Terkadang cinta itu seperti senja, hadir membawa keindahan dan pergi meninggalkan kenangan. Tak ada yang salah dengan cinta, jika sakit hati, mungkin belum tepat mendapatkannya. Dan terkadang cinta itu seperti kopi ketika diminum terasa hangat, namun akan pahit jika terlalu lama dirasakan.
Alisa Ananda Pradista cewe terkenal di kelas dan sekolahnya. Dia mempunyai paras yang manis nan cantik, tak hanya itu dia mempunyai kepribadian yang baik terhadap sesama. Sekarang Lisa duduk dibangku SMA kelas XII. Dua tahun berlalu dan hingga kini ia belum mendapatkan teman setia ataupun sahabat sejati.
"TEMAN ITU SEPERTI BUNGLON BISA BERUBAH UBAH DIMANAPUN TEMPAT"
Fisella Maharani teman Lisa satu satunya yang ia percaya. "Lisa gimana kalau besok kita jalan?" ajakan kepada Lisa.
"Kemana Sel? Aku si mau mau aja..ya itung itung buat refreshing habis UKK" "Okay..ke tempat Wisata Dieng yuk?".. "Okay okay.. Pagi aja ya, sekitar pukul 09.00 deh?".. "Emm setuju Lis"
Hari esok tiba dan mereka bergegas mempersiapkan diri untuk berangkat ke Dieng. "Sel aku tunggu di gang dekat SD ya" menelfon Sella yang sedang sibuk mempercantik dirinya. "Oke Lis sebentar, ini udah hampir selesai makeup annya"
Setelah itu mereka berangkat.. Dan sesampainya di Wisata Dieng dilain memandang indahnya alam (hijaunya kebun teh yang menawan). Lisa mencurahkan isi hatinya kepada Sella tentang problem dengan salah satu teman kelas yang selalu menyindir dan menjadi kompor keteman yang lain. Dia bernama Reyna Antasia
"Sel aku gatau kenapa Reyna benci banget sama aku, kenapa dia selalu menyindirku di story whatsapp, jadi kompor juga keteman yang lain, gitukan jadi teman yang lain ikut benci juga sama aku, akupun ngga merasa ada salah sama dia.. huftt entahlah bingung aku, jujur aku ngga suka sama Reyna karena itu. Dia sangat santun hingga kata katanya menyinggung perasaanku" Curahan isi hati Lisa
"Iya dia emang begitu Lis.. Sifat dia itu Keras kepala dan baperan, jadi ga usah dipikirin deh, bodoamat aja sama Reyna ya.." "Hmmmm.. Oke lah" Dalam hati "Bodoamat ngga semudah yang kamu katakan Sel!"
Matahari perhalan mulai tenggelam, mereka pulang dengan hati gembira karena telah menikmati keindahan kebun teh bersama.
"JANGAN TERLALU PERCAYA DENGAN TEMAN TIDAK SEMUA TEMAN BENAR BENAR TEMAN"
Satu hari kemudian, Lisa mendapat kabar dari salah satu teman cowo nya bahwa Sella ternyata menyampaikan semua apa yang telah Lisa ceritakan kepadanya. " Apaa!! Sungguh ini benar benar diluar nalar" Lisa sangat tidak menyangka teman yang ia percaya berkhianat ternyata, "Padahal dia juga bilang kalau Reyna keras kepala, coba kalau Reyna tau pasti dia juga akan marah" namun Lisa tak menyampaikan kata itu kepada Reyna karena ia tidak khianat seperti Sella. Setelah itu Lisa dihadapkan dengan sindiran sindiran yang tajam dari Reyna. Hati Lisa seperti tergores pisau, dilain sisi ia kecewa dengan Sella dan disisi lain ia tersakiti dengan perkataan Reyna. Air mata yang tidak dapat terbendung akhirnya jatuh perlahan menetes dipipinya. Diapun berusaha menghadapi semuan itu sendiri dan berdoa kepada Kuasa
"CINTA DATANG TIBA-TIBA TAK DI UNDANG DATANG BEGITU SAJA"
Firza Agra Pradana teman sekelas Lisa, dan juga teman SMP yang kini satu sekolah kembali, Firza memiliki sikap yang bisa dibilang cuek,pendiam,dan baik. Namun kata teman yang lain dia adalah cowo yang Playboy. Lisapun sempat mempercayainya. Dia memiliki postur tubuh yang tinggi dan seringkali mengejek anak cewe yang pendek seperti Lisa. SMA CAHYA PELITA tak sengaja mempertemukan Firza dan Lisa dalam sebuah event. Seiring berjalannya waktu dan hari yang berganti hari, Pada akhirnya mereka saling mengenal dan menjadi lebih dekat. Ingin rasanya melepas semua kegundahan hati, Lisa menceritakan semua masalahnya kepada Firza. 5 menit kemudian Lisa bertanya "Bertahun tahun za aku terus saja dikhianati oleh teman, gaada yang benar benar tulus menjadi temanku, aku jadi sempat berfikir, teman cewe semua munafik, kira-kira apa ada teman cowo yang mau menjadi sahabat dan benar benar setia kepadaku?" "Aku mau kok menjadi sahabat kamu" Jawab Firza. "Are you sure za? Hati lisa berbunga bunga "Very sure Lis" "Terimakasih ya..tapi apa nanti kamu ngga bosan dengan banyak,panjang dan lebar nya cerita kehidupannku?" "Ngga lah Lis sans aja" semenjak itu setiap ada problem Lisa selalu bercerita kepada Firza.
"OBAT RINDU ADALAH BERTEMU"
Tak terasa detik berganti menit, menit berganti jam, dan hari berganti hari, Lisa dan Firza selalu mengirim pesan lewat Whatsapp tanpa topik yang dibuat namun tetap saja berkelanjutan hingga Mei berganti Juni. Firza pun pernah mengatakan 'Sayang' kepadanya yang membuat hatinya tambah berbunga bunga. Iapun tak jarang mengatakan cantik yang membuat diri Lisa merasa semakin merona. Suatu hari dia bertanya dalam hati "Apa ini yang dinamakan cinta dalam sahabat dan cinta dalam diam?"
"FRIENDZONE APA INI SEKEDAR RASA YANG MAMPIR KE HATI ATAU AKAN SINGGAH SELAMANYA DIHATI? JANGAN LUPA MENJAGA HATI YA!"
Lisa tetap menjaga hatinya, karena dia berfikir dua kali apa benar dia playboy atau benar dia tulus sayang padaku "Ahh apa si ini!! Pokoknya aku gamau suka ataupun cinta sama dia gak.. Gak akannn..!!!" "ayolah lupakan dia kita kan hanya sahabat ngga lebih dari itu. Ayo Lis kamu harus fokus ke dream ga boleh fokus ke dia titik.!" Hari terakhir event hati Lisa berdebar kencang karena ia bertemu dengan pujaan hatinya. Saat masuk kelas ia sangat nervous dan salting. "Lis kamu bisa, kamu ngga boleh menunjukkan nervousmu!" dalam hatinya. Tiba tiba "Lis kamu ga bawa helm?" tanya Firza "Mmm tadi aku lupa, jadi ga bawa, emang kenapa?" "Ya gapapa cuma tanya aja" "Hah!! dia perhatian sama aku.. Itu tandanya dia.... CINTA?" dalam hatinya.
"Tett...tett..tett..." Bel berbunyi menandakan waktu KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) usai. Merekapun pulang bersama melewati jalan yang sama, karena rumah Lisa dan Firza tidak terlalu berjarak jauh. "Ngung...ngung... Prakk!!!!" tiba tiba lebah menabrak pinggir mata Lisa. "An**ir apa itu duh!! Sakit" sesampainya di rumah, Lisa bercerita ke Firza "Za kamu tau gak tadi ada lebah yang nabrak pinggir mataku, sakit tau" "Wahaha kasihan" dengan tidak sopannya dia menertawakan Lisa. "Kamu jahat banget si nertawain gitu, awas aja kalau kamu yang kena aku sukurin ya!!" "Emang kasihan jahat ya? Lebahnya suka sama kamu mungkin wkwkwk" "Yaa ngga si tapi ga usah ada Wahaahanya bisa kan?Kalau lebah yang suka sama aku mending ga usah deh soalnya dia nyakitin, aku maunya yang selalu bisa ngebahagiain aja wkwk" "Yaa terserah kamu lah" sikap cueknya mulai hadir. "Dasar anak menyebalkan!!" "Tapi aku sayang wkwk" ucap dalam hati Lisa
H-4 Lisa akan mewakili sekolahnya untuk lomba Story Telling. Namun dia agaknya kurang fokus karena dalam angan terbagi dua antara cinta dan harus menghafal teks tersebut. "Duhh..aku ga bisa kalau kaya gini! Ayolah lupakan dia Lis, dan mari fokus ke teks!!!" sembari berjalan kesana kemari sambil memegang keningnya. "Ladies and gentleman Indonesia such us enermous country....krikkrik" habis itu apa ya Yaallah bisa bisanya aku lupa. Pokoknya aku harus move on darinya. Satu hari kemudian ia mulai fokus terhadap lombanya. Dan dia mulai belajar melupakan segala kenanagan bersama Firza.
Hari dimana Lisa lomba story telling tiba. Ia berangkat sekolah sambil menghafal teks nya. Didepan matanya yang cantik nan indah itu ada sosok lelaki memakai jaket dan berseragam. "Ehh.. itu kok kaya Firza ya..yaampun please jangan Firza terus siapa tau bukan"
Sesampainya di depan gang sekolah ternyata benar dugaan Lisa bahwa itu adalah Firza. Dan ia tersontak kaget dan tersipu malu karena banyak Guru yang melihat mereka datang bersamaan. "Sial nanti dikira gue berangkatnya janjian sama Firza" dalan hati Lisa.
Sampai di parkiran "Lis kamu baru aja berangkat? ihh kok barengan sih" sambil melepas helmnya. "iya.. lo juga? yaa mana gue tau!" jawab dengan nada sedikit tinggi "Sans kali gue cuma nanya" "Hehe iya iya".
Merekapun jalan depan belakang, dengan sok nya Lisa menyalip Firza tanpa sapa.
"Duluan ya Za..." menyindir Lisa yang sedang jalan di depannya. Lisapun menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. "Duluan ya Firzaa jelek!" "Ehh ngaca lo, emang lo cantik, jelek apaan Cool gini gue!"
"Iya lah gue cantik, buktinya kemarin lo komen storywhatsaap gue bilang 'Cantik' " sambil mengibaskan kerudungnya. "Typo gue salah ngetik woi" jujur tersipu malu.
"Bodoamat, eh btw hari ini gue lomba" dengan senyum manisnya.
"Owh ya? gue ga nanya" sambil melirik matanya.
"Idihh bukannnya bilang Good luck atau apa kek" katanya sahabat dengan nada lirih
"Ehh gue lupa hihi.. good luck ya" "Aaa thank you" "You're welcome" (Akhir lomba Lisa mendapat juara 1 )
Kemudian mereka berjalan bersama menuju kelas yang berada dipojok halaman. Di depan kelas Lisa melihat Sella yang sedang senyum senyum sendiri memandang HandPhonenya. Semenjak kejadian bahwa Sella berkhianat mereka tidak akrab lagi namun tetap menjadi teman. Lisa perlahan mendekati Sella
"Lagi liat apa Sel, sampai senyum senyum gitu" tak sengaja ia melihat HandPhone yang dipegangnya ternyata ia sedang memandang foto Firza. Lisa tersontak kaget "Lo... suka sama Firza Sel?
"Hehe iya, tapi kamu jangan bilang firza lo awas kalo bilang, soalnya aku malu" tersipu malu dan mengancamnya
"Mmmmm Its Okay gue ga akan bilang ko sans" jawab Lisa dengan santai dan memberi senyuman.
"MERELAKAN CINTA DEMI SAHABAT? MELEPASKAN TAK SEMUDAH MENDAPATKAN SAYANG!"
Lisa masuk kelas dan duduk di bangku pojok kelas. Dia duduk termenung sambil berfikir kenapa dari dulu ketika aku menyukai cowo, cowo itu juga disukai orang lain Ya Tuhan.
Aku harus terus mengalah demi teman, aku harus sabar? apa harus gitu terus ya?
"Good morning student's" Mrs.Dewi datang ke kelas. kemudian Lisa bergegas menuju ke tempat duduknya. "Good morning mam" jawabnya dengan semangat.
"Lisa tolong panggilkan beberapa anak yang ada di depan disuruh cepat masuk ke kelas ya, thank you"
Baik Bu,sebentar saya panggilkan.
"Gaisss ayoo masuk kelas coba deh lihat jam udah waktunya masuk kelas, di kelas juga udah ada Bu Dewi!!" dengan teriakan dan suara merdunya. "Sabar kali.. ini juga mau masuk" jawab Firza dengan kesal. "Hmmmm"
"BODOAMAT ADALAH SATU KALIMAT YANG MUDAH DIUCAPKAN NAMUN SULIT DILAKUKAN!"
Saat masuk kelas tak sengaja Lisa melihat Sella yang sedang memperhatikan Firza melepas jaketnya. "Bodoamat lah, gue ikhlas kalo Firza jadian sama Sella" disambung dengan kalimat "Kalo bisa hehehe.."
lagi dan lagi aku menjumpai cinta segitiga dengam sahabatku sendiri, rasanya sakit harus merelekan seseorang yang kita cintai untuk sahabat. Namun akan lebih sakit jika sahabat hancur hanya karena orang yang dicintai. Dasar Firza sosok yang cuek tapi kenapa aku suka. Memang bisa dibilang Firza adalah cowo yang ganteng karena dia memiliki postur tubuh yang Tinggi, cool, hidung mancung, rambut rapi, bibir mungil, alis tebal,sedikit berkumis, jago olahraga, baik hati, dan ditambah lagi dia rajin beribadah. Cinta itu unik ya. Akhirnya Lisa memutuskan untuk move on dari Firza dan merelakannya untuk sahabatnya yaitu Sella, walaupun dia sangat berat hati namun dia berusaha bisa,kuat dan mampu. Dia rela dan ikhlas karena dalam angannya Jodoh sudah ditentukan oleh Tuhan dan jika kita berjodoh maka suatu saat akan dipertemukan lalu disatukan untuk selamanya. Sejak itu lisa bersikap biasa saja kepada Firza layaknya dengan teman yang lain. Dan mereka tetap menjadi sahabat.
..THANKS FOR READING.. JANGAN LUPA ♥