"Pah kita akan pindah dimana?"tanya seorang gadis kecil didalam mobil itu.
"Didesa tempat tinggal nenek dulu"jawab ayahnya.
Anak itu hanya mengangguk dan melanjutkan bermain bonekanya.
Mikha Amelia seorang gadis kecil cantik berumur 4 tahun itu akan pindah ke rumah neneknya tinggal dulu bersama ayahnya.Ibunya sudah meninggal dua tahun lalu karena sakit, dan karena itulah dia sering mengalami pembullyan ditempat tinggalnya yang mengakibatkan dia mengalami sedikit tekanan.
Sesampainya dirumah~
Mikha melihat bangunan tua itu, sedikit usang memang tapi masih layak ditinggali kok.Lalu ayahnya mengajaknya masuk kedalam.
Usang dan sedikit berdebu, begitulah kondisi rumahnya.Akhirnya sebelum dipakai mereka bebersih rumah dahulu.
Selesai membersihkan semuanya, Mikha ke ruang kamar yang akan menjadir kamarnya, menata semua bonekanya dan spreinya sendiri.
eits.. jangan salah walau umurnya baru empat tahun tapi sedari kecil dia sudah diajarkan untuk mandiri.
Sore harinya~
Sehabis mandi, Mikha keluar kamar dan langsung menuju ke dapur tempat ayahnya berada.
"Eh Mikha udah mandi sayang? yuk makan sini udah siap"ajak sang ayah.
"iya Pah"
Saat makan dijendela dekat dapur dia melihat sosok wanita berjubah putih, dan dia bertanya pada sang ayah "Pah itu siapa disana?"tanyanya.
Ayahnya menengok kearah yang dimaksud dan tidak mendapati siapa-siapa. "Siapa?ga ada siapa-siapa kok"kata ayahnya.
Mikha heran tapi saat dia melihat sosok itu lagi dia tidak mendapati siapa-siapa, akhirnya dia kembali melanjutkan makannya.
Saat malam hari~
Mikha terbangun tengah malam karena mendapati sebuah teriakan dari arah kamar sang ayah. Gadis kecil itu pun berlari dan mengetuk pintu kamar sang ayah.
tok tok tok
"Ayahh.. Ayah tidak apa-apa?"ucap Mikha.
tapi tidak ada satupun jawaban yang terdapat.
Mikha terus berteriak sambil mengtuk pintu sang ayah tapi tetap tidak mendapat jawaban.Perlahan air matanya jatuh dari kelopak matanya.
Lalu tiba-tiba dia mendengar bunyi dari arah belakang.
Srek Srek Srek
Dia ketakutan tapi tetap memberanikan diri untuk melihat. Sambil memeluk bonekanya, dia berjalan ke arah suara tersebut.
Sesampainya didapur dia melihat bercak darah dilantai.Dengan memberanikan diri, dia mengikuti arah bercak darah tersebut dan sampai di gudang belakang.
Didepan pintu gudang, dia kembali mendengar suara bunyi tersebut, tapi kali ini lebih keras.Saat dia hendak membuka pintu tersebut terdapat suara yang membisikan ditelinganya.
"Jangan masuk!jangan buka pintu itu!lari!lari dari sini sejauh mungkin!!
Dia menoleh kebelakang dan tidak mendapat siapapun disana, lalu dia mencoba membuka pintu itu lagi tapi suara itu kembali terdengar. dan karena penasaran akhirnya tanpa menghiraukan suara itu dia langsung membuka pintu gudang tersebut.
puk..
boneka yang ia bawa jatuh kelantai, dan disana dia mendapati mayat ayahnya yang sudah tak berbentuk dan didepanya ada sebuah makhluk yang mengerikan.
Rambutnya panjang, matanya melotot seperti mau keluar, lidahnya panjang menjulur kebawah, badannya seperti sekor ular tapi mempunyai empat kaki yang dibuat untuk berjalan.
Makhluk itu melihat Mikha, lalu tersenyum dan mendekat.Mikha gemetar dan mundur,hingga mendekat ke dinding.Makhluk itu bilang.
"Cucuku kau cantik sekali.."
Mikha melototkan matanya setelah mendengarnya sebelum akhirnya dia juga mati terbunuh.
Dan ternyata nenek yang dia ketahui sudah meninggal ternyata masih hidup dan dia bukan manusia, arwah yang memperingatinya itu adalah arwah ibunya yang masih tinggal didunia.