Namaku adalah Nana hari ini adalah hari perkemahan yg diadakan pasca kenaikan kelas agar mendapatkan nilai tambahan.
Saat ini kita sudah berada dihutan, suasana terlihat indah, hijau dan menyegarkan
"Elin kita dipanggil pak Doni tuh ayo segera kesana, letakan handphone mu dan segera ikuti aku" ucapku kepada sahabatku
"Bentar...., Biar ku charger dulu handphone ku" ucapnya dan menyusul dibelakang ku
.....
Kini kita sedang berada di hutan bertiga..., tadinya pak Doni menyuruh kita untuk mengambil kayu bakar dan menyuruh anak dari kelas sebelah menemani aku dan Elin mencari kayu bakar
Kita sedang mencari kayu bakar yang tidak jauh dari tenda.., saat sudah cukup dengan kayu bakar yang kita kumpulkan....., Mata elang ku tak sengaja menampakkan sosok gadis yg tengah berjalan kedalam hutan yang lebih dalam
"Hai jangan kesana...., Kau tidak boleh pergi terlalu jauh" ucapku berteriak tapi tetap saja dia tidak mendengarkan ku dan tetap berjalan kedalam hutan yang lebih dalam
Saat aku ingin menghampiri gadis itu, aku merasa ada yg menepuk pundak ku dari belakang
"Aaaaaaaaaa" teriakku kaget
"Hai ada apa dg mu Nana? Apa kau baik baik saja" ucap elin yg ternyata dialah dalang yg menepuk pundak ku
Huff.... aku segera menghembuskan nafas lega. Sungguh aku sangat terkejut aku pikir siapa tadi
"Kenapa kau mengagetkan ku elin?!" Ucapku seraya geram
"Maaf Aku hanya mau bilang kita kembali saja kayu nya sudah lebih dari cukup untuk membuat api unggun"
Setelah selesai aku dan elin segera menuju ketempat tenda perkemahan kita, seperti biasa kita menyalakan api unggun dan melakukan permainan seperti tebak kata, lempar bantal jika berhenti maka dia harus mendapatkan hukuman dan bernyanyi bersama
......
..
Kini hari menjadi semakin malam dan gelap. guru guru dan teman teman lainnya pun sudah tertidur lelap menuju mimpinya masing² , tapi tidak untuk gadis cantik yg masih berkutat dg pikirannya
Setelah kejadian tadi Nana sangat penasaran dg sosok yg dia lihat tadi. siap dia apa dia sudah kembali? Sepertinya belum, karena dari tadi aku mencarinya tapi tidak dapat menemukanya?
Rasa penasaran ku semakin menggebu rasanya ada rasa resah dan janggal. batinku mengatakan 'lupakan dan tidurlah' tapi jiwaku dan hatiku resah memikirkan hal sebaliknya
Hatiku sudah sangat gelisah dan panik. Sampai aku melihat sosok yg berjalan diluar tendaku
Kini aku dibuat semakin gelisah, suasana berbuah menjadi menyeramkan, Susana dingin tiba tiba merambat keseluruh tubuhku seakan akan membuat diriku membeku dan tertusuk berbagai pisau yg menghantam secara bergantian.
Aku mencoba memberanikan diriku dan keluar dari tenda. tapi saat aku menengok ke kanan, kiri tidak ada siapa siapa diluar. saat akan kembali ke dalam tenda aku dikejutkan dengan adanya lampu senter yg menyala, pasalnya seingatku tadi tidak ada senter disitu??!
"Apa yg kau lakukan"
//Deg//
Jantung ku berdetak dengan sangat cepat, kakiku terasa lemas dan gemetar seakan sulit untuk berbalik.
"Hai, apa kau baik biak saja?"
Tunggu tunggu seperti nya aku kenal dg suara ini? Ah ya aku baru mengingatnya dia adalah mahasiswa dikelas sebelah
Aku segera berbalik dan berbicara dengannya, aku mulai bercerita tentang apa yg tadi aku lihat siang hari sampai aku tidak bisa tertidur.
Dan aku sangat kaget saat dia mengatakan jika dia juga melihat nya. bukan tadi siang melainkan tadi saat dia sedang berpatroli. yg memang ini adalah jamnya untuk berjaga
Saat ditengah pembicaraan, kami berdua kembali melihat sosok yg sama dan berjalan melewati kita tanpa menoleh pandanganya sedikit pun. Gadis itu hanya berjalan lurus ke depan dan dia mulai berhenti dan berbalik menatap kami berdua dan memperlihatkan senyum miringnya dan kembali berjalan.
Perasaanku menjadi semakin tidak enak, aku segera melirik laki laki yg berada disamping ku dan diangguki oleh dia. Kita sudah sepakat untuk mengikuti nya agar menghilangkan rasa penasaranku dan laki laki disamping ku yg aku yakini namanya adalah Rion
Kita mulai mengikuti langkah gadis itu, batinku heran bertanya² mengapa dia selalu menuju ke hutan itu?? sungguh aku dikejutkan dg munculnya kabut asap yg sangat tebal secara tiba tiba?
What kenapa tiba tiba ada kabut disini?
Aku terlebih kaget saat membuka mataku kembali dan melihat sekeliling. ohh tidak ini bukanlah hutan yg berada didekat tendaku, dimana ini?
Terlihat jelas bahwa hutan ini sangat menyeramkan ditambah kabut yg mengelilingi pepohonan yg berada disekitar ku, suara suara hewan buas mulai terdengar yg menambah kesan menyeramkan. udara semakin dingin angin bertiup kencang menerjang seluruh tubuhku rasanya tulang ku tergrogoti secara perlahan
Aku segera memeluk tubuhku sendiri agar dapat menghangatkan tubuhku. mata elang ku tersadar Diman Rion? Apa aku terpisah dengan nya?! batinku yg mulai takut
Ini sungguh menakutkan aku ingin sekali menangis dan berteriak mengatakan 'Tolong' tapi kata kata itu seakan menyangkut di tengorokan dan tidak dapat aku ucapkan.
Aku terus menelusuri hutan yg menyeramkan itu hingga mataku mulai menyipit dan memastikan apa aku benar benar melihat sebuah rumah tua?? Dan lagi... sepertinya rumah itu sudah tidak ditinggali selama bertahun tahun!!
Tapi lebih anehnya lampu dilantai atas masih menyala. Mana mungkin jika lampu itu masih menyala jika dia sudah tidak ditinggali selama bertahun tahun!!
Karena rasa penasaranku ini, aku mulai mendekat seraya meminta tolong. barang kali jika ada orang bukan? Aku akan meminta dia untuk menunjukkan jalan keluar agar dapat keluar dari hutan yg mengerikan ini
Mataku terbelak kaget saat melihat isi rumah ini, bersih rapi dan indah. Kagum hanya itu yg bisa aku pancarkan dari wajahku
Aku mulai berteriak meminta tolong tapi tidak ada jawaban sama sekali, aku mulai mencari ke sudut sudut ruangan. hingga menaiki lantai atas dapat aku lihat jika lampu diruangan yg berada di lorong paling pojok bersinar terang
Dengan langkah yg pasti aku Mulai mendekat dan membuka pintu kamar tersebut.
tubuhku bergetar, mulutku mulai mengangang badanku terasa mati rasa saat melihat seorang laki laki yang terikat di kursi dengan keadaan berlumuran darah dan lebih kagetnya lagi saat aku melihat jika sosok itu adalah Rion laki laki yg bersamaku tadi
Langkahku mulai memundur secara perlahan sebelum aku mendengar suara pintu tertutup dg sendirinya
Brak!!
Bunyi pintu tertutup sangat keras, tawa mengerikan mulai terdengar di gendang telingaku yg mampu membuat bulu kuduku berdiri ngeri
Terlihatlah sosok gadis dibelakang pintu yg membawa pisau ditangannya yg siap melayangkan pisaunya kearahku... langkahku memundur kebelakang sampai mengenai kursi disamping ku
"Aghhh shit.." dapat aku dengar suara rintihan kesakitan dari laki laki disamping ku, ternyata itu adalah Rion dia masih hidup tapi dalam keadaan tidak baik baik saja
Aku segera melepaskan ikatan dalam tubuh Rion dan mencoba menyelamatkan nya....
"Pergi !!... Cepat pergilah dari sini Nana!!" ucap Rion
"Tidak kita kesini bersama, maka kita harus kembali bersama" ucapku tegas yg padahal nyaliku sudah tidak kuat, rasanya ingin sekali aku pingsan disini sekarang juga
"Hihihihihihihihi matilah kalian" ucap gadis itu yg berlalu menghampiri kita berdua. wajahnya mulai berubah darah mulai mengalir dari perut gadis itu wajahnya mulai menguliti, mulutnya terlihat robek dan tangan satunya terpotong
Mengerikan tentu itu sangat mengerikan ternyata ini lah wujud asli dari gadis itu.
Dinding dinding disebelah ku mulai berubah menjadi ruangan yg gelap dan berlumuran darah dimana mana. ruangan yg tadinya terlihat indah kini menjadi menyeramkan
ilusi semua ini hanya ilusi !! apa yg mereka lihat dari awal itu semua hanya ilusi semata. rumah yg tadinya terlihat bersih dan indah menjadi kotor dan berlumuran darah dimana mana.
"Hihihihihi aku menginginkan nyawa kalian!!"
Ucap gadis didepan ku dan melayangkan sebuah pisau tepat didepan mataku
"AKHHHHhhhhhhhhhhh"
.
.
.
.
"Hos hos hos hos" nafasku tersengal sengal keringatku berkecucuran membasahi permukaan wajahku
Apa aku sudah mati? Apa aku sekarang menjadi arwah? Batinku memeriksa tubuh ku
Sepertinya aku baik baik saja?!
Huff apa aku sedang bermimpi? Kurasa iya ucapku menghela nafas panjang
"Tapi tunggu!!! kenapa aku berada disini!!!" Ucapku kaget saat melihat diriku berada didekat sungai yg tak jauh dari perkemahan
"Apa aku tidur disini semalaman? Tidak!! aku ingat persis terakhir kali aku berada diRumah tua didalam hutan!?"
Kenapa aku tiba tiba berada disini, batinku sebelum aku melihat luka gores dilengaku.
Tidak ini semua nyata!!
Luka ini aku dapatkan saat gadis ini melempar kan pisau kearahku!!
"Lalu siapa yg menyelamatkan ku?? Rion dimana Rion?" Ucapku melihat sekeliling
Saat aku melihat kearah seberang sungai sana mataku tak luput melihat sosok laki laki yg seraya tersenyum kepadaku.
"RION!!" Ucapku berteriak saat melihat rion
Tapi anehnya Rion hanya melihatku dan tersenyum lebar kearahku dan pergi berlalu menjauh dari sana
"Rion??kumohon" ucapku lirih sebelum pingsan
__________
____
Yaa Itu adalah kisah ku. yg sampai sekarang belum bisa aku ungkapkan apa semua itu nyata? Atau hanya halusinasi?!
Tapi aku yakin semua ini memang nyata?!
Rion memang nyata, setelah kejadian itu teman temanku mencari ku dan mendapati aku sedang tergeletak pingsan didekat sungai. Tapi anehnya mereka hanya menemukan ku dan tidak dapat menemukan Rion
Bahkan petugas tim sar pun sudah turut membantu mencari keberadaan Rion tetapi naas semuanya hanya sia sia
Sampai sekarang Rion tidak dapat ditemukan!!
Tapi aku yakin satu hal bahwa apa yg terjadi padaku itu memang nyata dan Rionlah yg telah menyelamatkan ku.
Rion Terimakasih sudah menyelamatkan ku. Walaupun aku tidak tahu kejadian yg sebenarnya....
Aku hanya bisa selalu berdoa agar kau bisa tenang dan bahagia disana(:
~End~
ini adalah cerita cerpen pertamaku jadi maklumi jika ada kesalahan kata atau typo soory kalo ceritanya gk seru):
Silahkan juga kalo mau mampir ke Chat story aku papay~😘
jangan lupa Like, Vote, and komentar
see you again....
_Halusinasi atau Nyata?!! tidak ada yang tahu! ini semua hanya akan menjadi misteri_