"KEKEKE IKUTLAH BERSAMAKU DAN JADILAH THE ANGEL OF DEATH"
Ditengah malam seorang anak laki laki datang ke kamarku dia berdiri di jendela kamar sambil tersenyum ia berkata "MITSUKATTA MITSUKATTA MITSUKATTA", entah apa yang dia maksud ditemukan tapi dari caranya bicara bertingkah dan tertawa sangatlah aneh, tatapan matanya bagai elang melihat anak ayam aku pikir dia adalah seorang pesikopat gila yang sedang mengincar mangsa, rasa ketakutan dan kebingungan menyelimuti ku malam itu, siapa dia dan apa maksud kedatangannya.
"MITSUKATTA MITSUKATTA, ANGEL OF DEATH MITSUKATTA", siapa yang dia maksud malaikat maut apakah aku tapi aku bukan seorang malaikat maut " KEKEKE NONA MANIS IKUTLAH BERSAMAKU DALAM GAMES MEMBUNUH ATAU MATI!!!" dia meraih tanganku dan mengajakku pergi melompat dari lantai delapan apartemen, apa yang terjadi sebenarnya, aku pikir aku kan mati karna baru saja terjun dari lantai depan arpatemen tapi ternyata tidak, saat aku membuka mata aku sudah berada di sebuah ruangan disana ada sepuluh orang enam laki laki dan empat perempuan, aku ada dimana apa ini penculikan atau perdagangan manusia?.
" SELAMAT DATANG PARA MALAIKAT MAUT KU,,,, SELAMAT DATANG DI DALAM GAME MEMBUNUH ATAU MATI, DISINI PERATURANNYA HANYA SIMPEL KALIAN HARUS MEMBUNUH LIMA ORANG PENUNGGU DI SETIAP ARPATEMEN JIKA BERHASIL KALIAN AKAN KAMI PULANGKAN!"
siapa yang bicara itu siapa game kematian apa maksudnya aku ada dimana, saat aku membuka mata untuk yang kedua kalinya aku sudah ada di sebuah kota yang sangat hancur, aku disana bersama sepuluh orang terpilih, ini diamana tempat apa ini, " KRAK KRAK KRAK KRAK, KYAAAAAAAA" suara apa itu saat kami semua berbalik anggota yang tadinya sepuluh orang sekarang hanya bersisa sembilan orang dan tanpa sadar ternyata kami sudah dikepung oleh tengkorak tengkorak bergerak seperti di film film, " HIHIHI SELAMAT DATANG DI WILAYAHKU PARA ANGEL OF DEATH DISINI HANYA ORANG TERKUAT YANG AKAN HIDUP DAN YANG LAIN AKAN MATI MENJADI SANTAPAN PARA MAYAT HIDUP KU YANG LAPAR "
suara seorang perempuan menggema di seluruh kota cara satu satunya agar bisa lolos nyanyalah membunuh sang penunggu tapi diamana dia semua orang berlari ke segala arah teriakan terdengar di seluruh tempat aku berlari menuju gedung tua disana hanya bersisa lima orang pemain tiga laki laki dan dua perempuan.
kami putuskan berjalan bersama mengalahkan sang penunggu kami menyusuri seluruh penjuru bangunan, selang beberapa lama aku menemukan sebuah ruangan kecil disana kami semua berkumpul disediakan dua senapan disana, "DING DING DING SELAMAT DATANG SELAMAT DATANG, DISINI KALIAN HARUS MENGAMBIL SENAPAN YANG ADA DI DEPAN KALIAN SALAH SATUNYA TIDAK BERISI PELURU JIKA INGIN SELSMAT MAKA KALIAN HARUS MENGAMBIL SENAPAN YANG BENAR DAN BUNUH REKAN SALAH SATU REKAN KALIAN!!!" salah satu dari kami mengambil senapan di sebelah kanan " hanya perlu membunuh bukan ok aku akan menembak salah satu dari kalian!" salah seorang pemain memegang senapan itu dan mengarahkannya ke diriku, karna refleks aku mengambil senjata di sebelah kanan dan menembakkannya ke pemain itu dan DOORRRR aku mengenai kepalanya, Tampa sadar aku membunuhnya bagaimana ini apa yang harus aku lakukan, setelah itu pintu terbuka tapi hanya tiga orang yang bisa melewatinya sedangkan sisanya akan mati aku berhasil melewati pintu itu tepat sebelum peluru di lancarkan, sisa tiga orang yang akan berjuang melewati 4 penjaga lainnya.
setelah melewati pintu itu aku bertemu langsung dan bertatapan dengan sang penjaga, ternyata sang penjaga adalah seorang perempuan tanpa ragu aku menembak tepat di kepalanya sebelum dia sempat mengatakan sesuatu lagi pula aku sudah pernah membunuh untuk apa ragu, pintu terbuka kami pergi dari ruangan satu ke ruang dua sangat mudah mengalahkan penunggu disana, kami lalu pergi ke ruang tiga disana kami kehilangan seorang lagi pemain, kini hanya tersisa aku dan seorang pria, diruang empat sedikit berbeda terdapat banyak sekali kuburan di sini dan di ruangan ini lah aku bertemu dengan anak laki laki yang membawa ku kemari " KEKEKE HIHIHI NONA KITA BERTEMU LAGI YA, AKU SUDAH TIDAK SABAR MEMBUNUHMU DAN MEMASUKKAN MU KEDALAM MAKAM KHUSUS YANG TELAH AKU BUAT KEKE" makam? tapi aku belum mau mati aku masih harus keluar dari tepat ini.
BBRRRAAAKKKK,,,, pemain laki laki yang bersamaku telah mati dengan sangat mudah tapi tragis, darah mengalir dari kepalanya yang berlubang akibat tusukan sekop penggali kubur, " KEKEKE HIHI HI HI LIHATLAH AKU BERHASIL MEMBUNUHNYA DENGAN SEKALI SERANAGAN TENANG SAJA NONA MANIS AKU AKAN MEMBUNUHMU DENGAN BAIK DAN MEMASTIKAN TUBUHMU UTUH AHAHAHA" suara nya menggema di seluruh ruangan apa yang harus aku lakukan laki laki itu mendekati ku dan menarikku ke sebuah tempat yang sangat sejuk dan indah disana terdapat makam ku yang masih kosong, dia mencoba menyerang ku dari belakang tapi gagal karena aku berhasil menghindari nya, " AISSS NONA KENAPA KAU NENGHINDAR AKU HAMPIR MENGENAI MU TADI", apa dia gila bagai mana bisa aku tidak menghindarinya "NONA APA KAU TAU AKU SUDAH JATUH CINTA KEPADAMU SEJAK PERTAMA KALI KITA BERTEMU KARNA RASA CINTAKU AKU INGIN MEMBUNUHMU", dia terus menyerang ku dengan sekopnya bagaimana ini apa yang harus aku lakukan.
" AISS NONA BERHENTILAH MENGHINDAR AKU JADI TIDAK BISA MENGENAI MU KAN, TENANG SAJA SETELAH MATI KAU AKAN MELUPAKAN SEGALANYA JADI DIAMLAH AGAR AKU MUDAH MEMBUNUH MU!!" kkkkkyyyyyyaaaaa bagaimana ini aku harus apa aku harus bagaimana, " HAH KAU KERAS KEPALA YA NONA" dia mematikan lampunya " TERIMALAH CINTAKU NONA!!!" tapi kegelapan adalah kelebihan ku aku baru menyadari bahwa saat gelap dan aku menutup mata aku malah bisa melihat segalanya, "baik aku menerima cintamu,,,,,,, DOOORRRR" aku berhasil membunuhmu kekasihku sayonara, aku berhasil membunuh anak laki laki itu dan aku taruh dia di makam yang sebelumnya dia buat untuk diriku.
aku berjalan sendirian ke ruangan lima di ruangan lima suasana tekanan tidak lagi terasa yang tapi ada sebuah perasaan kesedihan yang menyelimuti ku aku terus berjalan maju menyusuri setiap ruangannya, hingga aku sampai di sebuah tempat yang sepertinya adalah sebuah gereja tatanan nya sangat rapi dan sangat bersih, " NONA SELAMAT DATANG DI RUANGAN LIMA DISINI ADALAH TEMPAT PENGHAPUSAN DOSA DOSAMU!!" ruangan berubah menjadi kotor darah merceceran di seluruh penjuru ruangan susana mencekam dan penuh tekanan aku rasakan, pastur tua yang tadinya membawa sebuah kitab kini berganti, ia membawa sebuah belati di tangan kirinya dan sebuah botol berisi racun di tangan kanannya.
"PILIHLAH SALAH SATU DARI DUA BENDA INI UNTUK MENG AHIRI NYAWAMU SENDIRI!!" apa maksudnya tidak mungkin aku akan meng akhiri nyawaku sendiri, aku mengambil belati di tangan kirinya, " mengapa aku yang harus mati kenapa tidak kau saja?" aku menusuk sang penjaga terakhir, saat aku membuka mata aku kembali berada di kamar ku apa ini hanya mimpi?, tidak ini bukan mimpi saat aku melihat tangan kanan ku terdapat tulisan ANGEL OF DEATH.
TAMAT
jangan lupa like dan komen ya#