Di lorong sepi terdapat anak kecil yang sedang bermain, sesekali bertanya pada temannya tentang mainan baru yang ia beli di kota. Mata nenek tua itu langsung terpana melihat cemas cucunya yang tertawa sendiri, Ia langsung bertanya kenapa bicara sendiri.
Anak itu hanya tersenyum dan langsung lari ke kamar nya di ujung. Nenek menemani cucunya tidur karena sudah larut malam, anak itu mulai membuka matanya ia tidak benar-benar tertidur. Dan nenek sudah terlelap dalam tidurnya.
" Duk... duk... duk...."
Suara langkah kaki terasa jelas, anak itu menempelkan kepalanya kelantai kayu. Suara itu semakin mendekat anak itu merasa cemas ia langsung menuju ke atas kasur dan menyelimuti tubuh kecilnya dengan kain.
Gagang pintu kayu itu mulai bergerak dan pintu mulai membuka perlahan, tubuh anak itu bergetar hebat ia sangat ketakutan.
Ia sedikit membuka selimut yang menutupi tubuhnya tetapi tidak ada siapapun. Tiba-tiba lehernya terasa dingin ada rambut panjang di atas kepalanya.
Bau anyir tercium tajam ada cairan kental menetes ditubuh anak itu dan ia mulai menutupi hidungnya. Tangan dingin itu semakin mendekat menempelkan kuku-kuku yang panjang di pipinya, anak itu langsung berteriak ketakutan.
" arkhhhh..arkhhhh... tolong jangan bawa hendri...tolong!!! "
Nenek yang sedang tidur langsung terbangun dengan teriakan cucunya, ia langsung memeluk dan bertanya pada hendri nama anak itu.
" Kenapa hendri...? mimpi buruk sayang ?"
( Ucap nenek lembut penuh kekhawatiran )
" Ngga papa nenek....cuma mimpi buruk aja "
Keesokan harinya hendri berjalan-jalan di hutan pinus samping rumah tua itu, suasananya begitu asri suara burung dan angin saling bersautan. ia mengumpulkan biji-biji Pinus untuk dijadikan mainan.
Dari kejauhan ada gadis cantik melambaikan tangannya, berisyarat memanggil Hendri untuk menemuinya. Hendri mencoba mendatangi gadis cantik itu dan biji-biji pinus yang dikumpulkan jatuh berserakan. Gadis yang memanggilnya mulai melangkah menjauh, semakin kedalam hutan pinus yang tertutup kabut tebal.
" Kaka... kaka.... !!"
( Memanggil dengan lantang )
Hendri mulai masuk kehutan dan melihat gadis cantik itu tersenyum lalu hilang di bawah pohon besar. Hendri ingin memegang pohon besar itu tetapi tangannya langsung ditarik oleh nenek yang khawatir padanya.
" Hendri......ngapain kamu disini !!"
( Sambil memeluk erat )
" Jangan pernah main sampai masuk hutan berbahaya !!"
( Ucap nenek memperingati )
Nenek langsung menggandeng cucunya ia melihat suasana hutan yang sunyi, hembusan angin yang dingin membuat bulu kuduk merinding.
Sesampainya di rumah Hendri selalu bertanya keberadaan mamanya dan dia mulai bosan tinggal di rumah itu apalagi tanpa mamahnya.
" Nenek... dimana mama?"
" Kenapa hendri tinggal disini ..... Hendri pengen ketemu sama mama !!"
( Ucap Hendri kesal )
" Mama sedang bekerja sayang .... besok pasti pulang !!"
( Ucap nenek menenangkan )
Keluarga besar hendri sedang mengalami kebangkrutan, semua aset milik keluarganya harus di jual untuk menutupi kerugian. Yang tersisa hanya rumah kayu tua milik kakek dan sudah lama terbengkalai.
Hendri yang murung dan kesepian mencoba bermain mobil mainannya. Ia menempelkan mobil itu ditembok kayu yang lapuk, dan mulai mendorongnya sampai ke ujung.
Suara gesekan mobil terasa jelas terdengar, lalu ia tak sengaja menjatuhkan mobil itu dan bergerak menuju ke celah pintu kamar nenek.
Hendri terdiam sebentar rasanya takut untuk masuk kedalam, karena ada kakek yang terbujur lemah di kasur. Kakek yang sedang sakit parah kulitnya membiru dan rambutnya berantakan, hal itu sangat menakutkan bagi hendri. Menurut dokter kakek sakit stroke, tetapi seperti lebih dari itu.
Hendri mulai membuka pintu dan ia melihat mobil mainannya berada dibawah kasur. Hendri membungkukkan badan lalu merangkak dan mengambil mainannya. Ketika ia mulai berdiri hendri sangat terkejut, kakeknya tiba-tiba duduk dengan mulut terbuka.
"Arkhhhh... Arkhhhh...!!!"
Suara teriakan hendri terdengar jelas sampai ke dapur, nenek yang sedang masak pun menghampiri hendri takut cucunya kenapa-napa.
" Ada apa hendri..??"
( Sambil memeluk erat )
" Kakek.. kakek... duduk !!"
" Itu cuma halusinasi Hendri aja ya? lihat kakek lagi istirahat hendri "
Hendri sedikit tidak percaya melihat kakeknya yang sedang tidur terlelap, tadi begitu nyata kakeknya duduk dan begitu menakutkan.
Nenek sangat khawatir dengan cucunya itu karena akhir-akhir ini sering bertingkah aneh. Kakek tidak mungkin bisa duduk karena dia terkena stroke yang membuatnya terbaring di ranjang.
Besok malam Jumat kliwon nenek hendri menyiapkan bermacam-macam jenis bunga, ia juga menyembelih ayam cemani. Hendri antusias melihat penyembelihan itu dari lubang jendela, iya terkejut apa yang dilakukan neneknya dengan pak darmo yang merupakan tukang kebun setia kakek dari dulu.
Ia merupakan penjaga rumah tua ini ketika tidak digunakan. Nenek membawa gelas kaca ditangannya, lalu menadahkan gelas itu ke bawah leher ayam cemani yang disembelih agar bisa menampung darah yang mengalir. Hendri sontak menutup mata dengan kedua tangannya hal itu sangat menakutkan.
Setelah itu nenek mencampurkan darah ayam cemani kedalam air yang berisi berbagai macam bunga, dan mencipratkan darah itu disekitar tanah rumah tua ini.
Entah apa yang sedang dilakukan nenek dia hanya mengikuti saran pak darmo agar rumah ini bisa terhindar dari kesialan. Tiba-tiba bola kecil milik hendri menggelinding, seperti mengajaknya bermain. Hendri mencoba mengambil bola itu tetapi samar-samar suara seorang wanita memanggil membuat hendri penasaran.
" Hendri.... Hendri..... "
Hendri terpanggil dengan suara itu dia melangkah ke tangga tua didekat dapur yang menuju ruang bawah tanah. Tetapi dia tidak berani masuk karena tempat itu begitu gelap, berdebu dan pengap.
Hendri pun langsung lari menuju ke kamarnya, dan dari kegelapan terlihat wanita berambut panjang yang berdiri di pojok ruangan. Banyak darah di pakaiannya. Kuku panjang itu sampai menyentuh tanah. Wanita itu menatap penuh amarah.
"Krakk.. Krakk... Krakk "
Suara ranting tertiup angin kencang menggesek-gesek jendela kayu. Malam ini tak seperti biasanya terasa lebih mencekam. Suara burung gagak terdengar jelas makin lama makin menyeramkan. Nenek menyuruh hendri untuk cepat tidur dan dia menemani kakek disampingnya.
" Krakk... Krakk.....Krakk ....."
Suara itu terdengar lagi dan semakin keras yang membuat kakek terbangun dan matanya terbuka, kuku panjang itu menyentuh dinding kayu menggaruk-garuk sampai menuju pintu.
Kakek yang ketakutan tidak bisa melakukan apa-apa, badannya terbujur kaku di ranjang. Sosok itu semakin mendekat pakaiannya menyentuh tanah. Tangannya mulai meraba tubuh kakek, kuku-kuku itu menusuk kulit keriput kakek tua ini.
Rambutnya yang panjang menutupi wajah dan masuk ke mulut kakek yang menganga. Membuat kakek tidak bisa bernafas dia ingin sekali teriak namun mulutnya terasa kaku.
Ranjang kasurnya bergetar keras sontak nenek langsung terbangun dan melihat kondisi kakek yang menyedihkan. Nafas kakek yang tersengal-sengal sontak membuat nenek panik, ia berusaha menolong kakek tapi sia-sia kerena kakek sudah meregang nyawa.
Kejadian itu membuat nenek sangat sedih keesokan harinya kakek langsung dikuburkan di samping rumah dekat pohon pinus. Karena pemakaman sangat jauh dari sana mama dan papa hendri pun pulang mendengar kabar kakek yang meninggal.
Mereka sangat tidak percaya karena kakek tidak pernah memiliki penyakit asma. Orang tua hendri sangat khawatir pada putranya karena dari cerita nenek, hendri sering berbicara sendiri seperti ada teman di sampingnya. Dan hendri juga selalu mengatakan bahwa ia takut pada tante yang menyeramkan.
Maka orang tua hendri langsung mencari paranormal untuk membersihkan rumah itu. Dan mereka terkejut kata paranormal itu ternyata ada wanita yang ingin balas dendam pada kakek hendri.
Walaupun kakek sudah meninggal wanita itu akan terus mengincar sampai ke turunan kakek agar balas dendam itu terbalaskan. Dan paranormal itu bertanya apakah kakek pernah membuat sakit hati seseorang. Mereka semua tidak tau tentang kehidupan kakek dimasa lalu termasuk nenek. Tetapi ada satu orang yang sudah mengenal kakek sejak muda yaitu pak darmo.
Mereka pun mencari pak darmo dan menanyakan permasalahan itu. Awalnya pak darmo sangat ragu-ragu untuk menceritakannya. Tetapi karena kakek sudah tiada ia mulai berani untuk menceritakan apa saja yang terjadi selama ini.
Flashback
Dulu kakek memiliki seorang kekasih bernama purwa. Namun karena purwa merupakan anak dari buruh perkebunan milik orang tua kakek, mereka tidak setuju jika kakek menjalin hubungan dengan wanita beda kasta ungkapnya. Namun kakek sangat mencintai Purwa dia sudah terlalu jauh menjalin hubungannya sampai Purwa hamil.
Setelah tau Purwa hamil kakek sangat senang, tetapi orang tuanya yang tau langsung tidak setuju dan menyuruh Purwa menggugurkan kandungannya. Purwa yang tidak mau langsung pergi dan menagih tanggung jawab pada kakek.
Dan orang tua kakek mengancam tidak akan memberikan sepeserpun uangnya jika kakek menikahi purwa, lalu kakek menuruti apa yang diperintah orang tuanya. Akhirnya kakek akan menikah dengan seorang wanita yang dipilih orang tuanya, wanita itu adalah nenek.
Purwa pun sakit hati dan dia menemui kakek di rumah tua ini, karena purwa selalu meminta pertanggung jawaban membuat kakek naik pitam dan langsung membunuh purwa. Lalu jazadnya dikuburkan di ruangan bawah tanah rumah tua ini.
Cerita dari pak darmo membuat semua orang terkejut lalu bagaimana agar jiwa Purwa bisa tenang dan tidak membalas dendam lagi?. Paranormal itu menyuruh untuk mencari jazad purwa dan dikuburkan dengan layak.
Ayah hendri dan pak darmo langsung menggali tanah ruang bawah tanah untuk mencari jazad purwa. Tidak lama kemudian ditemukan tulang belulang manusia, lalu tulang itu dikubur dekat makam kakek. Dan didoakan agar jiwanya tenang.
Orang tua hendri langsung membawa hendri dan nenek ke kota. Mereka sudah menyewa rumah untuk ditinggali sementara agar mereka bisa hidup lebih tenang tanpa adanya gangguan.
Rumah tua itu tampak lebih sepi bangunannya yang lapuk memberi kesan menyeramkan. Pak darmo sedang menyapu pekarangan yang penuh dengan daun, dan ia tak sadar ada sosok wanita yang mengawasi, hembusan angin bertiup kencang bersamaan dengan sosok wanita yang mulai menghilang.