Sachiko, kedengarannya nama yang sangat bagus bukan? Sachi yang berarti kebahagian dan ko yang berarti anak, yang jika digabungkan maka memilik arti anak yang memberi kebahagiaan dan keberuntungan. Tapi itu semua tidak berlaku bagiku.
Kejadian ini sudah lewat beberapa tahun yang lalu. Waktu itu aku dan keluargaku akan pergi untuk liburan musim panas. Tapi siapa sangka liburan musim panas itu akan menjadi sebuah tragedi yang sangat menggenaskan.
Tiba-tiba saja mobil yang kami kenakan mengalami kerusakan pada remnya dan mengakibatkan kecelakaan berantai yang memakan banyak korban. Termasuk aku dan keluargaku. Menurutku kejadian itu bukanlah tak disengaja, melainkan sudah di rencana kan matang - matang.
Dan yang benar saja sekarang aku tidak bisa pergi ke alam baka dan menjadi arwah penasaran. Bahkan aku menjadi legenda yang di rumorkan itu. Mereka menyebutku sachiko si wanita muka rusak.
Apakah aku terlihat cantik? Jika kamu tidak menjawabnya maka bahaya akan menimpamu dan jika kamu menjawabnya maka dia akan terus mengikutimu sambil terus menanyakan "Apakah aku terlihat cantik?" ,itulah rumor yang mereka bicarakan tentang diriku. Dan aku menjalani hidupku ini dengan menakut-nakuti semua orang persis seperti apa yang mereka rumorkan. Hingga suatu saat aku bertemu dengan dirinya.
Apakah aku terlihat cantik?
Aku menakutinya dengan wajah terseramku waktu itu. Tetapi anehnya dia tak menunjuk kan reaksi terkejut atau bahkan ketakutan ketika melihatku. Dia terus berjalan tak menghiraukanku. Aku penasaran dengannya dan kuputuskan untuk mengikutinya dan sesekali mengganggunya dengan pertanyaan konyol itu.
"Diamlah kau berisik sekali!!"
"Akhirnya kau tak mengabaikanku. Apakah kau tidak takut melihatku?"
"Takut? Tentu saja aku takut, melihat wajahmu yang penuh luka seperti itu membuatku merinding. Tapi lebih menakut kan lagi jika aku tak segera pulang."
Apa? Kenapa? Apakah dirumahnnya ada monster yang lebih menakutkan dariku? Jika dia tak segera pulang akankah monster itu akan segera menerkamnya dan mencabik - cabik tubuhnya? Aku terus berfikir dan tanpa sadar aku mengikutinya pulang.
Setelah sampai dirumah dan benar sesuai dugaanku. Tidak, itu bukan monster melainkan iblis yang menyerupai manusia. Anak itu memanggilnya Ibu.
Plak!!! ,sebuah tanparan mendarat tepat diwajahnya dan menimbulkan bekas luka.
"Kau lihat sudah jam berapa ini dan kau baru pulang. Dasar anak tak berguna!!", bentak sang ibu.
"M-maafkan aku ibu, tadi ada anak kecil yang tersesat jadi aku mengantarkannya pulang terlebih dahulu."
"Sudahlah tidak usah banyak alasan. Sebagai hukumannya kau tidak akan dapat jatah makan selama tiga hari."
"T-tapi bu...."
Belum sempat anak itu melanjutkan perkataannya iblis itu pun menyerat dan mengurung anak itu didalam gudang yang gelap dan dingin sendirian. Anak itu tak bisa berbuat apa - apa. Yang bisa dilakukannya hanyalah menangis dan meratapi nasibnya. Sebenarnya aku ingin menghiburnya tapi, apa yang bisa ku lakukan yang ada dia malah ketakutan melihat wajahku.
"Apa? Jika mau bicara bicara saja, jangan terus menatapku dengan wajah seram mu itu."
"Emm..anu..itu..t-tidakkah kau berfikir untuk kabur dan terbebas dari sini?"
"Hah..kau bicara apa mustahil bagiku untuk keluar dari neraka ini. Kau bahkan tadi melihatnya sendiri bagaimana ibu memperlakukan ku. Jika aku kabur darisini, maka hal yang sangat buruk akan terjadi padaku."
"Kau tidak perlu khawatir. Aku bisa membantumu jika kau mau."
"Menyedihkan sekali bukan? Bahkan hantu saja simpati kepadaku."
"Aku tidak berbohong. Aku serius mengatakannya. Aku akan membantumu tapi dengan satu syarat."
"Aku sudah menduganya. Apa syarat itu?"
"Aku akan mengambil nyawa ibumu dan mencabik- cabik wajahnya lalu meminum semua darahnya tanpa tersisa sedikit pun."
"Kau gila? Tidak aku tidak menginginkan itu. Kau pergilah dari sini. Aku tidak membutuhkan bantuanmu itu."
Anak itu sungguh memiliki hati yang sangat baik. Bukankah itu hanya ibu tirinya saja. Tapi dia sangat menghawatirkan ibunya yang bahkan sudah memperlakukannya seperti itu. Tak ada orang yang sebaik dirinya.
"Kau tau aku tadi hanya becanda, jadi jangan marah seperti itu."
"Becandamu sangat tidak lucu."
"Baiklah aku akan mengubah syaratnya. Jika kau bisa mengubah rumor tentang diriku maka aku akan membantumu keluar dari sini dan kau tidak akan mendapatkan siksaan lagi darinya. Bagaimana, kau setuju?"
"Itu..sangat mustahil dan aku tidak yakin dapat melakukannya. Tapi aku tidak menyerah, aku akan mencobanya."
~~~
Apakah aku terlihat cantik?
Jika kau melihatnya dan mendengar suara itu maka katakanlah "permen coklat ini sangat enak, aku akan memberikannya jika kau mau." dan seketika dia akan pergi dan tidak akan menganggumu lagi.
Dan begitulah cara dia melakukannya. Tak membutuhkan waktu lama rumor tentang diriku berubah, sungguh tak dapat dipercaya perkataan konyol itu. Tapi memang itulah yang terjadi dan sesuai janjiku, aku membantunya keluar dari rumah neraka itu.