Judul : Anand pemulung cilik dari tanah india
Gendre : Fantasi
Dibuat tanggal : 20 juni 2021
penulis : Surya Meirani
perkenalkan aku adalah Anand, ibuku memberi nama itu untukku, yg memiliki arti seorang yang bahagia dan menyenangkan. ibuku berharap suatu saat nanti hidupku akan jauh lebih baik dari ini. tapi kenyataan aku adalah anak kedua dari 2 bersaudara. hidup kami terbilang sangat miskin bahkan untuk makan saja kami harus bekerja keras..
Baik, kisah ini diawali saat aku masih berumur sangat kecil, mungkin saat itu umurku masih menginjak 8 tahun. ayahku meninggalkanku karna kecelakaan, kami hanya hidup bertiga d'gubuk reot tak layak huni. untuk menghidupiku ibuku harus bekerja keras untuk kami. bahkan kakaku juga bekerja untuk membantu ibuku menjadi tulang punggung keluarga. kami tak pernah merasakan duduk dibangku sekolah hanya botol - botol bekas yang menemani hari kami, alas kardus sebagai lantai kami dan karung bekas sebagai atap rumah sederhana kami. setiap hari mereka bekerja demi untuk penuhi kebutuhan kami bersama. terlebih jika musim hujan datang, kami harus berteduh di tempat lain. setidaknya untuk menghindari dari derasnya hujan.
hidup di perkotaan membuat kami sulit, karna mahalnya harga makanan dan kebutuhan lain. bahkan untuk semua itu hasil kerja kami hanya cukup untuk makan sehari. jika sehari saja kami melewatkan waktu untuk bekerja, kami mungkin tidak akan mendapatkan kesempatan untuk bisa makan. oleh karnanya kami harus selalu sehat. tetapi mau bagaimana tinggal di lingkungan yang kotor dan kumuh adalah tempat yang rentan penyakit. tapi kami bersyukur kepada tuhan karna tuhan selalu melindungi kami.
saat itu, aku sedang demam tinggi karna kehujanan kemarin. kami berdua sangat sedih apa yang bisa mereka lakukan sedang kami tidak memiliki obat untuk makan saja kurang. di situ ibuku sangat bingung dia takut terjadi sesuatu pada anaknya.. hanya kain bekas dan air yang kita punya saat ini untuk mengkompresnya berharap semua baik - baik saja.
hari - hari berlalu dan allhamdulilah tuhan masih sayang dengan kami. aku sudah pulih dan bisa beraktifitas kembali seperti biasanya..
aku : "bu, berikan itu padaku. aku akan membantumu"
ibu : "tak usah nak biar ibu saja, apakah kau sudah merasa baikan setelah kemarin kau sakit"?
aku : "sudah bu, aku sudah sehat, maaf sudah merepotkanmu bu."
ibu : "tidak nak apa yang kau katakan, kau adalah anaku. apapun akan aku lakukan untukmu" (sambil menangis haru)
aku : (menangis dengan tersendu) "ibu suatu saat jika aku sukses nanti, kebaikanmu ini akan aku balas."
ibu : "baiklah, sudah duduklah disana dengan kakamu dan makan makanan yang ibu bawa untuk kalian sarapan. ibu akan selesaikan ini dulu"
sembari aku makan sesekali aku melihat ibuku yang sedang menata botol - botol bekas itu untuk di bawa kepengepul. mungkin hidupku tak seenak anak - anak di luar sana yang hidup dengan bahagia dan serba kecukupan. tapi bagiku dengan berkumpul bersama keluarga kecilku saja hidupku sudah cukup bahagia
kaka : (beranjak pergi setelah sarapan)
aku : " kaka.. kau mau kmana (sambil berlari aku menghampiri kakaku)
kaka : "kaka akan mencari pekerjaan lagi untuk membantu ibu de.. "
aku : "baiklahlah ka, kau nanti akan kembali kan"?
kaka : "tentu saja adiku yang lucu, aku akan kembali untukmu"
(jam menunjukan pukul 6 petang dini hari)
aku berdiri menunggu kakaku kembali.. selang beberapa menit kakaku pun kembali.
aku : "allhamdulilah.. akhirnya kaka kembali juga, aku sangat khawatir, tak biasanya kaka pulang terlambat"
kaka : "kau mencemaskan aku ya. tapi sekarang aku sudah kembali kan"? ku dengar di kampung sebelah sedang ada pasar mallam.."
aku : " wahh.. kedengarannya sangat seru, ayo...!! kita kesana"
kaka : "baiklah tunggu sebentar aku akan minta izin pada ibu dulu"
ibu : "kau sudah pulang nak"? kau membuat ibu khawatir.
kaka : "bu, aku ingin mengajak Anand ke pasar malam bersamaku di kampung sebelah, bolehkah kami pergi"?
ibu : "baiklah, tapi ingat jangan pulang terlalu larut malam ya.."
kaka : "terima kasih bu, aku akan pulang tepat waktu"
dengan gembiranya aku dan kakaku menuju kesana sesekali kami bercanda di jalan karna jarak rumah kami ke kampung sebelah agak lumayan jauh. sesampainya disana aku sangat senang disini begitu ramai dan banyak orang jualan. aku tidak pernah melihat ini sebelumnya. aku dan kakaku dengan senang berjalan jalan mengelilingi pasar malam. kemudian perutku berbunyi sepertinya aku lapar. aku melihat ke arah orang yang berjualan sosis bakar..
kaka : "de.. apa yang kau lihat"?
aku : " aku melihat itu ka"
kaka : " kau melihat sosis bakar ya"
aku : " iya, kelihatanya sangat lezat dan perutku sepertinya lapar"
(aku belum pernah memakan sosis bakar saat itu, jangankan memakan melihatnya saja aku tak pernah. karna keseharianku hanya dibawah jembatan)
kaka : " kau ingin itu, baiklah ayo.. kita beli"
aku : "apakah kaka punya uang"?
kaka : "ya, kaka punya sedikit uang dari hasil kerja tadi, mungkin ini cukup untuk membeli itu"
aku : "wahh.. ini sangat enak" (sambil memakan sosis bakar)
kaka : " baiklah de, setelah makan kita langsung pulang ya karna sebentar lagi larut malam. kaka tidak mau ibu mengkhawatirkan kita"
aku : "iya kak.. "
ditengah jalan menuju rumah akupun merasa mengantuk setelah berkeliling tadi, kakaku menggendongku dan aku tertidur.. tanpa kusadari rupannya aku sudah ada dirumah dan sepertinya hari sudah pagi. semua melakukan aktifitas seperti biasanya.
di pagi hari yang begitu indah aku berfikir untuk melakukan sesuatu "yeahhh.. sebaiknya aku mencari botol - botol bekas untuk ku jual. dan uang-nya akan ku berikan pada ibuku. pasti ibuku senang karna biar bagaimanapun aku harus membantunya. kalau bukan aku yang membantu ibu lalu siapa lagi" (beranjak dari duduknya)
Ya Allah, semoga kau beri aku rezeki supaya aku dapat banyak botol hari ini "ujarku.." aku berjalan menyusuri sepanjang jalan sambil menengok kanan dan kiri, mencari di sampah - sampah. cuaca sangat panas hingga kakiku yang berjalan tanpa alas terasa panas oleh teriknya matahari. sesekali aku beristirahat untuk mengobati rasa lelahku. panasnya hari ini membuatku sangat haus. kemudian aku melihat pedagang es di sebrang jalan sana. rasanya aku ingin sekali membelinya sepertinya segar jika diminum. tapi aku tak punya uang. hanya bersabar yang bisa aku lakukan saat ini. kemudian aku melanjutkan mencari botol bekas. lagi - lagi rasa hausku tak tertahankan. untung saja ada masjid dekat sini, aku bisa meminum air keran dari masjid itu. dan lagi pula sebentar lagi masuk waktu sholat dzuhur jadi sekalian saja aku sholat.
(waktu sholat dzuhur tiba)
setelah selesai sholat aku beranjak keluar dari masjid, tak di sangka aku menemukan uang Rp. 100.000,-
"uang siapa ini" ujarku. lalu aku melihat ke arah lain sepertinya ada seorang bapak sedang mencari sesuatu. kemudian aku menghampirinya dan bertanya
aku : "pa, apa yang sedang bapak cari"?
bapak : " bapa sedang mencari uang bapa, sepertinya terjatuh di sekitar sini"
aku : (menyodorkan uang) "apakah ini yang bapak cari"
bapak : (melihat kearah ku) benar ini uang bapa. terima kasih nak.
aku : sama sama pa (setelah mengembalikan aku langsung pergi)
bapak : Eehhh...!! kau mau kemana, tunggu dulu ini ada uang buat kamu sebagai rasa terima kasih karena sudah mau mrngembalikan uang bapa.
aku : tidak usah pa saya ikhlas menolong bapa.
bapak : terimalah nak, kau membutuhkan-nya
aku : baiklah, terima kasih.
bapak : jarang sekali ada anak yang jujur sepertimu di kota yang besar seperti ini. pasti ibumu bangga memiliki anak sepertimu.
aku : kata ibu kita harus bersikap baik dan jujur kepada sesama. kalau begitu saya pergi dulu ya pa.
bapak : iyah.. iyah.. hati²
selepasnya dari masjid di tengah jalan aku melihat ada nenek yang tua renta sedang dicaci maki oleh seorang penjual. dia terlihat sangat sedih. kemudian aku menghampirinya
aku : nenek kenapa?
nenek : nenek laper na, sudah 2 hari nenek menahan lapar.
aku : kasihan sekali nenek. ini aku punya 2 roti tadi aku beli allhamdulilah aku dapat sdikit rezeki. rotinya kita makan bersama ya. ini untuk nenek 1 dan untuk aku 1
(hari menunjukan sore hari) aku bergegas untuk segera pulang. allhamdulilah.. hasil mulung ku hari ini dapat banyak.
ibu.. ibu.. aku pulang "ujarku"
sepertinya aku lelah sekali seharian mulung. ibu.. peluk aku. supaya rasa lelahku hilang
(tersenyum) kau ini memang anak ibu yang manja, cepat bersihkan diri dulu lalu beristirahatlah..
hari begitu cepat kami lalui, keesokan harinya aku berfikir untuk ikut kakaku bekerja
aku : ka kau sudah mau berangkat bekerja ya?
kaka : iya, kenapa?
aku : boleh aku ikut
kaka : tidak, pekerjaanku sangat berat dan itu jauh kau masih kecil. tidak, aku tidak bisa membawamu bersamaku
aku : aku akan tetap ikut. lihat aku kuat (sambil memukul dada dengan kepalan tangan kecilku) aku bisa mengangkat beban berat (menunjukan dengan mengangkat kursi)
kaka : baiklah, sudah cukup.
akhirnya aku pun ikut dengan kaka ku menggunakan kereta api, karna perjalanan sangat jauh. selang beberapa lama akhirnya kita pun sampai di tempat tujuan. aku digendong oleh kakaku karna aku tertidur. kakaku membaringkanku di kursi tunggu penumpang dan berkata "kau tunggu disini jangan kmana mana aku akan segera kembali" ujar kakaku
tak sadar berapa lama aku tertidur. sepertinya cukup lama dan kakaku belum juga kembali. dengan rasa takut aku mencari disekitar stasiun dan terkejutnya aku ternyata hanya tinggal aku sendiri disini tak ada seorangpun. aku semakin takut. begitu ada kereta datang akupun menaiki kereta itu tanpa aku mengerti kereta jurusan apa yang aku naiki. karena masih mengantuk aku tertidur didalam nya
pagi hari telah tiba, akupun terbangun dari tidurku dan telah sampai dimana aku. aku tak mengerti ini dimana. aku berjalan tanpa arah tujuan. aku lapar, aku berada di tempat keramaian yang asing. aku melihat ada seorang pemulung sepertiku. aku mencoba mengikutinya ternya disini banyak sekali yang sepertiku. aku mendekatinya berharap ada tempat untuku disitu. kemudian salah seorang dari anak itu mendekatiku dan menawarkan aku minum. tak lama sekumpulan orang dewasa datang untuk menangkap kami semua. terkejunya aku. aku langsung lari sekencang mungkin karna begitu takutnya. aku pun lolos dari kejaran orang jahat itu. sekarang aku bingung kemana aku harus tinggal perutku lapar sekali. aku akan mengikuti rel kereta ini saja siapa tau aku sampai rumah. aku berjalan sepanjang jalan mengikuti arah rel kereta. aku menjumpai seorang wanita dewasa dan dia menanyai sesuatu padaku. kemudian dia membawaku kerumahnya, memberiku makanan enak, membantu membersihkan ku yang kotor. memberikan baju baru untukku, tapi aku tak bisa lama disini karna aku harus pulang. tapi aku tak bisa memberi informasi apapun tentang keluarga aku tidak tau apapun. wanita itu membawaku ke polisi untuk membantunya mencari keluargaku.
tetapi polisi tak kunjung menemukan keberadaan keluargaku. karna informasi yang kurang mendukung. polisi membawaku ke panti asuhan. tempat ini sedikit lebih baik dari pada hidup dijalanan, aku bermain dengan anak seumurku.
(beberapa bulan kemudian)
tak berselang lama ibu panti memanggilku entah apakah mereka sudah menemukan keberadaan keluargaku. tapi ternyata dugaanku salah. ibu panti memanggilku karna ada yang ingin mengadopsi ku. mereka adalah pasangan suami istri dari amerika serikat. dengan segala sesuatunya. mereka membawaku bersamanya..
(beberapa tahun kemudian)
aku sudah beranjak menjadi laki - laki dewasa yang berumur 20 tahun. ini hari pertama aku masuk keperguruan tinggi. aku berkumpul dengan temanku dan menceritakan tentang masa lalu ku sebelum aku di adopsi. salah satu teman ku menyampaikan pendapat "mengapa kau tak coba cari lokasi itu lewat google maps" ujar temanku. kau benar, kenapa aku tidak berfikir kesitu. baiklah, akan ku coba
aku mencoba untuk mencari lokasi itu di peta, dan akhirnya ketemu. aku melihat rel kereta pada saat aku tersesat dulu aku mengingatnya. aku mengikuti arahnya. dan kemudian desa itu yang aku cari telah ketemu dalam peta. ake berfikir untuk mengunjungi tempat itu besok
(keesokan harinya)
aku pamit kepada orangtua angkatku untuk pergi kesana mencari ibu kandungku. dengan berat hati mereka meneteskan air mata.
ibu angkat : mengapa kau meninggalkan kami, kami yang merawatmu (sambil menangis)
aku : bu, aku tau perasaanmu. tetapi aku sudah memendam rinduku terlalu lama untuk bertemu ibuku. kali ini tolong biarkan aku pergi menemuinya
ibu angkat : baiklah. kalau kau sudah menemukan ibumu cepat kabari kami
aku segera berangkat ke bandara menuju india, sesampainya di india. aku mencari desa tersebut. dan sepertinya desa itu agak masuk ke dalam hutan. beberapa jam aku mencarinya akhirnya aku menemukan dan ternyata tempat itu sudah berubah. aku bertanya dengan orang sekitar
aku : "pa, apa kau mengenal ibu ku, ini adalah foto masa kecilku"
pa : astaga, kau adalah Anand. mari mari aku antar kau ke ibumu
(sampai disuatu rumah)
ibuku menatapku dengan mata yang berkaca - kaca
ibu : apa kau Anand, anaku? (memandang dengan bahagia bercampur haru)
aku : ya bu ini aku Anand anak ibu
ibu : ya tuhan, kau anaku (sambil memeluk) kau kemana saja, ibu sangat merindukanmu (menangis)
aku : aku juga sangat merindukanmu bu (menangis) dimana kakaku?
ibu : kakamu sudah lama tiada saat mencarimu dulu, dia mengalami kecelakaan. tapi syukurlah kau sudah kembali.
aku : sebentar bu, aku akan menelfon seseorang
(%#/%÷%#%%#%#%@#)
aku : hallo ibu, aku sudah menemukan ibuku.
ibu angkat : syukurlah nak, apa kau akan melupakan kami setelah bertemu dengan ibumu?
aku : kenapa ibu berkata begitu, kalian adalah orang tua terbaikku. sampai kapan pun kalian terbaik untukku
ibu angkat : baiklah nak, semoga kau bahagia
TAMAT....
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Hallo Semua
dukung aku terus ya