Di sebuah desa hiduplah seorang keluarga yang tinggal di rumah yang sangat sederhana, keluarga itu terdiri dari seorang ibu yang sudah mulai tua dan seorang anak laki-laki yang bernama rendy. Mereka sangat sulit sekali untuk mencukupi makan sehari-hari, karena rendy adalah anak yang pengangguran dan tidak lulus sekolah. Dan ibunya hanya berjualan kerupuk dengan hasil yang tidak seberapa itu. Pada malam hari rendy dan ibunya duduk di teras depan rumah, dan sangat asik mengobrol.
"Ibu...rendy ingin pergi keluar kota, rendy ingin bekerja untuk mencukupi kebutuhan kita buu". Ucap sang rendy kepada ibu nya
"Tapi nak.. kamu akan kerja apa disana? Kamu kan sekolah tidak sampai lulus nak". Ujar sang ibu
"Kerja apa saja bu, selagi pekerjaan itu halal dan cocok sama rendy".ucap rendy
"Apakah kamu yakin nak..dengan semua keputusan kamu ini, coba fikirkan lebih matang lagi nak". Jawab sang ibu
"Iyaaa ibu..rendy sudah fikirkan ini dengan matang, dan besok rendy akan berangkat ke luar kota". Ujar rendy kepada sang ibu
"Baiklah kalau emang itu keinginan kamu nak, ibu di sini hanya bisa mendoakan kamu agar bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus". Ucap sang ibu kepada rendy
"Iyaaa ibu...ridhoi lah anak mu ini bu, agar rendy di beri kelancaran dan kemudahan untuk mencari rezeki sama Allah swt". Ujar sang rendy
"Pasti nak... ibu di sini pasti akan selalu mendoakan mu". Jawab sang ibu
Mereka pun berpelukan, ibunya meneteskan air matanya, Karena rendy yang akan pergi meninggal kan nya sendiri di rumah. Karena sudah larut malam akhirnya ibunya berniat untuk pergi ke kamar karena dia merasa sangat lelah. Sedangkan rendy mempersiapkan baju yang akan di bawa ke perantauan, dia tidak lupa untuk membawa foto orang tua nya itu. Dan setelah selesai rendy pun berniat untuk istirahat karena besok dia akan bepergian jauh.
Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu telah tiba,dimana hari ini rendy akan berangkat merantau. Ibu nya merasa sangat sedih sekali karena akan di tinggal oleh anak satu-satu nya itu.
"Ibu... rendy pamit berangkat dulu yaa.. jaga diri ibu baik-baik ya, jangan sampai kecapekan. Rendy pasti akan selalu mengabari ibu di setiap waktu". Ucap rendy kepada sang ibu
"Iyaa nak.. jaga dirimu baik-baik disana, jangan lupa ibadah nya nakk".
"Iyaa ibu..ya sudah kalau begitu rendy berangkat dulu, Assalamualaikum". Ucap rendy
"Walaikumsallam, hati-hati nak". Jawab ibu nya
Ketika tiba di perantauan akhirnya dia mendapat pekerjaan sebagai pengangkut pasir. Meskipun dengan gaji yang tidak seberapa dia tetap bersyukur karena telah mendapat pekerjaan. Dan tidak terasa telah 1 bulan dia merantau, dan gaji pertamanya dia berikan kepada ibu tercinta yang ada di desa. Dan rendy pun menelepon ibunya.
"Assalamualaikum..". Ucap rendy
"Walaikumsallam nak".jawab sang ibu
"Ibu...tidak terasa rendy sudah 1 bulan di sini, dan rendy ingin memberikan gaji pertama rendy kepada ibu". Ujar sang anak kepada ibunya
"Ya allah nak.. sungguh mulia sekali hatimu,terima kasih yaa nak. Bagaimana disana nak? Apakah kamu betah disana? Ibu kangen banget sama kamu nak".
"Rendy juga kangen banget sama ibu, dan ibu tenang aja rendy disini betah kok, dan teman-teman rendy di sini sangat baik, ibu di sana jaga diri baik-baik yaa". Ujar rendy
"Iyaa nak". Jawab sang ibu
"Ya sudah ibu, adzan sudah berkumandang rendy mau sholat isya' dulu. Assalamualaikum". Ujar rendy
"Iyaa nak,Walaikumsallam".
Hari demi hari telah terlewati, gaji demi gaji pun telah ia dapati, dan semuanya dia kirim kepada ibu nya. Sekarang ibunya sudah merasa cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan tidak perlu berjualan kerupuk lagi. Dan tidak terasa bertahun-tahun telah terlewati, dan tidak terasa rendy sudah merantau selama 4 tahun. Rendy sekarang sudah sukses bahkan sudah merenovasi rumah nya yang ada di desa. Ibunya merasa sangat bahagia sekali karena melihat keberhasilananak nya itu. Suatu ketika rendy bekerja 24 jam, karena banyak sekali pemesanan.Sehingga membuat rendy kecapekan. Di tengah-tengah perjalanan, tiba-tiba rendy hilang konsentrasi sehingga dia tabrakan dengan bus yang melaju sangat kencang, Dia pun langsung terjatuh ke jurang yang curang.
Lalu polisi dan warga mulai berdatangan, dan para korban pun segera di larikan ke rumah sakit termasuk rendy. Dan pihak rumah sakit pun menelfon ibu nya rendy, sehingga membuat ibunya sangat khawatir kepada keadaan rendy. Tetapi ibunya hanya bisa berdoa, karena dia tidak bisa menjenguk rendy di perantauan. Satu minggu kemudian, tetapi rendy masih tetap di rawat di rumah sakit, dan dia msih kritis. Ibu nya hampir setiap waktu berdoa untuk kesembuhan anak nya itu, dan dia terus menangis. Dan sekitar jam 09:00 WIB, pihak rumah sakit memberitahu bahwa rendy tidak bisa di selamatkan lagi, ibunya sangat sedih sekali mendengar berita itu, dia sangat rapuh. 10 jam kemudian mayat rendy pun telah tiba yang diantar oleh ambulance, ibunya pun menangis dengan historis dan tidak bisa menahan kepiluan ini. Dia pun langsung membuka peti mayat nya dan melihat rendy sudah di bungkus sama kain kafan. Ibunya pun langsung memeluk mayat rendy dan terus menangis. Dan beberapa menit kemudian mayat rendy pun di sholatkan dan langsung di makam kan.
Dari kisah ini, terceminkan bahwa semua makhluk hidup itu tidak tahu kapan ajal kita menjemput, maka dari itu selagi kita masih bisa bernafas, gunakan lah waktumu ini dengan beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah swt. Dan hormatilah orang tua serta sayangi lah mereka selagi masih ada.