Namaku Ayra saat ini aku sedang mengenyam pendidikan disebuah sekolah menengah pertama yang ada di kota kelahiranku.
"Ayra bangun sayang", ucap Mamaku sembari
mengetuk pintu kamarku. "Hoam... Ya Mama aku bangun", ucapku sembari menguap.
Setelah mandi dan bersiap siap dengan sera
-gam sekolah dan tas yang bertengger manis di pundaku aku pun turun kebawah untuk sarapan bersama keluargaku.
"Papa dan Mama akan pergi keluar kota sela
-ma 3 atau 4 hari. Apa kau tak masalah dirumah sendiri sayang", ucap Papaku yang sedang menyantap sarapanya. "Mmm...", jawabku sembari mengangguk karna mulutku sedang penuh dengan makanan.
"Lagian juga ada bi Sumi dan pak Slamet", ucap
ku yang sudah menelan makanan yang ada di mulutku.
Setelah berpamitan aku segera mengayuh sepe
-da biruku menuju sekolah. Aku menolak diantar Papa sekolah karna sekolahku cukup dekat dengan rumah.
Setelah pelajaran yang membosankan, tibalah waktu istirahat. Dengan semangat aku membuka kotak bekal yang dibawakan Mamaku.
"Ayra", panggil Kana sahabat kecilku dari saat aku kelas 2 SD. " uhuk uhuk", aku terbatuk batuk karna kaget dengan panggilan Kana.
" Nih minum ",ucap Kana sembari menyodorkan minuman kepadaku. " Gluk gluk ", dengan cepat aku meminum air yang Kana sodorkan. " Hais.. kau ini ", ucapku jengkel. " Hehe ya maaf ", ucapnya dengan wajah tanpa dosa.
" Nanti pulang bareng ya ", ajak Kana. " ngapa
-in rumah mu kan tak searah ", ucapku sembari mengangkat satu alisku. " Hehehe ada PR bahasa indonesia bantu ya", ucapnya sembari menyengir bagai kuda. "mmm... baiklah" ucapku lalu melanjutkan makanku yang tertunda.
" Kring... Kring...", bel pulang berbunyi. semua orang dikelas berbondong bondong meninggalkan kelas. " Ayo Kana ", ucapku sembari menggandeng tangan Kana. " Kana kenapa dingin sekali tangan mu !" Pekiku saat memegang tangan Kana. Kana hanya tersenyum menanggapi wajah cemasku. "Wajahmu juga pucat apa kau tak apa apa", ucapku panik.
" Aku tak apa apa mungkin karna aku lapar ",
ucap Kana sembari tersenyum. " Baiklah ayo kerumahku kau bisa makan disana", ucapku lalu menarik tangan dingin dan pucat milik Kana.
Sepanjang jalan menuju rumah aku dan Kana hanya bercanda gurau. Tapi anehnya Kana yang biasanya sangat cerewet berubah menjadi sedikit pendiam. Aku hanya berpikiran positif saja siapa tahu Kana diam karna lapar.
" Brumm... brummm... ", terdengar suara knalpot
motor yang berderu kencang. " Ayra awas ", ucap Kana lalu menariku. Karna kaget aku terjatuh dan kepalaku menambrak sebuah batu dengan keras.
Sebelum kesadaranku hilang aku melihat
Tubuh Kana berdarah. Sepertinya dia tertabrak motor saat menyelamatkanku. Tak beberapa lama kemudian aku kehilangan kesadaranku.
" Hiks... hiks... ", terdengar suara orang menangis
disampingku. Karna terusik aku pun membuka mataku. " Enghh..." erangku saat mataku terkena silaunya lampu. Dimana aku ? Semuanya terlihat putih.
Aku menoleh kearah samping. Mamaku tengah
menangis sembari memeluk tanganku. " Mama ", ucapku lirih. " Ayra... Ayra kau sudah sadar sayang ", tanya Mamaku lalu ia pergi menemui Dokter.
Setelah diperiksa, Dokter mengatakan kondisiku sudah lebih baik. Lalu Dokter itu pun pergi meninggalkanku dan Mama.
Aku bertanya pada Mama apa yang sudah terjadi. Mamaku bilang aku tak sadarkan diri selama 1 minggu setelah kecelakaan motor waktu itu. Mama juga bilang ada seseorang yang menariku hingga aku tidak tertabrak motor.
" Kana !! ", pekiku. " Mama mana Kana ? ",
tanyaku dengan air mata yang membanjiri pipiku.
" Kenapa Mama diam saja ".
" Sebenarnya sayang, Kana sudah meninggal
beberapa waktu lalu saat kau pergi kerumah Nenek", ucap Mama. " Mama tidak bilang padamu karna pasti kau akan sedih", lanjut Mama.
" Deg ", aku menangis sembari berteriak didalam kamar rumah sakit. " Kana ", pekikku. Kena
pa Mama begitu jahat tak memberi tahuku.
Tiba tiba di depan pintu muncul seorang Perempuan berdress putih sembari tersenyum kearahku. perempuan itu adalah Kana sahabat kecilku.
Kana tersenyum sembari memandangku.
" Doakan aku ya Ayra. Biar aku tenang ", ucapnya lalu menghilang.
TAMAT