Saat di sekolah kami diberi tugas oleh guru untuk
kerja kelompok, masing masing kelompok berisi
5 orang. Kami disuruh membuat bantal sendiri
untuk di taro dikelas.
Kami pun berlima akan janjian kerja kelompok di
sekolah setelah pulang sekolah nanti. kami pulang
sekolah jam 15:00 Sore. Jadi kami tidak pulang
dan langsung mengerjakannya. tapi kami malah
bermain hingga jam 17:50 sore. karena sudah ham-
pir magrib kamipun buru buru mengerjakan tugas
kelompok kami. magrib pun tiba kami masih be-
lum menyelesaikannya jadi kami memutuskan
untuk pulang kemalaman.
Kami pun menelpon dan meminta izin dari orang
tua kami. kami berlima semua telah diizinkan
untuk pulang agak telat. karena adzan telah tiba
kami pun shalat magrib terlebih dulu baru lanjut
menyelesaikan tugasnya. Setelah selesai shalat
magrib, sekolah terlihat sangat gelap dan menye-
ramkan. kelas kami berada di lantai 2 karena
gelap kamipun tidak ada yang berani untuk naik
ke atas.
Dari pada kami tidak naik naik, kamipun memu-
tuskan siapa yang naik duluan dengan batu
gunting kertas. setelah selesai bermain batu
gunting kertas aku pun terpilih untuk naik
ke atas duluan sedangkan 4 temanku yang lain
mengikuti dari belakang. setelah sampai di
lorong kami lebih merasa takut karena lorong
sekolah lebih gelap dan menyeramkan akibat
lampu belum dinyalakan. kamipun buru buru
ke kelas untuk menyalakan lampu. kamipun
merasa lega karena sudah tidak gelap. akibat
yang tadi kamipun buru buru menyelesaikan
tugas lalu pulang.
Jam 20:00 Malam. Kami pun istirahat akibat kecapean. karena suasananya yang seram kami
pun bercerita horror. saat ditengah tengah cerita
horror lampu kelas pun mati. kami teriak karena
terkejut. setelah semuanya sudah tenang aku langsung maju kedepan untuk menghidupkan lampunya. lampunya tidak bisa dinyalakan. saat aku keluar pintu kelas, rumah disebrang lampunya
menyala. tapi hanya disekolah yang lampunya
mati, Karena listrik sekolah mati kami berlima
pun memutuskan untuk berhenti dan melanjutkan
tugasnya esok hari. jadi kami mengambil tas
dan pulang tapi.
Pintu kelas kami tiba tiba terbanting. kami semua
terkejut dan berfikir positif kalau itu adalah angin.
Setelah selesai berkemas kami pun keluar dari
kelas dan pintu itu terbanting lagi. kami terkejut
lagi, dan yang membuat kami bingung tidak ada
angin disini. kami tetap positif dan memaksa
berfikir kalau itu adalah angin. jadi kami
menghiraukannya dan jalan menuju kebawah.
tapi bunyi pintu terbanting terdengar lagi tapi
sekarang itu suaranya di kelas lain. karena situasi
ini sudah ga normal kamipun berlari kebawah.
setelah sampai dibawah salah satu temanku
berteriak "Setan itu gaada". Dan dalam sekejap
kami pun melihat perempuan duduk ditangga
menatap temanku lalu perempuan itu tertawa.
kamipun berlari keluar dari gerbang sekolah.
setelah esok hari kami menceritakan itu kepada yang lainnya tapi tidak ada yang percaya kepada kami.
Sekian.....