Hari ini ada acara dikediaman admaja. salah satu keluarga terpandang dikota Jogja. pesta ulang tahun Aan admaja putra dari Dimas admaja dan Amanda. banyak tamu-tamu penting yang datang karena keluarga admaja masih keturunan darah biru.
Keluarga admaja memiliki dua putra yaitu Dimas admaja dan Afandi admaja. Afandi belum menikah namun sudah dijodohkan oleh keluarga mereka sejak kecil. memang begitulah keluarga karaton, menjodoh kan anak cucu mereka dengan keluarga yang memiliki kedudukan yang sama.
Afandi berumur 22 tahun ini, dia masih kuliah dan mempelajari seni. sebenarnya dia tahu dia sudah dijodohkan, namun dia tidak begitu memikirkannya. bahkan dia tidak penasaran bagaimana sosok calon istrinya.
Gadis yang dijodohkan dengan Afandi adalah Yumna Ningrum, gadis berusia 18 tahun yang baru lulus SMA itu adalah gadis yang baik, cantik dan sangat lembut dalam tutur katanya.
Hari ini Yumna menghadiri pesta bersama kedua orag tuanya. Yumna sudah mempersiapkan dirinya sejak dari pagi, dia ingin terlihat cantik jika nanti bertemu dengan calon suaminya. Yumna dan Afandi baru tiga kali bertemu, pertama ketika mereka dijodohkan saat kecil, kedua ketika orang tua Afandi meninggal dunia dan ketiga hari ini.
Yumna turun dari mobil dengan gaun panjang berwarna putih silver dengan sepatu yang tidak begitu tinggi namun terlihat manis. Yumna terlihat sangat cantik hari ini. semua mata tertuju kepadanya ketika langkah kecilnya memasuki ruangan menghampiri Dimas dan Amanda.
" selamat ulang tahun Aan!" kata Yumna sambil memberikan kado kecil kepada Aan
" Terima kasih kak..."
" Terima kasih atas kehadiran kalian, silahkan menikmati hidangan yang kami sajikan ini." kata Dimas kepada kedua orang tua Yumna
" Oh iya... dimana Afandi?" Dimas terlihat mencari-cari keberadaan Afandi namun tidak menemukannya
Mendengar nama Afandi, wajah Yumna memerah dan jatungnya berdetak lebih cepat.
" Hadi... tolong cari Afandi dan suruh dia kesini, bilang ada Yumna disini.'' kata Dimas
Hadi langsung bergegas mencari keberadaan temannya itu, sambil berjalan melihat sekeliling mencari sosok Afandi sembari dia berfikir, siapa Yumna?
Hadi berjalan membuka pintu kamar Afandi,benar yang dia pikirkan. Afandi sedang duduk main game dikamarnya. Afandi tidak begitu menyukai keramaian dia lebih suka menghabiskan waktunya dengan main game.
" Bro... cepat turun." kata Hadi
" Kenapa?...kak Dimas yang menyuruhmu? tanya Afandi sambil terus memainkan game
" Cepat turun... kata kak Dimas ada Yumna."
" Haah..." Afandi melihat Hadi sambil menjatuhkan stick PS yang ada ditangannya
" Siapa sih si Yumna itu? tanya Hadi
Afandi mengabaikan pertanyaan Hadi, entah dia kesal dan marah, entahlah. wajahnya seketika berubah ketika mendengar nama Yumna. Dia melewati Hadi dan segera berjalan keluar kamar dan menghampiri Dimas.
" Kak..." kata Afandi
" Di... Jangan perlihatkan wajahmu yang seperti itu. kamu harus bersikap baik kepada Yumna. ingat itu..." kata Dimas yang terlihat serius.
" Di... Yumna anak yang baik, kamu pasti akan menyukainya." tambah Amanda
" Kalian mana tahu apa yang aku rasakan." kata Afandi sambil berjalan pergi
" Ndi......."
" Tenang mas... mas kenalkan siapa Afandi, dia bisa menjaga sikapnya kok, tenang saja." kata Amanda menenangkan sang suami.
Afandi memang tidak pernah menyetujui pertunangan mereka. bukan karna dia tidak menyukai sosok Yumna namun dia tidak ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan orang yang tidak dia cintai.
Afandi keluar, dia tidak mencari Yumna. dia mengeluarkan mobil dan langsung meninggalkan kediaman admaja. Masih banyak tamu undangan Dimas tidak bisa berbuat apa-apa dia hanya percaya Afandi bisa menjaga sikapnya.
Hari sudah malam, Afandi tidak juga kembali. Dimas dan Amanda merasa tidak enak kepada kedua orang tua Yumna, tapi Yumna tetap tersenyum, dia mengerti mungkin ada yang harus dikerjakan oleh Afanfi sekarang.
" Hadi... dimana Afandi?" tanya Dimas
" Tidak tahu mas Dimas..." kata Hadi pelan
Dimas menghela nafas panjang, dia binggung bagaimana menjelaskan semuanya kepada keluarga Yumna. selama ini Afandi selalu saja menghidar ketika ada acara atau diminta bertemu dengan Yumna dan keluarganya.
" Maafkan saya bapak, ibu, Afandinya sepertinya keluar, mungkin ada tugas yang harus dia kerjakan." kata Amanda mewakili Dimas yang merasa tidak enak hati
" bagaimana sih... kenapa selalu seperti ini. jadi bagaimana sekarang?" kata ayah Yumna
" Yah... Jangan marah, jangan salahkan mas Dimas dan mbak Amanda. mungkin mas Afandi nya memang ada kerjaan yang harus dia kerjakan." kata Yumna
" Tapi nak... selalu saja seperti ini. sebenarnya kenapa nak Dimas? apa ada masalah?" tanya ayah Yumna
" Sudahlah yah...sudah malam, sebaikanya kita pamit, bukankah ayah sedang tidak enak badan?"kata Yumna sambil pamit kepada Dimas dan Amanda.
Ayah Yumna masih sangat kesal, dia merasa kecewa karena keluarga admaja telah meremehkan putrinya. Tapi kata-kata Yumna menenangkan hati ayahnya.
Hari berlalu, setelah hari itu Afandi dimarahi habis-habisan oleh kakaknya. kakaknya merasa sangat malu bertemu dengan keluarga Yumna, dia tidak henti-hentinya menyesal dan minta maaf kepada mereka. Afandi meresa bersalah, tapi apa yang terjadi sudah terjadi. Tapi penyesalan tidak bisa merubah hatinya, dia tetap tidak ingin menikah karna perjodohan.
Hari ini Dimas sudah mengatur pertemuan lagi antara Yumna dan Afandi, dia berfikir mereka sudah besar, saatnya saling mengenal. mungkin dengan demikian perasaan akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Tapi Afandi menolak dengan tegas, dalih ada tugas yang harus dia kerjakan dan tidak dapat ditinggalkan. terjadi perdebatan antara kakak beradik itu.
Disisi lain Yumna datang membawa sebuah bingkisan disuruh oleh kedua orang tuanya yang sudah mengaturnya dengan Dimas. Yumna mengetuk pintu dan seorang pelayan mempersilahkan masuk. rumah itu begitu besar Yumna berjalan perlahan, dia tidak sengaja mendengar pertengkaran antara Dimas dan Afandi. Akhirnya dia tahu mengapa selama ini Afandi selalu saja menolak untuk bertemu dengan dirinya. karena dia tidak ingin menikah dengan dirinya. Yumna menghela nafas panjang dan berjalan pergi. Dia bertemu dengan pelayan dan memberikan bikisan untuk diberikan kepada Dimas dan Amanda, dan menyuruhnya bilang kalau Yumna datang.
Dengan wajah marah Afandi pergi keluar. sedikit lagi Afandi mungkin akan bertemu dengan Yumna, ketika Afandi keluar denga mobilnya dia melihat Yumna berada diluar menunggu taksi. tapi dia tidak tahu kalau dia adalah Yumna.
" Tuan... ada bingkisan." kata pelayan sambil memberikan bingkisan
" Dari siapa bik?"
" dari mbak Yumna, tuan"
Dimas dan Amanda kaget, mereka saling pandang dan berfikir yang sama. takut kalau Yumna mendengar semua yang dia bicarakan dengan Afandi tadi.
" sudah dari tadi kah bik?" tanya Amanda
" Mbak Yumna cuma sebentar, memberikan bingkisan ini dan langsung pergi. katanya dia buru-buru ada pekerjaan lain." kata pelayan itu demikian karna Yumna yang memintanya, dan dengan patuh pelayan itu mengikuti permintaan Yumna karena dia juga kasihan kepada Yumna.
Setelah sampai dirumah, Yumna duduk dikamarnya sambil memikirkan apa yang dia dengar tadi, dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar tapi faktanya sekarang Afandi tidak menyukainya. dan dia juga tidak ingin memaksakan keinginanya apalagi menjalani kehidupan bersama orang yang tidak menyukainya. dia sudah membulatkan tekat kalau dia akan membatalkan perjodohan dirinya dengan Afandi, dia tidak ingin memaksakan perasaanya dan mengabaikan perasaan Afandi.
Yumna menghela nafas panjang dan berjalan menemui sang ayah dan mengatakan semuanya kepada kedua orang tuanya tentang apa yang sudah menjadi keputusannya.
" kenapa sayang? tanya ibu Yumna tidak percaya
" Iya kenapa, bicara sama ayah apa alasannya, nanti ayah yang akan cari jalan keluarnya dan bicara kepada keluarga admaja." kata ayah Yumna yang sama kagetnya dengan sang istri.
" Perjodohan ini, sudah diatur oleh kakek nenekmu sebelum beliau meninggal dan ayah ibu Afandi sebelum beliau meninggal juga. apa kamu tidak terburu dalam mengambil keputusan, coba cerita dulu apa yang terjadi." tambah sang ibu
Yumna tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya kalau dia mendengar pertengkaran antara Dimas dan Afandi. dan memberitahu ayahnya kalau Afandi tidak menyukai dirinya. jika ayah dan ibunya tahu mereka akan sangat marah.
" apa ada yang terjadi tadi siang saat kamu kerumah keluarga admaja? tanya sang ibu dengan lembut
Yumna tersenyum dan mengangkat kepalanya.
" Tidak Bu... jadi begini yah... Yumna ingin melanjutkan kuliah ke Jakarta. dan Yumna tidak ingin terikat perjodohan disana. memangnya ini jaman apa yah, mengapa masih saja kita dijodoh-jodohkan. siapa tahu nanti Yumna ketemu jodoh Yumna disana, jika nanti mas Afandi adalah jodoh Yumna kita akan ketemu lagi kok." kata Yumna sambil tersenyum.
Yumna memang sudah mengatakan jauh-jauh hari kalau dia ingin melanjutkan kuliah di Jakarta dengan jurusan kedokteran. Tapi dia tidak pernah berfikir kalau dia akan memutuskan perjodohan dirinya dengan Afandi, karna yang sebenarnya dia sudah menyukai Afandi jauh-jauh hari dan sudah menempatkan Afandi didalam hatinya. tapi dia juga tidak ingin memaksakan perasaannya kalau sebenarnya Afandi tidak menyukai dirinya.
Ayah Yumna akhirnya kerumah keluarga admaja bertemu dengan Dimas dan memberitahu semuanya. Dimas dan Amanda sangat kecewa karena mereka sudah menyukai Yumna, tapi mereka bisa apa, apalagi Afandi juga tidak pernah setuju dengan perjodohan ini.
" kalau mereka berjodoh mereka pasti akan bertemu." kata ayah Yumna
Afandi pulang kuliah dan berpapasan dengan ayah Yumna, dia memberi salam. ayah Yumna berhenti dan menatap Afandi sedikit lebih lama
" Kamu akan menyesal tidak menerima anakku nak." kata ayah Yumna pelan kepada Afandi sambil menepuk pundaknya dan kembali berjalan.
Afandi melihat kearah ayah Yumna sambil terdiam memikirkan perkataannya.
" Siapa dia mas?" tanya Afandi
" Ayahnya Yumna. dan kamu tahu kenapa dia datang kemari?... dia membatalkan pertunangan kamu dengan Yumna.
" Hah... benarkah? Alhamdulillah...." kata Afandi dengan senangnya
" Bodoh kamu..." kata Dimas sambil memukul kepala Afandi.
Tapi Afandi tidak memperdulikan kakaknya dia sangat senang karena perjodohan antara dirinya dan Yumna telah dibatalkan, sekarang dia tidak terikat dengan siapa pun. tapi yang menjadi pertanyaan kenapa tiba-tiba keluarga Yumna membatalkan perjodohan ini.
" Ah... aku tidak perduli, akhirnya aku bebas." kata Afandi dengan lega.
Hari berlalu dengan cepat, Yumna sudah berangkat ke Jakarta. dia sudah diterima disebuah universitas jurusan kedokteran. Waktu memang berjalan dengan cepat Yumna melewati hari-hari dengan baik dia mendapat teman yang sangat baik, dia juga dengan cepat memahami semua materi dan menjadi salah satu mahasiswa terbaik ditingkatkannya.
2 tahun berlalu.
Yumna sangat rindu dengan kota Jogja yang membesarkan dirinya selama ini. kota yang penuh kenangan. liburan semester kali ini dia ingin kembali dan menghabiskannya di kota kelahirannya itu.
Yumna telah tumbuh menjadi sangat cantik dan dewasa. dulu dia cantik tapi sekarang dia lebih cantik lagi. pembawaannya yang dewasa dan tenang lebih memperlihatkan keanggunannya. banyak laki-laki yang menyatakan cinta kepadanya, tapi jujur dihati Yumna masih ada Afandi, laki-laki yang telah menempati hatinya begitu lama.
Berbeda dengan Yumna yang masih menutup hatinya. Afandi justru sudah membuka hatinya kepada seorang wanita yang kini telah dipacarinya. Dia sudah mengenalkan Vanya kepada kakak dan kakak iparnya, tapi mereka tidak sedikitpun menyukai Vanya. jadi Afandi menjalin hubungan rahasia dengan sang kekasih saat ini.
Yumna telah kembali, dia berlibur dengan kedua orang tuanya disebuah pantai dikota Jogja. Pagi hari Yumna berjalan-jalan ditepi pantai dengan ombak yang masih sangat besar. Dia terdiam tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. sosok pria yang sedang berdiri menatap kearah laut dengan raut wajah yang penuh dengan amarah. sosok laki-laki itu adalah Afandi.
" Mas Afandi?" gumam Yumna dalam hati
Dia berbalik ingin meninggalkan tempat itu, tapi dia terdiam. tidak selamanya dia harus melarikan diri seperti ini.
Yumna menghela nafas panjang berbalik dan melanjutkan perjalannya, dan ketika dia sampai ditempat dimana Afandi berdiri, dia melewatinya begitu saja.
" Tunggu..." kata Afandi
Yumna berhenti, dia terdiam kemudian berbalik, menatap Afandi dengan tatapan penuh tanya. apakah kata-katanya tertuju kepada dirinya sambil menunjuk tangan kepada dirinya.
" Iya kamu, kamu tidak sopan sekali ya berjalan begitu saja tanpa permisi dan menyapa?" kata Afandi
Yumna kaget dan tersenyum. lalu berbalik meninggalkan Afandi. dan Afandi semakin kesal dengan sikap Yumna yang acuh tak acuh kepada dirinya.
Tadi malam dia memergoki Vanya bersama pria lain kesini. dan dia tahu yang sebanarnya kalau Vanya mengincar kedudukan dikeluarga admaja selama ini. cinta nya kepada Afandi tidak pernah tulus. Inilah tujuannya pergi kesini bukan untuk berlibur dan itu pula lah yang membuat Afandi dipenuhi dengan amarah.
Hari ini berlalu, sudah berhari-hari Yumna dan keluarga menghasilkan waktunya disini kini saatnya dia kembali kerumah. Ketika dia berada dilobi, dia bertemu lagi dengan Afandi yang juga akan meninggalkan hotel ini. Afandi merasa tidak asing dengan gadis didepannya dia terus menatap gadis yang berada didepannya itu yang tidak lain adalah Yumna.
ketika keluar, didepan Afandi melihat ayah Yumna sendang berbicara dengan Yumna. Afandi mengingat-ingat kembali sosok pria yang sedang berbicara dengan Yumna. berapa kagetnya Afandi mengingat kalau laki-laki itu adalah ayah Yumna. dan yang lebih mengagetkan lagi gadis itu adalah Yumna. meskipun Afandi tidak yakin kalau itu Yumna tapi dia terus berfikir kalau gadis itu adalah Yumna, orang yang pernah dijodohkan dengan dirinya dulu. gadis yang sangat cantik ternyata.
Sampai dirumah Afandi mencari kakaknya. dia meminta foto Yumna yang diberikan kepadanya dulu. setelah melihatnya dan mencocokkannya dengan foto yang diambilnya diam-diam tadi dan ternya benar, gadis yang ditemui nya tadi adalah Yumna. tunangannya, eh mantan tunangannya.
" Kenapa sih Di...?" tanya Amanda
" Mbak... liat ini." Afandi memperlihatkan foto yang diambilnya tadi kepada Amanda.
" Itu Yumna, kalian bertemu dimana? apa dia sudah kembali? tanya Amanda
" kembali dari mana mbak?"
" Dia kuliah di Jakarta."
Afandi terus memikirkan Yumna. ternyata dia gadis yang sangat cantik dan sepertinya dia juga kalem dan lembut.
Amanda menceritakan kepada Dimas apa yang terjadi dengan Afandi.
" Pasti dia menyesal tahu kalau Yumna gadis yang sangat cantik." kata Dimas sambil tersenyum tipis
Hari berikutnya, Afandi mencari tahu tentang Yumna dia pergi kerumah Yumna, diam-diam mengikuti Yumna dan memperhatikan dia dari kejauhan. semakin kesini Afandi semakin tahu bagaimana Yumna. dia menyesal mengabaikan Yumna dulu tanpa mencari tahu bagaimana Yumna sebenarnya.
Dimas dan ayah Yumna telah bertemu, mereka saling bercerita tentang Yumna dan Afandi. saat dipantai sebenarnya ayah Yumna tahu Afandi dan Yumna sempat bertemu, tapi dia pura-pura tidak tahu membiarkan cinta di antara mereka tumbuh sewajarnya.
Mereka juga sepakat masih ingin menjodohkan Afandi dengan Yumna. mereka tahu apa yang terjadi sebenarnya 2 tahun yang lalu dan mereka membuat sandiwara waktu itu agar cinta dapat tumbuh diantara keduanya. itu alasan mengapa selama ini Dimas tidak pernah menyetujui Afandi menjalin hubungan serius dengan gadis lain. sedangkan mereka tahu kalau Yumna masih memiliki rasa kepada Afandi selama ini.
" Yumna sayang, usiamu sudah 20 lebih, aku dan ibumu sudah menjodohkan lagi kamu dengan orang lain. pria ini sangat baik dan aku yakin kamu pasti akan menyukainya nanti ."
" Tapi yah... Yumna belum lulus kuliah, Yumna tidak ingin dijodohkan lagi. Yumna takut yang dulu akan terulang lagi."
" Memangnya apa yang terjadi dulu." tanya ibu Yumna
Yumna menutup mulutnya dan berlari kekamarnya.
" Pokoknya, besok kita akan bertemu dengan keluarga pihak laki-laki." kata ayah Yumna
" Yah... apa tidak apa-apa tidak menceritakan semua kepada Yumna?"
" Tenang Bu... ini akan menjadi sebuah kejutan untuk Yumna. aku yakin dia akan bahagia. ibu tahu kan dia tidak pernah melupakan Afandi."
Hari ini Yumna bersiap bertemu dengan Afandi, meskipun mereka sama-sama tidak mengetahui. sama-sama merasa kecewa, tidak ingin dijodohkan lagi. tapi keduanya sama-sama pasrah mengikuti keinginan keluarga mereka.
Yumna dan keluarga sampai disebuah restoran yang sangat bagus. dia berjalan dengan tidak semangat, sambil terus mengikuti langkah kedua orang tuanya tampak dia tidak memperhatikan tujuannya. begitu juga dengan Afandi dia terlihat acuh dan hanya duduk diam tidak memperhatikan siapa yang datang menghampiri dirinya.
Yumna kaget melihat Dimas dan Amanda berada di restoran yang sama dan sepertinya mereka berjalan mengarah kemana Dimas dan Amanda berada. dia juga melihat Afandi, namun dia terus duduk dan tidak memperhatikan kedatangan Yumna.
" Selamat datang..." kata Dimas sambil berdiri dan menyambut ayah Yumna dan keluarga
Afandi berdiri dan betapa kagetnya dia melihat Yumna berdiri disampingnya dengan kedua orang tuanya.
Setelah memberi salam Yumna duduk didekat Afandi, mata Afandi tidak pernah lepas dari Yumna dia terus memandang Yumna dengan senyuman.
setelah makan mereka berbincang-bincang tentang rencana dan tujuan mereka bertemu hari ini.
" Jadi..."
Sebelum ayah Yumna menyelesaikan kata-katanya
tiba-tiba
" Saya setuju om..." kata Afandi dengan keras
semua kaget melihat kearah Afandi dilanjutkan dengan tawa dari semuanya. termasuk Yumna yang tersenyum melihat Afandi.
Hari itu disepakati kalau Yumna dan Afandi akan menikah setelah Yumna menyelesaikan kuliahnya.
Semua berakhir bahagia. saling mencintai
TAMAT