Saat aku dan temanku sedang berada di hutan, aku melihat ada sebuah rumah tidak terawat dan usang. Aku dan temanku berinisiatif untuk berteduh di rumah tua itu.
"Hari sudah sore, bagaimana jika kita bermalam disini saja?" kataku tanpa ragu.
Namun berbeda dengan temanku, dia nampak takut.
"Kamu yakin, kita akan menginap di tempat seseram ini? lebih baik kita membuat tenda ditengah hutan ketimbang harus bermalam disini."
Temanku menolak.
Aku berusaha meyakinkan temanku.
"Sil, kita tidak sempat lagi untuk membuat tenda, kamu lihat sendiri hari sudah hampir gelap ditambah lagi sebentar lagi akan turun hujan. Sudahlah bukankah kita biasa ke tempat-tempat yang seperti ini. Jadi apa yang harus kamu takutkan."
Aku meyakinkannya.
"Hm, terserah kamu saja. Tapi jika ada sesuatu yang seram aku gak mau peduli."
Ucapnya angkuh.
Setelah aku membujuknya akhirnya Sesil pun mau dan kami sepakat untuk bermalam disini.
Belum lagi masuk kedalam rumah, suasana mencekam sudah datang menyelimuti.
Seketika bulu kuduk kami berdua pun merinding.
"Sil, kok aku ngerasa merinding gini ya? hawanya jadi dingin, kamu juga ngerasa gk?"
tanyaku pada Sesil.
"Ya ni Cit, aku juga. Ihhh jangan-jangan ada ihhh. Kamu sih aku bilangin gak percaya. Mending kita pergi aja yuk. Ngeri lama-lama disini."
ajak Sesil.
"Yuk deh, kamu bener."
Timpalku.
Namun saat kami akan melangkah pergi tiba-tiba muncul sesosok anak perempuan berpakaian serba hitam dan menahan langkah kami.
"Main yuk kak, hihihihihihi..."
Anak perempuan ini berkata sambil mengangkat kepalanya. Kaget bukan kepalang melihat kondisi wajah anak perempuan ini. Wajahnya dipenuhi darah, kelopak matanya robek, dan memiliki mulut yang lebar.
Sontak aku dan Sesil terkejut dengan kehadiran anak perempuan misterius yang entah darimana datangnya.
"Ha...hantu.....!!!!"
Teriak aku dan Sesil serempak lalu kami pun lari meninggalkan rumah tua itu.