Seorang gadis bernama Elisa Putri
Umur 2o tahun. Dia berasal dari desa yang jauh dari kota. Merantau ke kota dengan tujuan meraih kesuksesan dengan mengandalkan ijazah SMA.
Tepat hari ini dia sudah menyiapkan semua keperluan yang akan dia bawa ke kota. Merasa semuanya sudah beres dan dimasukkan dalam koper,dia pergi menemui kedua orang tuanya yang sedang bersantai diruang keluarga bersama kedua adiknya.
Emak; gimana nduk udah selesai menyiapkan semuanya?
Elisa; Ya,mak semuanya sudah beres,
Bapak; Kamu yakin nduk,mau merantau ke kota sendirian? Bapak cuma khawatir soalnya kamu belum pernah pergi jauh dari kami.
Elisa; Insyaallah pak, doakan saja biar aku cepat dapat kerjaan ya pak,mak.
Sebenarnya orang tua Elisa tidak terlalu menyetujui anaknya pergi jauh. Tapi karena tekad anaknya yang sudah bulat dan tidak bisa di ganggu gugat, maka mereka hanya bisa berdoa saja semoga sang Putri baik baik saja ditanah rantauan.
Rendi; mbak jangan lupa ya kalau sudah dapat uang banyak beliin aku perlengkapan sepak bola,si bungsu berkata dg gamblangnya,membuat semua yang ada disitu geleng kepala.
Elisa; tenang aja dek,doain mbak biar cepat dapat uang banyak dan kamu jangan lupa sekolah yang benar jangan buat masalah terus, kasihan bapak sama emak.
Rendi; ya mbak insyaallah kalu enggak khilaf haaaa aaa. Reflek elisa dan adeknya yang kedua mukul kepalanya..
Hendra; jangan lupa selalu ingat sholat mbak dan jangan macam macam disana.
Elisa; ya dek.
Tepat pukul 10 pagi mobil yang akan membawa Elisa ke kota sudah datang. Semuanya keluar rumah mengantarkan kepergiannya dengan diiringi tangisan sang emak. Tak lupa dia juga berpamitan dengan tetangga.
Didalam mobil Elisa berharap keputusannya ini sudah tepat dan semoga bisa mendapatkan pekerjaan yang bisa sedikit membantu meringankan beban orang tuanya dikampung. Karena perjalanan jauh dia memutuskan untuk tidur sejenak tapi sebelumnya dia memastikan tasnya aman.