Wajah-wajah anak kecil yang kecewa melihat tanah lapang sudah terpagar seng dan akan di perbaiki, padahal sebelumnya mereka ingin sekali bermain sepak bola di lapangan itu. Anton mulai berfikir untuk mengajak temannya mencari lahan kosong agar bisa bermain sepak bola. 5 anak itu mulai berjalan dengan hati murung menuju rumah masing-masing, tapi langsung terhenti ketika anton mengatakan ia memiliki ide untuk menggunakan lahan depan pabrik tua bekas pabrik kain di simpang jalan.
" Hey.. gimana kalo kita pergi ke lahan kosong di depan bekas pabrik itu"
( Sambil menunjuk ke pabrik )
Namun mereka terkejut mulai menatap satu sama lain, karena bekas pabrik itu terkenal angker dengan tragedi kelam di masa lalunya. Walaupun hanya mendengar dari cerita mulut ke mulut hal itu tetap membuat bulu bergidik apalagi pada anak-anak kecil yang penakut .
"Ngga ah... takut katanya banyak hantu"
( Ucap dendi )
" Iya bener kata mama aku disitu ada kuntilanak merahnya serem... gak mau !!!"
( Saut Adi ketakutan )
"Ngga ah.. siang hari mana ada hantu, masa gitu aja takut... siapa yang mau ikut aku kalo gak mau Brati kalian penakut .... !!!"
( Ucap anton dengan berani )
Anton tidak menyerah begitu saja ia mulai meyakinkan bahwa disiang hari mana mungkin ada hantu, dan yang tidak mau ikut akan dicap penakut . Hal itu membuat semua berantusias ikut walaupun harus terpaksa.
Setelah berada di depan pabrik suasananya begitu mencekam, bangunan tua yang mulai roboh, pagar besi yang berkarat dan tembok-tembok yang mulai mengelupas. Dinginnya hembusan angin terasa berbeda lebih menusuk dan membuat bulu kuduk merinding. Semua pagar terkunci tidak ada sedikit pun celah untuk masuk ke dalam. Tatapan anak-anak itu sedikit lega karena tidak mungkin bisa memanjat ke atas pagar yang tinggi itu.
"Gimana ni ton.... semua pagar tertutup mana bisa kita manjat ke pagar yang tinggi ini...? "
( ucap riski )
"Alah... tenang itu ada tangga kita bisa pakai buat manjat ke atas pagar "
( Sambil menunjuk tangga bambu di samping pagar )
Seketika mereka berempat saling bertatapan ada keraguan di wajah anak-anak itu, tetapi mereka juga ingin tahu kebenaran pabrik yang sudah lama terbengkalai ini. Setelah semuanya masuk ke dalam mereka langsung berlarian ke sana - kemari dengan melihat tanah kosong yang begitu luas dan sangat bagus untuk bermain bola. Hal itu membuat ketakutan dan keraguan ke 5 anak itu mulai pudar, dengan keasyikan permainan sepak bola yang dilakukannya.
Pada pukul 17.00 langit mulai gelap tak terasa hari sudah sore. Tetapi anak-anak itu tidak menghiraukan karena mereka belum puas bermain sepak bola. Namun hal itu berubah ketika andi menendang bola terlalu kencang membuat bola itu masuk ke dalam melalui kaca yang pecah. Keempat anak itu mulai bertatapan dan menelan ludah. Berusaha melangkah dan mengambil bola yang ada di dalam, belum sempat andi masuk tiba-tiba ada wajah yang muncul, sosok wanita berambut panjang yang lusuh memakai gaun panjang merah dengan banyak noda kotor . Tatapannya begitu mengerikan, seperti menyimpan kemarahan dan dendam. Banyak darah mengalir di kepalanya wajahnya begitu pucat matanya merah menyala.
5 anak itu langsung menjerit ketakutan berlari sekencang mungkin, berusaha memanjat pagar dengan wajah yang panik . Badan mereka bergetar masih sangat syok dengan kejadian yang dialami. Anak-anak itu dengan wajah pucat mulai pulang ke rumah masing-masing tidak ada sedikit pun kata yang terucap. Sehari kemudian mulai tersebar berita tentang penampakan kuntilanak merah di pabrik terbengkalai itu dan menyebar ke seluruh penghuni komplek , semua anak itu terkena demam yang tinggi. Orang tua mereka sangat cemas dengan kondisi masing-masing anak mereka.
Begitu pula dengan bu sumi pembantu anton mukanya begitu sedih dan cemas seperti menyimpan rahasia di dalamnya. Ia mulai mengingat masa lalu bersama teman masa kecilnya bernama suti. Dalam batin selalu berdoa suti maafkan aku kamu tenang ya di sana.
Flashback
Pada hari senin tepatnya tahun 1997 pabrik kain itu masih beroperasi seperti biasannya. Ada seorang gadis cantik berambut panjang mengenalkan diri sebagai anggota karyawan baru di pabrik tersebut. Dan ia langsung melambaikan tangan ke arah seorang teman perempuan nya di pojok ruangan. Namun dari kejauhan ada laki-laki yang tak hentinya menatap, mengagumi kecantikan gadis itu. Ia bernama suti gadis polos yang hanya tamatan sd kesehariannya membantu emaknya berjualan kerupuk pasir di pasar. Karena penghasilannya tidak mencukupi dan emaknya mulai sakit-sakitan suti memutar otak untuk bisa mendapat penghasilan lebih banyak.
Ia bertanya pada sumi teman dekat sekaligus teman masa kecilnya, sumi mengajak suti untuk bergabung ke pabrik kain tempat ia bekerja. Suti sangat senang dan mengiyakan ajakan sumi. Suti termasuk pegawai baru yang ulet apa pun ia kerjakan membuat semua karyawan senang dengan suti dan ia disukai banyak orang. Tetapi ada tatapan kesal dan tak suka dengan wajah sok polos suti, ia memeras kencang kain yang sedang di bawanya dengan menatap tajam dari kejauhan. Ia bernama inem wanita terkenal galak dan licik banyak pegawai baru yang dipecat gara-gara ulah inem.
1 bulan telah berlalu semua karyawan mulai sibuk menyiapkan kain pesanan yang membludak. Ada laki-laki muda yang selalu di panggil juragan oleh pegawai pabrik ia bernama tarno yang merupakan sepupu pemilik pabrik kain ini, pekerjaannya hanya mengawasi setiap karyawan pabrik tetapi ia dikenal playboy karena suka menggoda karyawan wanita disana. Inem berusaha merias dirinya secantik mungkin agar dilirik juragan tarno.
" Selamat pagi juragan .... !!!"
( Menampakan wajah kemayu dan centil )
" Iya pagi-pagi "
( Tidak tertarik sedikit pun )
Inem sangat kesal karena dari tadi juragan tarno selalu melihat suti dari kejauhan, rasanya cemburu karena laki-laki yang disukainya sejak lama malahan lebih tertarik dengan wanita lain .
" Suti ya...?"
( Ucap juragan tarno )
" Iya juragan ...."
( Berusaha menunduk )
Juragan tarno mulai tertarik dengan suti saat pertama masuk jadi karyawan baru, ia berusaha mencari informasi suti dari rumah, keluarga dan lain-lain. Juragan tarno sangat senang karena suti belum punya kekasih dan ingin lebih dekat dengan suti. Dibalik itu ada tatapan cemas sumi takut temannya menjadi korban seperti pegawai perempuan lain nya. Karena juragan tarno tidak pernah serius dia hanya suka bermain-main dengan wanita polos seperti suti ini.
Sepulang bekerja sumi memperingati suti untuk berhati-hati pada juragan tarno
" Suti... kamu harus hati-hati sama juragan tarno dia dikenal suka mempermainkan wanita.....!!!"
( Ucap Sumi )
" Ngga ah sum... dia keliatannya baik kok gak kaya yang diceritain "
( Penuh antusias )
Suti gadis polos dan lugu mulai terjebak oleh rayuan manis juragan tarno, apalagi dia memang belum pernah suka sama seorang laki-laki. Suti menganggap juragan tarno adalah sosok lelaki manis yang memberinya cinta dan sebelumnya tak pernah ia rasakan.
Juragan tarno mulai mendekati suti dengan segala hal membelikannya makanan, baju hingga mengajaknya jalan-jalan ke pantai. Hal itu membuat suti sangat bahagia karena dia belum pernah diperhatikan seperti ini. Apalagi kemiskinan pada keluarga suti yang membuat ia tidak pernah sekalipun jalan-jalan, makan-makanan enak. Makan ayam saja kalau ada hajatan tentangga .
Di sore itu juragan tarno mengajak suti berjalan-jalan ke kebun jagung milik keluarganya. Ditengah kebun terdapat rumah kayu kecil dan mereka masuk ke dalamnya. Saat itu juga niat jahat juragan tarno terlihat, suti yang tak mau melakukan perbuatan dosa itu pun akhirnya luluh dengan perkataan manis juragan tarno yang berjanji akan bertanggung jawab . Seketika itu juragan langsung membuka seluruh pakaian suti dan melakukan hubungan suami istri , Suti sedikit cemas apa yang ia lakukan adalah dosa besar. Setelah itu suti langsung menangisi, meratapi perbutan yang sudah terlanjur dilakukannya.
Beberapa minggu berlalu sejak saat kejadian itu juragan tarno mulai menghindari suti, dan suti sangat kecewa dengan sikap juragan tarno yang dingin seakan-akan tidak mengenalnya. Inem yang melihatnya sangat puas karena suti diperlakukan seperti itu. Dengan hati yang sakit suti mulai melupakan hal yang sudah terjadi dan menjalani hidup seperti biasanya. Ia pun tidak bisa melakukan apapun suti sadar dia hanya wanita bodoh dan lugu .
pada pukul 04.00 pagi suti sudah mulai bangun menyiapkan makanan untuk emaknya, kepulan asap di tungku kayu masuk dan tercium aroma wangi. Suti mulai memasak nasi jagung dengan tempe orek dan ikan asin makanan sederhana tetapi sangat nikmat untuk keluarga kecilnya. Ayah suti merantau ke negeri orang sejak suti kecil tetapi sampai sekarang tidak ada kabar jelas entah ayahnya masih hidup ataupun tidak. Sejak saat itu emak suti mulai melakukan apapun untuk bertahan hidup dari buruh kebun, pedagang keliling dan jualan kerupuk pasir sampai sekarang.
Setelah makanan mulai matang suti memanggil emak dan kedua adiknya untuk makan. Mereka makan dengan duduk di papan kayu di atas lantai beralas tanah. Suti sangat senang melihat keluarga kecil nya, tetapi tiba-tiba perut suti mulai mual membuat panik emak dan adik-adiknya.
"Huek... huek ....
secepatnya berlari kebelakang pekarangan dan memuntahkan isi perutnya
" nduk..... kenapa masuk angin...??"
( Tanya emak cemas )
" gak apa-apa mak cuma masuk angin aja"
( Berusaha menenangkan )
Suti mulai panik karena sudah lebih satu bulan ini dia tidak datang bulan, sesampainya di pabrik ia langsung mencari juragan tarno. Dan langsung menghampirinya juragan tarno yang panik memarahi suti untuk tidak dekat-dekat dengannya. Dengan wajah memelas dan berlinang air mata suti meminta pertanggung jawaban juragan tarno karena sekarang suti sedang mengandung anaknya. Juragan tarno malu dan marah dengan tingkah suti yang tiba-tiba menangis menghampirinya. Ia pun berkata untuk menemuinya nanti sore di pabrik ini, suti langsung bernafas lega berharap juragan tarno mau bertanggung jawab Dengan perbuatannya.
Dengan wajah kesal juragan tarno mencari ide agar suti bisa pergi dari pabrik ini, di kejauhan inem yang melihat juragan langsung menghampirinya.
" Hei juragan ..... kenapa kok keliatan kesel banget ??"
( Ucap inem penasaran )
" Gak ada apa-apa .... udah sana kerja "
( Dengan wajah kesal )
" Saya tau juragan pasti masalahnya suti kan?"
Juragan langsung panik karena inem bisa tau permasalahnnya. Tiba-tiba inem langsung membisiki juragan bahwa ia bisa membuat suti keguguran agar tidak mengganggunya lagi. Juragan langsung setuju dengan niat jahat inem. Sore itu pun suti menunggu juragan tarno tapi tak kunjung datang dan dia tak menyangka ternyata yang datang bukanlah juragan malahan inem dan langsung memberinya ramuan jamu pekat dan memaksa suti untuk meminumnya. Suti yang panik tidak sadar mengaktifkan mesin penggiling kain di sampingnya dan rambutnya yang panjang seketika tertarik kedalam melumatkan kepalanya lalu langsung memuncratkan darah kemanapun. Inem yang disampingnya langsung terkena percikan darah suti, seketika itu tangannya gemetar gelas yang dipegangnya pecah dan langsung lari begitu saja.
Keesokan harinya pabrik mulai ramai dan ditandai garis polisi untuk sementara ditutup guna penyelidikan. Juragan tarno yang panik dari kejauhan memarahi inem apa yang sudah dilakukannya sampai suti bisa meregang nyawa. Inem menjelaskan bahwa ia tidak membunuh suti, tetapi rambut Suti yang tiba-tiba mauk ke mesin hingga ia meninggal. Kejadian itu sangat cepat sampai inem tidak bisa menolong suti. Jasad Suti langsung di bawa ambulan untuk di autopsi dan tangisan emak pecah melihat kepergian anak gadisnya.
Sumi juga tidak menyangka suti meninggal dengan keadaan yang sangat tragis.
2 bulan berlalu setelah penutupan pabrik kasus suti dinyatakan sebagai kelalaian dan tidak ditindak lanjuti lagi. Dan pabrik pun mulai beroperasi kembali, banyak karyawan yang takut sampai-sampai mengundurkan diri dari pekerjaannya termasuk dengan inem. Setelah kejadian itu banyak sekali kejadian diluar nalar yang sering terjadi, seperti mesin yang menyala sendiri penampakan wanita berbaju merah yang membuat bulu kuduk merinding. Mereka meyakini bahwa arwah suti yang tidak tenang, arwah penasaran seperti menuntut balas atas kematiannya. Jiwa suti yang tidak tenang selalu menunggu juragan tarno bisa menemuinya, suti yang malang yang mengaggap juragan tarno akan bertanggung jawab.
1 tahun berlalu pabrik kain mulai bangkrut karena tidak ada sedikitpun pemasokan, semua harta benda yang dimiliki di jual untuk menutupi kerugian. Juragan tarno mulai miskin dan sakit-sakitan. Ia sering bermimpi bertemu suti untuk meminta pertanggung jawabnnya. Badan yang mulai ringkih karena penyakit yang dideritanya membuat juragan tarno tidak kuat lagi ia memutuskan melakukan bunuh diri dengan menyeburkan diri ke sumur belakang . Suara tertawa begitu nyaring terdengar dengan hembusan angin yang kencang dingin menusuk . wanita gaun merah terbang rautnya begitu senang dengan kepergian juragan tarno yang tragis.
Di lain tempat ada wanita kucel dengan rambut berantakan. pakaiannya begitu lusuh kotor dengan kotoran manusia bercecer dimana-mana seketika ia tertawa dan menangis, kaki dan tangannya di pasung menggunakan tali tambang. Ia dia inem setelah kejadian itu inem sangat takut dan rasa bersalah yang menghantui setiap hari membuat ia tak sanggup dan akhirnya menjadi gila. Inem dikurung di rumah kayu tengah pekarangan agar tidak menggangu warga. Suara cekikikan di depan jendela kayu membuat inem tersadar ketakutan ia selalu teriak-terik memanggil nama suti berusaha meminta maaf.
" Bukan salahku.... bukan salahku "
( Terikat inem ketakutan )
Tiba-tiba wajah tak asing terlihat dari jendela kayu yang terbuka, wajah penuh marah dengan banyak darah di kepalanya. Matanya merah menyala menuntut balas atas kematiannya. Inem langsung teriak ketakutan dia berusaha membuka tali yang melilit tangan dan kakinya lalu berlari sekencang mungkin sampai akhirnya terjatuh ke jurang yang dalam hingga meninggal. Hembusan angin bertiup menggoyangkan pepohonan. Dengan tubuh yang melayang-layang suara cekikikan yang semakin keras mengiringi kepergian inem.
Sumi yang sudah menua berjalan membawa seplastik bunga untuk ditaburkan di depan gerbang bekas pabrik. Ia sangat menyesal tidak bisa melindungi teman masa kecilnya itu. Sumi mulai berdoa membacakan surat yasin agar suti bisa tenang di alam sana,
" Suti maafkan aku.... tidak bisa menolongmu, ikhlaskan apa yang sudah terjadi dan semoga kamu tenang di alam sana ......"
( Ucapan sumi penuh harap )
Seketika itu angin bertiup kencang daun-daun berguguran, seperti menandakan keberadaan suti di sampingnya. Sumi tersenyum dan meninggalkan tempat itu berharap temannya bisa tenang dan bahagia . Dan terlihat ada sosok wanita cantik tersenyum dari kejauhan gaun yang dipakainya tidak lagi berwarna merah, dia suti melihat teman masa kecilnya yang membawa aura yang baik. Ia berusaha iklhas dan kembali dengan tenang.