Namaku Tania. Aku mempunyai sahabat masa kecil bernama Rey, dia sangat baik. Dari pertama kita bertemu pada umur 3 tahun dan kau 4 tahun.
Dari kecil banyak kenangan berharga yang kuciptakan bersamanya. Mulai dari bermain dan bertemu setiap hari, sampai aku yang manja dan tidak mau lepas darimu.
kau pernah berkata
"Aku akan kembali, aku akan selalu menemani Tania di sisi nya!"
Aku....akan mengingat itu Rey!
Setelah kita bersahabat sampai sudah waktunya aku duduk di bangku SD pada umur 6 tahun. Tetapi ternyata dirimu yang pindah ke luar negri karena pekerjaan ayahmu. Aku yang harus menerima kenyataan pahit itu akhirnya terus menangis, seharian!
Selama ini aku duduk di bangku SD, sudah 6 tahun kulalui tanpa dirimu di sisiku. Kini umurku sudah beranjak remaja, aku sudah 12 tahun. Sampai akhirnya aku menghabiskan waktuku di bangku SMP sendirian lagi tanpamu. Tetapi, mungkin saja Tuhan memihak padaku!
Kau pindah ke Indonesia. Dan yang lebih mengejutkan, kau 1 SMP denganku. Aku sangat tidak menduga keajaiban ini, sungguh ini sangat menggembirakan. Tetapi aku sangat senang karena kau datang dan menepati janjimu padaku. Sekarang umurmu 13 tahun?
Akhirnya aku bisa bersamamu lagi setelah sekian lama menunggu. Tetapi, tak terasa juga sudah 3 tahun kita bersama lagi. Sekarang kita sudah duduk di bangku SMA. Aku sangat menyayangi dan mencintainya. Umurku 15 tahun dan kau 16 tahun. Sekarang kita sudah kelas 2 SMA.
Aku tak berani menyatakan cintaku pada Rey. Aku takut dia akan menolakku dan persahabatan kitapun akan hancur. 1 tahun telah berlalu, Ah, Kita sudah membuat kenangan lain, sekarang kita sudah beranjak dewasa. Aku 16 tahun dan kau 17 tahun?
Pada semester terakhir di kelas 3 SMA ini. Kau Chat aku di HP.
"Tania, nanti jam 2 sore ketemuan di kafe Bear jalan **** ya?"
Aku menduga kau akan menyatakan perasaan terlebih dahulu dariku. Aku pun menjawab.
"Ya!"
Aku yang sangat gembira saat itu langsung bersiap siap, aku berdandan dan memakai baju yang paling aku suka! Tapi....aku tak menyadari...bahwa aku terlambat.
Kau tidak datang juga setelah kutunggu selama 35 menit. Tetapi....Tiba-tiba adikmu datang.
DATANG MEMBAWA BERITA TRAGIS!
"KAK TANIA!! KAK REY KECELAKAAN!!!"
Awalnya aku mengira bahwa semua ini adalah settingan alias Prank. Tetapi semuanya salah.....Aku percaya sendiri saat melihat tubuhmu terbaring lemah dengan keadaan yang mengenaskan dan penuh dengan cairan merah kental.
Awalnya aku melihat biasa, tetapi entah kenapa tiba tiba hatiku hancur, aku mulai mengeluarkan air mata dan bertambah parah. Aku mulai merengek sambil berusaha mengusap air mataku. Aku tak bisa terima situasi ini! Aku tidak bisaa!!!!
"REEEYYY!!!!! HUAAA!! HIKS HIKS!!" Aku berteriak sekuat tenanga memanggil namanya berharap Ia akan bangun dan menenangkanku
Tetapi...kenapa dia tidak bangun? Kenapa dia tidak memelukku? Kenapa dia tidak berkata "Aku baik baik saja, Tania" Kenapa aku tidak lagi merasakan Auranya yang hangat!
" R...Rey? Jangan bercanda? A...aku sudah menangis, ini tidak lucu lagi! R...Rey?"
Aku terus menangis dan menangis sampai aku tidak bisa menangis lagi dan ter engah engah, aku tidak bisa menerima tekanan ini! Jika kau bangun saat aku menangis, MAKA AKU AKAN MENANGIS SEKENCANG KENCANGNYA! SAMPAI PITA SUARAKU HANCUR PUN TIDAK APA APA!!!!
Rey? Apakah kau mati? Kau sudah berjanji kan akan selalu bersamaku dan menjaganku?
............
Aku....menyesal tidak menyatakan perasaan dari dulu......Maafkan aku...Rey....