Cetar ... kiat ... duaarrr ...
Gelegaarrrrr .... bumm ...
Suara petir dan kilat semakin menyambar. Belum lagi hujan yang semakin deras membuat sepasang suami istri itu terpaksa harus berteduh di sebuah rumah tua di tengah hutan.
Mereka terpaksa berhenti karena hujan tiba-tiba turun dengan lebatnya. Belum lagi ia melihat istrinya yang sedang hamil tua, terlihat sangat kelelahan.
Bahkan mereka melupakan peringatan penduduk sekitar yang melarang mereka untuk masuk ke dalam hutan terlarang. Karena menurut mereka ada seorang iblis kejam yang tinggal di tengah hutan. Lebih tepatnya ia tinggal di sebuah rumah tua.
Menurut mereka, dulu ada orang yang melakukan perjanjian dengan iblis disana. Dan orang yang sudah masuk ke rumah itu tidak pernah bisa kembali ataupun selamat.
***
Kriet .. kriet .. brakkk .. Tiba-tiba pintu rumah tua itu terbuka.
"Masuklah cu, di luar hujan lebat."
Kedua suami istri itu menoleh, sang istri menyenggol lengan suaminya, "Jangan masuk mas, disini saja," pintanya.
"Tenang dek, ada mas disini."
"Baik nek kita akan masuk," kata suaminya.
Lalu sang suami pun menggandeng tangan istrinya untuk masuk ke dalam rumah.
"Aduh mas, perutku sakit, aarggghhhh ..." rintihnya.
Maklum saja, istrinya sudah hamil tua, kemungkinan ia akan melahirkan malam ini, begitu batin suaminya. Sang istri semakin mencengkeram hebat lengan suaminya.
"Masuklah cu, biar aku lihat keadaan istrimu." Ucap nenek tua tersebut.
Lalu masuklah mereka berdua ke dalam rumah nenek itu. Sang istri lalu direbahkan ke sebuah pembaringan yang terbuat dari bambu.
Sorot mata tajam nenek tua itu semakin membuat nyali sang istri ketakutan. Tetapi sang suami terus menyakinkan istrinya agar tetap berdoa agar tidak terjadi apa-apa dengannya.
Gemuruh suara petir terus menyambar di luar sana, belum lagi hujan turun dengan lebatnya. Seolah meng-amini keadaan mistis malam itu.
"Aduh mas, sakit, sakit banget..." ucap istrinya.
"Benar saja, karena memang bayi di dalam kandungannya sudah mau keluar, kamu tenang ya cah ayu, biar nenek yang membantumu." Ucap nenek itu.
"Nenek bisa membantu kami?"
"Iya, tenanglah disitu, biar aku mempersiapkan semuanya terlebih dahulu."
Lalu nenek itu pun segera menyiapkan semua keperluan untuk membantu kelahiran calon anak pasangan suami istri itu.
Sembari menunggu sang nenek, suami istri tersebut melihat ke sekeliling rumah tersebut, hanya ada temaram cahaya lampu dari ublik kecil yang berada di setiap sudut rumah.
Selain itu tidak ada hal lain lagi di dalam rumah itu. Lalu muncullah sang nenek dari balik pintu.
"Nak tinggalkan kami berdua, biar aku bisa membantu istrimu lebih cepat."
"Ba-baik nek."
Lalu sang suami pun meninggalkan istrinya bersama nenek tersebut. Dan mulailah persalinan tersebut dimulai.
"Aaarrgghhh ... mas ... sa-saakiittttt ... aarrgggghhhh ..." jerit sang istri tatkala kepala bayi mulai muncul.
"Terus cah ayu, ayo terus ..." ucap nenek itu penuh semangat sembari menelan ludahnya.
Maklum saja bau darah segar dari calon bayi tersebut sudah tercium olehnya.
Dan sepersekian detik kemudian bayi kecil penuh darah itu telah lahir dengan selamat ke dunia.
"Oek .. oek ... oek ..."
"Hmm, bau darahnya begitu menggoda, pasti sangat lezat jika langsung aku santap... hmm .." sang nenek menelan ludahnya kembali.
Ia telah lama tidak menyantap darah bayi yang baru saja lahir, hmm rasanya ... membayangkannya saja sudah membuatnya tersenyum tiada henti.
"Ya dengan bayi ini, aku bisa kembali menjadi gadis cantik," batinnya.
"Nek, saya mau lihat bayi saya .." ucap sang ibu ketika melihat bayinya sudah lahir dengan selamat.
Nenek itu berbalik dan melotot tajam ke arah ibu sang bayi.
"Bayi ini milikku ... gerrrr..... hmmm .."
Cetaaar ... gelegaarrrrrrr ... suara petir yang menyambar di luar sana seketika semakin menjadi.
Dan seketika sang nenek itu berubah menjadi makhluk yang sangat menyeramkan.
Seketika ibu bayi pun berteriak ketakutan.
"Mas tolong...."
Sang suami yang berada di luar segera berlari masuk ke dalam dengan tergopoh-gopoh.
"Apa yang terjadi dek?"
"Mas i-itu ..." tunjukknya pada makhluk menyeramkan itu.
Seketika, kepala bayi itu pun dipenggal oleh makhluk itu dan glek ... glek ...glek ... darah segar yang mengalir dari leher sang bayi segera dihisap oleh nenek tersebut.
"Ti-tidaaakkkkk ... anakkkuu ..." teriak histeris sang ibu. Dan suaminya pun segera memeluk istrinya tersebut.
Sungguh pemandangan yang menyakitkan. Tapi nasi sudah menjadi bubur.
"Hmm, sangat lezat.. terimakasih cucu-cucuku ... ha.. ha .. ha ..." ucap sang nenek.
Tawa makhluk itu pun pecah, menggelegar seisi rumah itu. Dan saat itu juga, ia pun berubah wujud menjadi seorang gadis yang sangat cantik.
Mata mereka terbelalak dengan kejadian yang terjadi barusan.
"Ka-kau ... apa yang kau lakukan dengan anakku." Ucap ayah sang bayi.
"Ha .. ha .. ha .. kalian sendiri yang datang mengantarkan nyawa anak kalian untuk aku jadikan tumbal." Ucapnya dengan sombong.
"Hiks ... hiks ... hiks ..." tangis sang ibu pun pecah, betapa sakit rasanya melihat anaknya baru saja lahir dan terbunuh dengan cara yang kejam.
"Sudah-sudahlah .. akan aku beri kalian imbalan karena sudah memberiku tumbal yang sangat lezat, terimakasih sudah membantuku ... oh ya .. kalian minta apa hah!" gertaknya.
"Dasar iblis, setaaannnn .. lebih baik kau mati ..."
Ciat .. ciat .. ciat ... sang ayah bayi pun menyerang makhluk itu dengan membabi buta, tetapi bukan menang, ia malah langsung mati terkapar dengan perut penuh cakaran.
Darah segar pun berhamburan kemana-mana dan ia pun tewas seketika.
Sang istri semakin histeris dan terus menangis. Sedang sang nenek sudah menjelma menjadi gadis cantik, dan terus tertawa terbahak-bahak.
Ia pun menoleh, "Sejak saat ini, kau akan menjadi budakku untuk selamanya , salah sendiri kau yang mengantarkan nyawa untukku ... ha .. ha .. ha ..."
"Ti-tidaakkkkkkkk ...."
Dan sejak saat itu cerita itu pun tersebar luas ke seluruh pelosok kampung. Iblis yang sudah lama tersegel di rumah itu pun kembali bangkit dan mulai mengancam kembali.
"Dan bersiaplah kalian yang berada dimana saja untuk selalu menjaga bayi kalian yang baru lahir ...karena aku akan datang ke rumah kalian. Buuuwaaaaahaa ... ha ... ha ...."
Sekian dan TAMAT