Suatu hari seorang pria yang bernama arifin menikah dengan seorang gadis bernama alika,
setelah 1 tahun pernikahan, di karuniai nya seorang anak yang tampan dan imut,
namun dari sinilah badai rumah tangga menerka mereka,
suami alika dari pertama menikah sudah tidak bekerja lagi, sehingga membuat mereka tinggal masih menumpang dengan orang tua arifin,
karena melihat alika sendiri hanya memiliki orang tua tunggal yang hidup di kampung,
untung saja alika tidak mengundurkan diri dari pekerjaan nya, walau gaji tidak seberapa, setidak nya cukup untuk membeli susu anak.
suatu hari anak semata wayang mereka yang baru berusia 6 bulan sakit karena demam berdarah, di bawa nya putra mereka kesebuah salah satu rumah sakit di jakarta,
sebenar nya jika melihat kondisi keuangan alika tidak lah cukup untuk pengobatan anak nya, namun apalah daya, mereka sedang di uji.
alika yang waktu itu sangat kalut dengan kondisi anak nya yang sudah seharian belum sadarkan diri, padahal dia baru pulang dari kerja dan langsung menuju kerumah sakit,
di tengah-tengah kekalutan nya yang mondar mandir di depan ruang sterilisasi tempat di mana anak mereka di rawat seorang paruh baya yang tidak lain adalah mertua alika berucap
"apa salah nya adik2 kamu baru pada pulang kerja langsung mampir tanyain udah makan belum, atau beliin makanan atau minuman kek.
"astagfirulloh....apa mama mertua ku sadar apa yang barusan di ucapkan nya, sadarkah beliau jika kita sendiri aja masih pusing mikirin biaya untuk perawatan anak kami, di tambah pemasukan hanya dari aku, sedang anak nya sendiri yang harus nya menjadi kepala rumah tangga sampai detik ini aja masih belum mendapatkan pekerjaan, dan perut kami dari tadi pagi aja belum masuk nasi karena kalut memikirkan kesehatan anak, mencari2 biaya untuk pengobatan nya, kemana hati nya kenapa bisa merucap seperti itu,
jika boleh meminta "lebih baik tidak usah datang, jika mau kita layani.
***note; mertua alika masih ortodok, yang tidak begitu percaya dokter
singkat cerita berapa hari di rawat, sedangkan alika posisi nya juga sedang bekerja mendapat tlf jika anak nya sudah di bawa pulang, sedangkan dia sendiri tau jika anak nya sama sekali belum pulih, dengan hati yang penuh emosi dan khawatir akan kesehatan anak nya setiba nya dari bekerja alika langsung menghampiri putra mereka yg terbaring di kasur,
terjadilah pertengkaran alika dan arifin
sedangkan orang tua arifin yang mendengar pertengakaran mereka langsung menghampiri mereka,
"lo itu gk tau di untung,
"anak kamu aku selamat kan dari suntik2an dokter di sana. anak belum tau apa2 di ambilin darah nya terus,
"dasar wanita bodoh "ucap mama arifin
"jablay "saut ayah arifin
"lo tuh bodoh tau gk, gk tau diri lo "ucap sati kaka ke 2 arifin
"pergi aja lo dari sini ucap "ucap arifin pula sambil memasukan semua pakaian alika, lalu menyeret nya keluar dari pintu, di lemparkan nya tas dan alika di depan pintu di saksikan keluarga besar arifin (ayah, ibu, kakak perempuan dan suami nya, adik laki2 nya 2 orang) sedangkan kondisi di luar sedang hujan.
"gue bakal pergi dari sini tapi serahin anak gue 'ucap alika lantang
"bego lo ya, anak lo lagi sakit 'ucap mama arifin
"aku gk akan pergi jika kalian tidak serahkan anakku, "ucap alika