Bulan purnama bertengger di gelapnya malam, cahaya bintang gemerlap di peraduan langit.
Angin menyisir lembabnya malam tak kala menyentuh celah - celah kulit di ikuti bau anyir menyengat hidung.
"Selamat malam selamat menonton, selamat datang, di chanel kami 'seru - seruan malam', sekarang ini pukul 12.00 , kami sengaja live jam segini ya agar bener - bener seru"
Terang miko dengan menhadap kameranya.
Miko dan morgan adalah youtuber hantu kata penontonnya, karena mereka lebih menayangkan cerita - cerita hantu atau horor secara live.
Dan malam ini mereka mendatangi rumah megah tapi tak berpenghuni, mereka menyusuri lorong - lorong rumah itu mencari hal - hal yang membuat penonton merinding.
"Teman - teman di ruangan ini terass dingin dan ada bau - bau lumut gitu" seru miko
"Jelas bau lumut ini rumah kosong bro" suara morgan dari kejauhan yang sedang mengamati ruangan itu dengan sorotan kamera yang di penggang miko. Miko pun tertawa dan melanjutkan menyisir rumah itu
"Teman - teman rumah ini katanya di dalam salah satu kamar nya ada makam atau kuburan, dan dulu pemilik rumah ini konon membunuh pembatunya untuk di jadikan tumbal pesugihan"
Terang miko sembari menjelaskan beberapa kamar atau ruangan yang dia jumpai
Tiba - tiba
Angin bertiup kencang membuat jendela dan pintu bergoyang dan terbuka
"Jeder jeder" " krek krek"
Miko dan morga mencoba menutup beberapa pintu dan jendela
"Teman - teman sepertinya diluar akan hujan" tapi saat melihat keluar jendela tak ada tanda - tanda akan hujan, miko pun terkejut
"Morgan, lo dimana" teriak miko saat tak melihat morgan di dekat nya.
Miko masih memegang kameranya berjalan mecari morgan.
"Gan lo dimana jangan becanda"
Teriak miko yang semakin gelisah mencari keberadaan morgan
Tiba - tiba langkah miko terhenti karena tepukan seseorang di pundak kanan miko
Dilihatnya lewat kamera depan, miko terkejut tak ada orang di belakangnya tapi ada rasa dingin menempel di pundaknya, bulu kuduk pun merinding, miko memberanikan diri menoleh, mumutar tubuhnya, namun sekali lagi ia tak melihat siapapun.
"Gan ,morgan, lo dimana ?" sembari berjalan mundur mengamati ruangan tak ada siapapun.
"Teman - teman kita berdoa, mecari morgan," pinta miko dengan suara terengah - engah mengatur nafas nya, dengan suasana semakin mencekam.
"Mikoooooo" teriakan morgan membuat miko berlari mencari arah suara itu.
Benar saja , miko menemukan morgan sedang duduk di atas ranjang bersebelahan dengan kuburan, dengan kaki lurus di atas ranjang seperti orang habis berbaring di atas kasur
Di tariknya morgan oleh miko dan mereka mencoba keluar dari rumah itu, mencari pintu tadi saat masuk, namun belom juga menemukan nya. Kamera yang tadi di penggang dengan melihat arah yang pas,kini hanya bisa mendengarkan suara meraka yang berlari dan mencari pintu keluar.
"Lo tadi ngapain di situ" desak miko sembari berlari mencari pintu keluar
"Cepat kita harus keluar dari rumah hantu ini" kata morgan yang mencoba memegang salah satu pintu tapi tak bisa di bukaknya.
"Kalian mau kemanaaaaa" suara di balik punggung mereka menghentikan aktifitas membuka pintu.
"Gan lo denger itu" tanya miko bersebelahan dengan morgan"
"Gue denger kita menoleh hintungan tiga" jawab morgan
1
2
3
Miko dan morga menoleh.
Dan tepat di ruangan itu ada sesosok wanita berambut panjang, dia berdiri menghadap mereka, pakaian putihnya menyentuh lantai, bergoyang - goyang tertiup angin dari salah satu jendela yang terbuka. Dan kedua kakinya melayang di udara.
Membuat miko dan morgan clingukan mencari jalan keluar dan akhirnya pintu bisa terbuka dan mereka berlari sekuat tenaga menjauh i rumah itu.
"Gaessss kalian semua lihat kan, untuk malam ini kita akhiri sampai disini, trimakasih"
Menutup kameranya dengan nafas yang beradu.
"Gila ini malam bener - bener gila" kata morgan sambil mengatur nafasnya.
"Ayo kita balik"
Mereka pun berjalan mencari mobil yang meraka bawa tadi, di parkir di sebuah desa tepatnya di pinggir pos kampling.
Tetapi meraka berjalan hingga kelelahan tak menemukan mobil yang di cari dan tak melihat
Desa atau perkampungan yang mereka datangi tadi. Karena rumah kosong tadi di ujung perkampungan harus berjalan sekitan 5 menit dari jalan utama.
"Gan lo ngerasa ngak si kita udah jalan lama banget, dari rumah itu"
"Sepertinya kita hanya berputar - putar disini mik" jawab morgan yang menghentikan langahnya.
Tiba - tiba
"Kenapa kalian disini cuuu" suara kakek tua yang entah dari mana tiba - tiba di belakang kami
Mendadak jantung ku yang tadi normal ,berdetak kencang kembali
"Kami mau pulang kek" jawab miko
"Kakek dari mana tengah malam gini?" Tanya morgan penasaran ,sembari melihat jam di tangannya, karena jam menunjuk kan pukul 2 malam.
kakek itu hanya tersenyum dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua di tengah malam yang mulai berkabut dan gerimis
Mereka berdua melihat kakek itu berjalan tetapi belom jauh dari pandangan mereka kakek itu menghilang.
Membuat morgan dan miko lari tulang langgang
-
-
"Nak ,nak bangun kenapa kalian tidur di sini"
Panggil seseorang yang membangun kan mereka di tengah hutan yang di penuhi kabut putih dan embun pagi yang dingin
"Kami di mana pak" jawab morgan dengan mengamati sekeliling tempat ia tertidur, dan melihat miko masih tergeletak di sebelah nya.