Hanya akulah yang selamat...
Kehancuran massal paling mengerikan sepanjang masa. Kehancuran umat manusia... Kematian dan kehilangan...
Aku berjalan, didalam gelapnya malam dan dinginnya salju. Melihat ke angkasa lepas dan bertanya
'Mengapa hanya aku yang selamat?'
'Mengapa?'
'Apakah aku berbeda?'
'Apa ini takdir tuhan?'
Jika iya... Maka aku lebih baik mati saat itu.
Melihat tubuh keluargaku terkoyak oleh cakar monster dan melihat saat saat ledakan yang menghanguskan umat manusia
Kesedihan... Kehampaan... Kesendirian
Aku tak bisa berbuat apa apa..
Hanya bisa terus berjalan, mencari seseorang untuk dimintai pertolongan. Mencari didalam derasnya hujan atau teriknya matahari
Menyebrangi lautan dengan peralatan seadanya dan hampir mati ditengah perjalanan.
Tapi apa yang aku dapatkan?
Jawabannya tidak ada
Usaha selama puluhan tahun hanya sia sia. Membohongi diriku untuk percaya bahwa masih ada harapan
Tapi kebohongan tak akan pernah berubah menjadi kebenaran. Dan penyesalan tak akan pernah hilang dari hati ini selama aku masih bernafas diatas bumi yang hancur ini
Terus berjalan dan terus berjuang walaupun itu sia sia. Terus melangkah dan mencoba walaupun tampak mustahil. Terus melawan lagi dan lagi walau terus kalah dan menjadi pecundang
Waktu tak akan bisa terulang dan akan terus berjalan bersama langkah kakiku sampai saat dimana kaki ini harus berhenti melangkah dan terdiam menatap langit yang menemani
Tersenyum dan menangis. Tertawa dan menertawakan diri sendiri
Sampai akhir hayat... Aku tak pernah merasa sebahagia ini. Bahagia akan kematian yang menjemput. Terbebas dari dunia ini dan mengakhiri perjalanan panjangku
"Selamat tinggal, dunia"