PENDIDIKAN
Pada zaman sekarang di tahun 2021 banyak sekali perubahan, dan banyak sekali kejadian-kejadian yang menimpa kita semua.
Salah satunya yaitu pendidikan di tahun 2021 ini, pendidikan tidak berjalan seperti biasanya. Sekarang para siswa tidak belajar langsung dan bertatap muka dengan gurunya.
Melainkan sekarang para murid menggunakan internet untuk belajar karena adanya virus yang melanda bumi kita ini yaitu virus corona-19.
Dan pada zaman sekarang ini alat elektronik sangat berperan penting dalam sekolah, karena semua guru dan para siswa akan melangsungkan kegiatan belajar mengajar (KBM) lewat daring ataupun online.
Sedangkan tidak semua orang memiliki handphone, bagaimana nasib siswa yang tidak memiliki alat elektronik tersebut?
Di sini tercerminkan kisah seorang siswa yang tidak memiliki alat elektronik.
Pada suatu hari ada seorang siswa yang bernama rama, dia sekarang duduk di kelas 2 smp. Dengan keadaan keluarganya yang kurang mampu, tetapi dia berusaha untuk bisa bersekolah demi menggapai cita-cita nya itu. Dan pada hari senin seorang guru datang kerumah nya untuk memberitahukan bahwa akan di adakan nya ujian kenaikan kelas.
"Assalamualaikum " ujar sang guru
"Walaikumsallam pak" sambut rama, dan mempersilahkan guru nya masuk.
Mereka pun masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu.
"Begini nak, besok hari rabu kamu harus ikut ujian kenaikan kelas, kalau kamu tidak mengikutinya maka kamu akan di nyatakan tidak naik kelas nak." Jelas pak guru
"Ya tuhan, bagaimana ini pak saya masih belum mempunyai handphone,orang tua saya tidak memiliki uang untuk membelikan saya handphone". Ucap rama dengan raut muka yang sedih.
"Terus bagaimana ini nak, maaf bapak tidak bisa bantu kamu, soal nya bapak juga hanya memiliki 1 handphone". Jawab sang guru
"Iyaa bapak tidak papa, insya allah ini semua pasti ada jalan keluarnya, dan saya akan berusaha untuk mencari uang agar bisa membeli handphone". Ucap rama dengan penuh keikhlasan dan kesabaran
"Iyaa nak, bapak doakan agar kamu bisa ikut ujian kenaikan kelas ini". Ujar sang guru kepada rama
"Iyaa pak, terima kasih".
Beberapa menit kemudian, guru nya pun berniat untuk pamit pulang karena masih ada urusan di sekolah. Sedangkan rama masih meratapi nasib nya itu, dan dia bingung harus berbuat apa, dia pun tidak tega untuk meminta uang kepada orang tua nya itu. Karena untuk makan saja sulit, apalagi masih di tambah untuk membelikan handphone untuk nya, rama tidak ingin membuat orang tua nya tambah susah. Dan pada akhirnya rama pun berniat untuk bekerja, agar bisa menghasilkan uang.
Dan akhir nya dia bekerja sebagai tukang
Semir sepatu, karena ujian nya tinggal satu hari lagi, rama berusaha sekuat tenaga untuk mencari uang hanya demi membeli handphone. Dia bekerja dengan penuh semangat sehingga dia mendapat kan uang yang lumayan banyak, dia bekerja dari pagi hingga petang.
Ketika rama berjalan menuju arah pulang, dia melewati tempat berkumpul nya preman, sehingga ada 2 orang preman yang menghampirinya.
"Haii anak kecil... serah kan semua hasil kerjamu, pasti kamu mendapatkan uang banyak kan?" Ucap sang preman.
"Maaf pak, saya tidak punya uang". Jawab rama.
"Halah pasti kamu bohong, saya tadi melihat kamu hitung uang banyak, jadi sekarang serahkan semua hasil kerjamu, kalau tidak kamu akan celaka". Tegas sang preman
"Maaf pak saya sangat membutuhkan uang ini untuk membeli handphone, karena untuk ujian saya di sekolah". Ujar rama
Sang preman pun menghiraukan rama, dan 2 preman itu langsung mengambil uang rama, karena preman itu kuat membuat rama tidak bisa melawan, dia hanya bisa menangis. Dan sekarang dia tidak tahu harus bagaimana karena dia sekarang sudah tidak mempunyai uang, rama pun segera pulang ke rumah nya.
Ternyata orang tua rama sedang duduk di ruang tamu, mereka menunggu rama pulang untuk makan malam bersama.
"Nakk.. bagaimana untuk ujian kamu besok?". Tanya sang ayah kepada rama
"Rama tidak tahu pak, uang hasil kerja rama di ambil preman,waktu jalan arah pulang. Rama sudah tidak punya uang pak". Jawab rama dengan raut muka yang sangat sedih.
"Yaa tuhan... tetapi kamu tidak papa kan nak, kamu tidak di lukai kan sama preman-preman itu". Tanya sang ibu dengan rasa cemas dan khawatir.
"Tidakk ibu, rama baik-baik saja kok, tapi uang nya di ambil semua sama preman itu bu". Ujar rama.
"Nakk.. maafkan bapak jika selama ini bapak belum bisa membelikan kamu handphone". Ucap sang ayah
"Tidakk papa ayah rama ngerti kok, yang penting kita bisa makan saja rama sudah bersyukur pak. Dan untuk masalah besok rama serahkan semua nya kepada tuhan, rama yakin kalau semua ini pasti ada jalan keluarnya". Ujar rama kepada sang ayah
Dan hari rabu telah tiba, dimana hari ini adalah hari pertama rama ujian, tetapi rama tidak bisa mengikuti ujian ini, dikarenakan tidak mempunyai handphone.
"Assalamualaikum". Suara seorang lelaki di depan rumah rama.
"Walaikumsallam, pak guru mari silahkan masuk pak". Sambut rama kepada guru nya.
"Rama.. sekarang cepat pakai seragam mu dengan rapi, dan langsung ikut ujian". Ucap guru nya
"Tapi pak.. rama tidak mempunyai handphone untuk melaksanakan ujian ini". Ucap rama.
"Tenag nakk...bapak punya handphone, walaupun sudah bekas, tetapi insya allah masih bisa di gunakan". Ucap sang guru
"Terima kasih pak, yaa sudah kalau begitu saya pakai seragam dulu". Ujar rama
Rama merasa sangat bahagia sekali akhirnya dia bisa mengikuti ujian ini. Meskipun rama tidak mempunyai waktu belajar, karena mukjizat dari allah sehingga dia melaksanakan ujian ini dengan lancar. Satu minggu ujian pun di laksanakan, dan ujian ini berjalan dengan lancar, dan pengumuman kenaikan kelas telah tiba, dan ternyata rama naik kelas dan mendapat juara satu.
Rama sungguh tidak percaya, akan mendapat juara satu di kelas nya, tetapi rama yakin kalau ini semua mukjizat dari tuhan, dan sekarang rama sudah naik ke kelas 3 smp.
Dan sekarang dia sudah mempunyai handphone,karena selama liburan dia bekerja keras untuk mencari uang untuk membeli handphone. Karena sampai sekarang kegiatan belajar mengajar masih daring, dan tidak bertatap muka langsung dengan guru nya.
Dari kisah ini, kita harus percaya dan yakin bahwa Allah akan selalu ada di sisi kita, dan allah akan selalu membantu kita apabila kita lagi mengalami kesusahan. Dan ingat lah pendidikan sangat penting dalam hidup kita, raih cita-cita mu setinggi langit, jangan mudah menyerah untuk mencoba. Dan buktikan kepada orang-orang kalau kita semua bisa menjadi orang yang sukses.