"Nocturne...Mereka membawa..Meira pergi,Dewi.."Jelas Hades secara singkat kepada Dewi Hera.
Dewi Hera langsung tersentak setelah mendengar kalau Nocturne sudah berhasil menemukan keberadaan Hades dan Meira yg merupakan Eterna Paro.Dia kemudian berkata...
"Hades...Jangan biarkan sampai Isaac Nocturne berhasil mendapatkan roh dari Meira sang 'pemegang cahaya'.Karena seluruh alam semesta bisa hancur.Kumohon,Tolong bawa kembali Meira lagi.."
Belum sempat menjawab perkataannya,Dewi Hera langsung menghilang di saat itu juga sehingga menimbulkan rasa sedih yg berusaha dia tahan saat bertemu dengan Dewi Hera pecah berkeping-keping.
"Jika itu..Yg anda inginkan,Maka akan saya lakukan,Dewi Hera.."
Setelah pertemuan singkat antara dia dan Dewi Hera,Hades langsung bersiap-siap untuk merebut kembali istri tercintanya itu dari genggaman tangan Isaac Nocturne.Sesampainya disana...
"Tunggu aku..Meira-ku"Gumam Hades dan langsung menyelinap masuk ke dalam Markas Nocturne yg sudah berhasil ia temukan.
Hades menguping setiap pembicaraan para pekerja yg ada di dalam Markas Nocturne demi menemukan keberadaan Meira.Hingga akhirnya,Dia tahu letak pasti dari Meira dikurung.Disana..
"H-hades..!"Panggil Meira dari balik jeruji besi dengan napas yg tampak terengah-engah dan juga kondisi tubuh yg dipenuhi banyak luka.
Meira menjulurkan tangannya berusaha untuk meraih wajah Hades yg sudah ada di depannya persis.Air mata Hades langsung menetes saat tangan dingin Meira menyentuh wajahnya dengan wajah yg sedang tersenyum tipis seperti menahan rasa sakit.
"Tenanglah,Meira.Aku sudah ada disini sekarang.."Ucap Hades kemudian menyentuh wajah Meira yg sudah berlinang air mata sama sepertinya.
Tanpa berlama-lama,Hades langsung menghancurkan jeruji besi yg mengurung Meira.Ternyata penjara tempat Meira dikurung,Terbuat dari sihir gelap yg hanya bisa dihancurkan oleh orang yg memiliki sihir kegelapan seperti Hades.Kemungkinan terbesar kelompok yg membuat penjara itu adalah Lousian dan Judith.
Saat penjara tersebut sudah berhasil dihancurkan olehnya,Meira langsung memeluk Hades dengan sangat erat seraya menangis dengan badan gemetaran tak karuan.Walaupun Meira adalah 'pemegang cahaya',Ia tetap tidak bisa berbuat banyak jika tidak berada di sisi Hades.
"Aku takut..Hades!"Ucap Meira sembari menangis tersedu-sedu saat sudah berhasil memeluk Hades kembali.
"Shhh..Aku ada disini,Meira.Aku akan selalu melindungimu apapun yg terjadi karena kau adalah belahan jiwaku"
Hades menepuk pelan punggung Meira untuk membuatnya menjadi sedikit lebih tenang.Akan tetapi,Kebahagiaan yg mereka rasakan itu tak bertahan lama karena Isaac dan juga kedua pemimpin kelompok Lousian dan Judith datang kesana.
"Kalian tak akan bisa kabur dari tempat ini sekalipun kalian adalah Eterna Paro yg terakhir!"Gertak Emily Lousian yg merupakan pemimpin kelompok Lousian.
"Buatlah jalan panah emas untuk tempatku berpijak nanti.Lakukan seperti yg biasa kita lakukan saat latihan,Meira"Bisik Hades di telinga Meira.
Sesuai dengan perkataan Hades,Meira dengan cepat langsung menembakkan 3 panah emas sekaligus ke arah ketiga pemimpin kelompok tersebut dan membuat pijakan untuk Hades.Sabit panjang yg digunakan Hades sebelumnya juga seketika muncul di tangan kanan Hades dan bersiap untuk menyambar kepala ketiga orang tersebut.
Akan tetapi,Serangannya itu lagi-lagi ditangkis.Tapi kali ini,Orang yg menangkis serangannya itu adalah Sebastian Judith yg merupakan pemimpin dari kelompok Judith.Perisai ungu gelap berhasil menangkis serangan Hades itu.
"Ck!"Hades mengeluarkan suara decakan ketika Sebastian menangkis serangannya dengan perisai ungu gelap yg merupakan bagian dari kekuatan 'pemegang kegelapan'.
"Kupikir kau jauh lebih kuat daripada 'pemegang kegelapan' yg lain,Tapi ternyata kau tidak jauh berbeda dengan mereka ya~"Ucap Sebastian kepada Hades.
Ia sengaja memancing amarah Hades karena dengan begitu,Dia bisa mempengaruhi Hades dengan sihir hipnotis supaya menarik roh Meira sama seperti yg dilakukannya kepada ke-29 'pemegang kegelapan' yg lainnya.
Saat Sebastian,Emily,Isaac lengah dalam mengawasinya,Hades mengambil kesempatan itu dengan langsung melempar sihir gelap melalui sabitnya. Berkatnya,Ketiga orang tersebut terluka sedikit di bagian perut dan mengeluarkan darah segar sedikit demi sedikit.
*TAP TAP TAP* *BUGH*
Emily dengan amarah yg membara di matanya,Ia berlari dengan cepat ke arah Hades dan menghajar perutnya dengan telapak tangannya saja selama beberapa kali kemudian melakukannya sekali lagi dengan memusatkan seluruh mananya di telapak tangannya.Alhasil,Serangannya itu membuat Hades terlempar ke arah Meira sehingga keduanya terjatuh ke lantai.
"Berikan kepada kami roh kalian atau kami akan menggunakan cara yg lebih menyakitkan dari ini"Ancam Emily seraya mengarahkan telapak tangannya yg terlihat penuh akan aura biru ke arah Hades yg duduk di lantai sambil memegangi perutnya.
Hades tiba-tiba langsung menarik pergelangan tangan Emily dan berbisik pelan di telinganya..
"Coba saja!"Bisiknya di telinga Emily kemudian mengunci pergerakan Emily menggunakan sihir gelapnya.
"Hanya tersisa 1 cara untuk dilakukan,Meira"Ucap Hades dengan suara kecil kepada Meira.Ia tersenyum tipis setelah berkata demikian.
"Tidak bisa!-Kita berdua bisa mat--
"Shhh..Asalkan dunia ini aman dari ketiga orang sinting itu,Bukankah itu akan jadi sesuatu yg membanggakan bagi kita,Meira?Kumohon.."Hades memohon-mohon kepada Meira untuk mengabulkan permintaannya untuk melakukan cara 'itu'.
Meira tidak bisa berkata apa-apa lagi dan hanya diam kemudian menerima uluran tangan Hades seraya berkata...
"29 Eterna Paro 'pemegang cahaya',Kumohon berikan kami seluruh kekuatan cahaya kalian.."Ucap Meira seraya memegang telapak tangan Hades.
"29 Eterna Paro 'pemegang kegelapan',Kumohon berikan juga kami seluruh kekuatan kegelapan kalian.."Ucap Hades setelah Meira menyelesaikan kalimatnya.
Keduanya saling memegang tangan satu sama lain dan juga menempelkan dahi yg satu ke yg lainnya sambil menutup mata dengan senyuman yg merekah di wajah mereka.Isaac,Emily,dan Sebastian langsung kaget ketika Hades dan Meira mengucapkan kalimat tersebut.
*SIINGG*
Kilatan cahaya putih yg sangat silau memenuhi ruangan tersebut dan juga Markas Nocturne sampai tak ada orang yg bisa berjalan keluar saking silaunya.
"Hades.."Panggil Meira di tengah-tengah cahaya menyilaukan itu seraya menatap mata Hades yg ada tepat di depannya.
"Iya,Meira?"Jawab Hades sambil tersenyum simpul.
"Berjanjilah kepadaku untuk menemuiku lagi ya?"Ucapnya dengan air mata yg tampak menetes di wajahnya.
"Iya.Aku berjanji..Kepadamu.."Hades menjawab ucapan Meira tersebut kemudian memeluk erat dirinya.
"Terima..Kasih"
Sejak hari itu,Tidak ada lagi yg namanya Kelompok Nocturne,Lousian,ataupun Judith karena ketiga kelompok itu sudah dimusnahkan oleh Hades dan Meira menggunakan seluruh kekuatan cahaya dan kegelapan milik mereka dan ke-29 Eterna Paro yg telah lama gugur.Ancaman memang sudah tidak ada lagi bagi penduduk di alam semesta,Akan tetapi..
"Dewi..Hera?"Ucap Meira saat baru membuka matanya dan mendapati dirinya tengah tertidur di sebuah ranjang berwarna emas dan hitam bersama dengan Hades yg masih tertidur.
"Beristirahatlah,Meira.Kau sudah mengemban tugas yg begitu berat dengan Hades.Kuharap untuk sekarang kau beristirahat dahulu.Karena ketahuilah,Perjalananmu dengan Hades tidak akan berhenti sampai disini saja.."Jelas Dewi Hera sambil memegang ubun-ubun kepala Meira.
"Apakah maksud anda..?"
"Benar,Meira.Kalian tidak akan mati sekarang karena bahaya yg mengancam alam semesta belum berakhir hanya dengan kematian Isaac,Emily,dan Sebastian.Karena itulah,Beristirahatlah dahulu sekarang.."
Meira kemudian menganggukkan perkataan Dewi Hera lalu tertidur kembali bersama dengan Hades yg sedari tadi masih terlelap.
"Terima kasih..Dewi Hera"
~THE END~