Hari mulai gelap, Lena beserta keluarga yang hendak bersilaturahmi ke sanak saudara yang tinggal di kaki bukit desa jauh dari modernisasi, bermalam di rumah tua peninggalan leluhur.
Rumah tua yang tidak terawat, meski nampak mewah di luar, tapi cukup di mengerti Lena sekeluarga.
Usai membersihkan 2 kamar yang akan di tempati, mereka pun keluar ke desa sebelah untuk membeli makanan.
Tentu semua tau apa jadi nya jika sebuah rumah bertahun tahun tidak terurus apa lagi di tempati.
Ya tentu saja menjadi markasnya para makhluk astral dan gaib bersarang beranak pinak.
Para penunggu yang terusik akan ke datang tamu manusia, mengacak perabotan yang telah di benahi Lena sekeluarga sebelum keluar cari makan malam.
Srekkkk.... Krakkk... Gesekan demi gesekan, para makhluk tak kasat mata menggeser kembali semua perabot ke asal, sebagai perbatasan para makhluk tersebut.
1 jam kemudian....
Lena sekeluarga pun kembali dan tanpak binggung serta bulu kudu merinding memasuki rumah tua.
"Len, tadi kamu uda benar benar rapikan meja dan kursi, kan?." tanya sang ayah.
"Uda ,Pa. Tapi kok berantakan lagi?." Lena merinding binggung.
"Ya uwes lah, kita rapikan balik." sambung sang ibu yang tidak terlalu percaya takhyul.
Mereka pun kembali merapikan semua perabot bersama sama ke posisi terakhir mereka hendaki rapi.
Malam pun kian malam, karena menempuh perjalan jauh dari kota hingga ke kaki bukit, serta harus membersihkan kamar dan perabot, membuat energi mereka terkuras.
Beberapa menit selang tak lama, raja nya para penunggu rumah tua yang cocok nya menjadi sebutan rumah hantu ,mulai beraksi.
Sekelompok jin, hantu, tuyul, gunderuwo, kuntilanak, pocong dan lain nya, mulai meneror Lena sekeluarga pas tepat jam 00.00
Lena yang berada di lantai kamar atas mendengar suara langkah kaki berat menaiki anak tangga, karena ia masih chating bersama salah satu teman kerja.
Tap.. Tap... Krettt... Pintu kamar terbuka, masih positif thingking Lena menanggapi hal tersebut.
Tetapi, sosok jin bertubuh besar dan hitam telah berada tepat di belakang Lena yang asik berchating.
"Len, di _di belakang mu siapa?." tanya teman yang chatingan.
"Ngak ada orang, orang tua ku pasti sudah masuk dunia mimpi ke miami kaleh." sahut Lena, karena ia tidak melihat apa pun saat ia menoleh.
"Ya. Uda, kalau mau tidur jangan lupa doa." saran sang teman karna sosok jin menampakkan gigi taring.
Lena tersenyum balas nasehat sang teman. Ia pun mulai menarik selimut untuk tidur manis.
15 menit kemudian...
Jin menarik selimut yang menutupi tubuh Lena. Namun di tarik kembali beberapa saat setelah di rasa udara dingin meniup tubuh.
Entah terlalu positif thingking atau memang ngak takut.Beberapa makhluk astral memindahkan tubuh Lena dan orang tua nya ke halaman pohon beringin di depan rumah.
Sesaat usai di pindahkan oleh makhluk gaib, mereka pun terbangun dalam keadaan kaget dan aneh.
"Pa, kita kok tidur di bawah pohon angker?." tanya sang ibu ke suami.
"Ini ada yang tak beres. Kita sedang di teror. Sebagai makhluk ciptaan TUHAN dengan di beri kelebihan khusus, kita tidak boleh takut. Ayo masuk dan kita perangi ketidak adilan." seru sang ayah menggulung lengan piyama.
Dengan pimpinan sang ayah, dan pengalaman yang sudah pernah di alami ,mereka mengambil garam, bawang putih dari dalam koper yang sengaja mereka persiapkan jika memasuki daerah tertentu.
Perang antara manusia dan makhluk astral pun di mulai.Dengan menggunakan dimensi gaib, para penunggu rumah hantu memisahkan mereka.
Srakk.... Bughhh... Syuttt... Hihihi..... Segala suara yang muncul dari berbagai benda, perlawanan, serta tawa menyeramkan beradu dalam rumah hantu angker.
Pertarungan pun berakhir setelah pertarungan sengit beberapa jam berlalu di malam mencekam.
Namun untung tak dapat di raup, naas tak dapat di elak, ke 2 orang tua Lena menjadi korban tanpa sebab pasti yang ia ketahui.
Lumuran darah membasahi lantai di mana ke 2 orang tua nya tersungkur dalam keadaan mata melotot dan lidah terjulur keluar.
Lena duduk bersimpu meratapi jenazah orang tuanya. Akan tetapi raja setan belum puas selama masih ada manusia yang tersisa,belum tewas di rumah hantu itu.
Lena kembali bertarung dengan garam tersisa sejumput, dan dengan keris pusaka yang ia temukan tertancap di tembok.
Syut.... Lena menebas para makhluk astral dengan keris, yang konon di gunakan untuk mengunci raja
setan agar tidak bebas dari segel alm.kakek Lena.
"Hikss... Hikss... Ma, Pa dendam kalian uda ku balas, sekarang tidurlah dengan tenang." ucap Lena menutup mata dan mulut ke 2 orang tua nya.
Pagi hari nya, Lena keluar mencari pertolongan untuk menguburkan jenanah ke 2 orang tuanya. Lalu meminta izin sanak saudara yang tiba untuk meruntuhkan bangunan tua, agar tidak menjadi sarang rumah hantu. Dan tidak ada korban jiwa atau pun teror yang berasal dari rumah hantu, yang meresahkan warga setempat setiap malam purnama maupun jumat kliwon.
"Len, sekarang gimana kehidupan mu selanjutnya?." tanya sang paman.
"Aku ingin memperdalam ilmu sakral aliran putih, agar bisa mengunci semua makhluk astral dalam dunia mereka." ucap Lena yang coba tegar telah menjadi yatim piatu dalam 1 malam di rumah hantu angker.
.
.
👻👻The End 👻👻👻
Trims 🙏