API MELAYANG di desa Berkabut...
Perkenalkan namaku Alya....Alya Prianka,kata orang orang namaku itu cukup bagus dikalangan pedesaan ini.
Kedua almarhum orang tua ku sangat pintar memilih nama,tapi mereka tak mengetahui apa arti dari namaku ini sehingga hidupku se-sengsara ini.
Hari ini aku sedang menjelajahi hutan belantara yang berada di bagian paling ujung dari desaku,desaku ini bernama Desa Berkabut,sebuah desa yang terletak di dataran tinggi,jadi akses menuju luar kota sangat minim.
Membuatku sedikit tertinggal teknologi,dan aku sendiri sangat ingin hidup dikota...namun itu bukan hal mudah.
Keseharianku ya seperti ini,aku mempunyai hobi untuk menjelajahi hutan hutan dan pegunungan yang ada disekitar daerahku.
Tak sekali dua kali,aku pernah dihampiri oleh makhluk halus,dulu aku pernah menaiki gunung yang tak jauh dari desaku,gunung tersebut cukup tinggi dan bodoh nya aku...aku tak pernah mewanti wanti bahwa disana ada sebuah pasar ghoib.
Aku menemukan sebuah cincin emas yang tergeletak di lereng gunung dan aku membawanya pulang,karena waktu itu jujur aku sungguh tersiksa hidup sebatang kara.
Saat perjalan pulang..tas ku yang berisi cincin terus bergoyang goyang secara spontan dan kencang.Wkatu itu aku belum merasa curiga 'Mungkin hanya tergesek ranting' begitu pikirku.
Semakin aku menuruni kaki gunung,entah mengapa tas itu terus bergoyang padahal sudah tak ada ranting besar yang bisa bergesekan dengan tas ransel milikku.
Hingga akhirnya aku mengeluarkan cincin itu dan langsung memakainya,aku takut jika seseorang sedang mengincar benda berharga yang baru kudapatkan itu.
Saat memasang cincin tersebut,benar saja..tas ranselku sudah tak bergoyang kembali,membuat hatiku lega dari rasa resah yang sedari tadinya aku rasakan.
Kakiku kembali melangkah dan melangkah menuruni gunung yang rimbun dengan pepohonan.
Aku memang mendaki sendirian,karena memang..aku tidak memiliki teman sehobi ku.
Setelah hampir sampai ke area peristirahatan terakhir saat menuruni gunung,kaki ku tiba tiba terhenti tanpa pengendalianku.
Kakiku berjalan sempurna ke arah yang berlawanan untuk pulang,aku berusaha menahannya tapi itu tak semuda melangkahkan kaki seperti biasanya.
Semenit dua menit aku berusaha,akhirnya aku menyerah dan mengikuti alur langkah kaki ku.
Tanganku yang awalnya mudah dikendalikan kini menunjuk sendiri ke arah sebuah bangunan kecil beratap alang alang yang sudah dirakit sedemikian rupa agar bisa menjadi atap bangunan tersebut,dengan dinding tripleks yang sudah tidak kokoh,membuatku prihatin akan bangunan tersebut,sangat berbeda jauh dengan keadaan tempat peristirahatan
Kakiku terhenti tepat didepan pintu kayu jaman dulu yang tampaknya sudah reod dan tak aman untuk dipegang.
"Rumah apa ini?dan kenapa aku kemari?!" batinku kesal dan berjalan pergi dari rumah tersebut,tapi kaki ku membeku disana,tak bisa bergerak.
'Aku terjebak!!' tanganku mulai gemetar dan pikiranku sudah tak bisa dikendalikan,apa lagi aku tidak tau apa yang harus aku lakukan jika terus seperti ini.
Ingin meminta tolong pun juga tak ada gunanya...gubuk ini sudah jauh dari tempat peristirahatan,hari juga sudah mulai gelap.
"Tuhan bantu aku,bawa aku pulang...aku takut" mohonku saat itu sembari memandangi sekeliling ku yang penuh hutan rimbun.
Bulu kudukku kembali berdiri ketika mendengar suara desas desus hewan liar yang sepertinya sedang mencari makanan.
Kaki ku benar benar tak bisa digerakkan,lalu bagaimana aku harus berpindah dari tempat ini?hiks...aku sungguh takut
Aku mengambil senter kecil di ranselku,mungkin ini akan membantuku untuk bermalam disini.Aku mengambil karpet kecil dari ransel dan menggerai nya dilantai gubuk yang berbahan kayu,meski kakiku masih tak bisa digerakkan tapi inilah satu satunya caraku untuk bisa melewati malam yang akan datang.
Senja sudah mulai lewat,suara kicau burung yang kembali ke sangkar sangat nyaris tak terhalang dari gendang telingaku,suara jangkrik mulai terdengar.
Namun kenapa kakiku masih membeku seperti ini?!!
'Apakah karena cincin ini?' batinku memandangi jari manis ku yang tersemat sebuah cincin emas berbatu permata merah delima yang mengkilat.
Tanganku mulai berulah,aku berusaha melepaskan cincin ini.
'HIAAKKK' teriakku saat menarik kuat cincin yang tersemat di jari manis ku.
Namun sayang,cincin ini sudah melekat betul disini,apakah cincin ini yang membuatku terjebak di rumah tua ini?dan bagaimana itu terjadi?
Aku sudah berusaha melepaskan cincin ini,tapi apa daya...sudah tak bisa diusahakan lagi...biarlah malam ini aku bermalam disini.
"Kriikkk!!"
"Krikkk"
Suara jangkrik mulai mengisi hari malamku diterpa angin malam yang sangat dingin,tak kerasa sudah beberapa jam aku berada disini.
Aku mengambil jaket tebalku didalam tas ransel besarku,karena dingin sudah menggelora di rumah tua ini.
Aku mengusap usap lenganku karena dingin yang sangat terasa dan menembus jaketku.
Didalam gubuk sangatlah gelap,membuatku enggan untuk masuk.... "lebih baik aku kedinginan disinj dari pada masuk kedalam sana" pikirku.
Saat Surya benar benar tenggelam menyisakan malam yang diisi rembulan,tak khayal jika aku mendengar suara vinatang buas,serigala contohnya.
"AUUUUUUU AUUUUU"
Suara auman itu terus memenuhi gendang telingaku,apa mungkin mereka akan memakanku?tapi tidak....aku pasti bisa kembali pulang.
Saat hendak menutup mata agar fajar cepat menyinari tubuhku,tapi mata ini tak bisa tertutup.
Rasa was was terus menyerangku ditengah malam dan aku hanya berbekal senter kecil dengan cahaya yang tak terlalu terang.
"Akankah ada yang akan mencariku?" batinku takut
Tiba tiba.....
"SWEEESHSHSHSH"
Sebuah benda melayang dan terbang tepat dihadapanku,benda berwarna merah kekuningan.
"Apa itu?!" batinku bergidik ngeri
Aku mencoba menutup mataku kembali dan membaca doa doa yang aku hafal,sesekali aku meminta pertolongan kepada Tuhan
"SWEEHSHHSS" benda itu kembali lewat didepan gubuk reod ini,tepat dihadapanku yang posisinya duduk ditepi gubuk.
"Siapa disana!!!" teriakku memberanikan diri,aku mencoba berfikir bahwa itu adalah obor yang dibawa oleh seseorang
"Heiiii!! siapa disana!?" teriakku lagi namun masih tak ada sebercak suara yang menjawab pertanyaanku,hanya ada auman hewan yang terdengar jelas.....miris sekali nasibku.
Dengan mataku yang terbuka,aku melihat benda itu....benar benar berwarna kuning kemerahan,tapi apa itu?apakah rumor yang ada didesaku benar?jika ada benda melayang dihutan ini?
Itu api!!sebuah bola api!tapi mengapa dia menggangguku?akankah aku akan dijadikan tumbal?
"Apa mau mu?!jika kau bisa menjawab pertanyaanku,jawab cepat?!" teriakku sembari berdiri.
Kaki ku sudah tak terikat lagi,ikatan magisnya sudah tak terasa.
Aku mengambil sebuah balok kayu yang ada disisi gubuk.
"Apa maumu?!" teriakku sembari memukul mukul angin dengan balok kayu yang ku genggam erat
"HUAAHAHAHA" tawa menggelegar yang memenuhi telingaku,suara yang begitu keras...sampai sampai gendang telingaku terasa akan oecah dibuatnya.
"Siapa kau?!" teriakku sembari memalingkan arah kesana kemari ketika api melayang itu berpindah tempat.
"Kau tidak perlu tau siapa aku?!!AKU MENGINGINKAN MU ANAK MUDA" suara itu kembali menjawab,tapi apakah sebuah api bisa berbicara?
"Apa maumu?!apakah cincin ini?!!!akan ku kembalikan" ucapku sembari mencoba melepas cincin yang tersemat dijari manisku.
"AKU MENGINGINKANMU..." jawab benda tersebut kembali mendekat kearahku.
"Aku tak mau!!apa maumu" teriakku,mataku membulat tepat ketika benda tersebut benar benar menjadi bola api dengan bentuk lingkar sempurna.
Cahayanya membuat malam ini kembali terang dengan sinar yang dipancar.
Tanganku mulai gemetar,bulu kudukku merinding dengan mataku yang tetap menatap lekat ke arah bola api yang semakin mendekat ke arahku.
"AKANKAH KAU INGIN KEDUNIA KU DENGAN SUKARELA?ATAU AKAN KUPAKSA?!" tanyanya dengan nada angkuh
Aku tak begitu percaya dengan makhluk ghoib seperti ini,tapi rasanya sungguh seperti mimpi,jantungku berdetak sangat kencang..bahkan 10 kali lebih kencang dari pada biasanya. .
"TRUINGGG" cincin itu kulemparkan ke arah bola api tersebut setelah berusaha keras melepasnya dari jariku.
Setelah ku lemparkan,bola api tersebut padam seketika...tak berbekas maupun tak menyisakan suara.
Aku bergegas mengambil tas ransel ku dan berjalan meninggalkan gubuk kecil tersebut.Aku membalikkan badanku menoleh ke arah gubuk gelap itu.
"Aku tak akan kembali kesini,jadi jangan ganggu siapa siapa lagi!!!" teriakku ke arah gubuk,lalu aku bergegas menjalari malam dibawah pepohonan rimbun ini.
Fajar sudah mulai muncul ketika aku sudah sampai dibawah,aku sedikit lega karena Tuhan masih memberkatiku,agar aku tak dibawa ke alam ghoib oleh benda semalam.
Rasanya benar benar seperti mimpi.
Kini aku berada di sis desa yang sudah depenuhi rumah rumah penduduk,aku menatap sendu ke arah hutan belantara yang sangat cantik nan asri itu,dari kejauhan memanglah sangat indah..
Tapi didalamnya tidak seperti yang dibayangkan,kini aku percaya jika ada dua dimensi bahkan lebih di dunia ini,diantarnya dimensi manusia biasa dan makhluk ghoib.
Aku tak menyangkal jika aku takut dengan mereka,tapi setidaknya aku berusaha untuk tidak berurusan dengan mereka.
SELAMAT TINGGAL HUTAN BELANTARA!!! AKU AKAN MENEMUKAN TEMPAT LAIN DAN BERIBU PENGALAMAN SEPERTI YANG KAU BERIKAN PADAKU!!
Untuk kakak atau adik adik yang membaca cerita ini,dimohon untuk ikut mendukung dengan memberi like serta saran di kolom komentar dibawah.
Author sangat berterimakasih atas dukungannya,dan sampai jumpa di even selanjutnya!!!
.