Aku hidup di zaman modernisasi, bahkan bisa di bilang tak percaya akan dunia berbau mistis. Tapi ternyata yang ku alami semua berkaitan dengan kehidupan ku.
Ayah yang selalu bertualang diam diam dalam mencari ilmu kekebalan tubuh,karena profesi nya sebagai mandor sebuah perkebunan kelapa sawit milik PT xxx. Menjadikan dirinya jadi budak setan.
Hingga suatu hari musibah menimpa diri ku. Aku di jadikan tumbal persugihan sang ayah. Tiap malam aku bermimpi beberapa sosok mengerikan.Seperti pak pocong, mak kuntilanak,mas gundoruwo dan sebangsa jin.
Namun setiap mimpi aku juga mendapat dewa penolong yang mengajari aku untuk berzikir dengan 5 kepercayaan agama yang berbeda untuk mengatasi para dedemit.
Entah karena jiwa semangat ku yang kuat, atau belum saat nya aku kembali ke sisi TUHAN.
Aku terus menjadi incaran tumbal persugihan penuntut ilmu kekebalan tubuh ayah.
Sangat ironis saat aku tau aku di jadikan tumbal. Masa muda ku yang harusnya penuh kebahagiaan, habis terkapar dengan penyakit yang tak dapat terdeteksi sang dokter .
Keajaiban pun tiba setelah 3 tahun aku berjuang penumbalan itu. Seorang nenek dalam wangsit (mimpi) membawa ku ke dalam sebuah hutan yang di penuhi kabut, bahkan jarak pandang ku tidak melebihi 1 meter menembus ketebalan kabut.
Hanya dalam mimpi, nenek itu tiap malam membawa jiwa ku masuk dalam hutan berkabut, dan di sana penyakit misterius di obati. Bahkan sang nenek mampu mematahkan perjanjian penumbalan itu.
Ya, tentu aku ingin hidup bebas dan normal. Segala upaya dalam dunia real sudah ku jalani tanpa hasil.
Perjanjian baru pun ku nekat lakukan dengan si nenek tanpa seorang yang tau.
Selama 49 hari aku berpuasa muti (makan nasi putih tanpa perenca apa pun).
Dengan bantuan sang nenek aku melakukan ritual awal penyucian jiwa.
"Ndok, lafalkan zikir menurut kepercayaan mu." ucap nenek sambil membenarkan posisi duduk meditasi ku.
Aku pun mulai memasuki dunia nya dunia para semua mimpi. Dalam meditasi awal yang berdurasi 15 menit, jiwa ku sudah terguncang akan kehadiran sosok penagih tumbal.
Kayak nya sang nenek melihat jiwa ku yang mulai tertarik keluar dari raga, dengan cepat ia membangun diri ku dari dunia nya dunia para mimpi yang tak sanggup ku lalui.
Plok... sekali tepukan, jiwa ku kembali dalam raga dalam mimpi.
"Hufff.. untung YANG MAHA KUASA memberi mu kesempatan hidup. " ucap sang nenek sambil membawa ku keluar dari hutan berkabut untuk di pulangkan ke dunia nyata.
Hosh.... hoshhh... nafas ku terenggah enggah sesak hanya mengalami mimpi dari mimpi terburuk. Namun sejak malam itu, aku yang telah membuat perjanjian gaib baru dengan sang nenek, melakukan persyaratan pertama untuk muti selama 49 hari, di tambah tidak boleh berbicara hal tak penting.
49 hari berlalu ku lalui hingga ke tahap akhir puasa ku. Aku pun kembali ke hutan kabut untuk meneruskan perjanjian utama, yaitu sebagian jiwa ku akan tinggal di hutan berkabut sebagai penjaga baru gerbang hutan berkabut.
"Bukankah jika jiwa ku, ku tinggal di sini, aku akan hilang setengah kesadaran, nek ?." tanya ku untuk memastikan.
"Tidak akan. Karena yang tinggal adalah jiwa kegelapan yang telah termurnikan. Dan kini jiwa mu bernama Swastika yang artinya roda keadilan " nenek membagi jiwa ku yang akan tinggal di hutan berkabut dan akan tinggal bersama raga di dalam dunia nyata.
Berangsur penyakit mistis ku sembuh, dengan bantuan jiwa ku yang telah tinggal di dunia mimpi hutan berkabut.