Nama aku adalah Michelle, aku mempunyai kakak bernama Adelia, aku dan keluarga aku baru pindah dari jogjakarta ke jakarta, sesampainya di rumah tersebut ayah mengantarkan aku dan kakak aku ke kamar kita masing-masing. beberapa menit kemudian ayah memanggil aku dan kakak untuk turun dari kamar. Aku dan kakak yang melihat ayah sedang berada di ruang tamu langsung duduk, Ayah memberikan sesuatu kepada aku dan kakak, kakak dibelikan hp oleh ayah dan sedangkan aku dibelikan sebuah boneka, aku sangat senang sekali dengan pemberian yang ayah kasih kepada aku.
"kamu suka nak?" tanya ayah, aku pun langsung mengangguk dan tersenyum kepada ayah.
*Kebesokannya
Aku sekolah, teman aku yang bernama rizty. Di kelas sedang ramai dengan sebuah permainan konon kata nya permainan itu bisa memanggil arwah.
"Michelle liat deh, ini mereka lagi main permainan charlie." sambil menatap ke arah aku.
Lalu teman aku yang bernama rizty mengajak aku untuk bermain itu sepulang sekolah.
*Skip
Sepulang sekolah aku mengajak teman aku kerumah, dirumah hanya ada kak adel. Aku pun langsung masuk ke kamar bersama teman aku rizty.
"Tapi Michelle?" ujar rizty kepada michelle dengan muka serius.
"Kenapa?" jawab aku.
"kata nya setelah bermain ini kita harus baca doa Al-fatihah, kamu apal kan?"
Aku hanya mengangguk.
Rizty melihat sekitar dan bertanya apa itu boneka aku, aku pun menjawab itu adalah pemberian dari ayah aku. Aku dan rizty memulai permainan, dan ternyata benar pensilnya bisa bergerak menjawab yes or no yang artinya iya atau tidak, aku dan rizty bertanya berbagai hal, tiba tiba ada yang mengetuk pintu nya aku dan rizty sempat kaget, berfikiran yang tidak tidak.
"Nak, ayo turun kita makan. Ayah sama bunda bawa sesuatu nih." Aku dan rizty menghela nafas, aku menjawab iya kepada ayah. Rizty menyuruh aku untuk membaca Al-fatihah tetapi aku langsung turun, sementara rizty membaca doa terlebih dahulu setelah itu baru menuju ruang makan dan makan bersama keluarga aku. rizty selalu mengingatkan aku tapi aku tidak mendengarkan nya.
•Sampai suatu malam
Aku yang sedang tidur seperti ada yang memanggil aku, aku melihat sekitar dan ternyata ada seorang perempuan berdiri di pintu kamar aku lalu keluar begitu saja. Terlihat hanya samar-samar.
"apa itu kakak?" aku mengikuti perempuan itu sampai depan kamar, aku mendekat ke arah perempuan itu.
"kakak, apa itu kamu?"
dia menoleh kearah aku sambil memegang gunting lalu menusuk-nusukkannya ke perut dan berkata,
"Aku akan balas dendam, apa kamu ingin membantu aku?"
Aku pun berteriak dengan kencang, semua keluarga aku keluar dan mencoba menenangkan aku, aku bercerita kepada mereka.
Dan ternyata kebesokannya ayah, bunda, dan kakak juga di ganggu. Ayah sedang mengerjakan pekerjaan kantor nya di rumah tiba tiba lampu mati begitu saja, setelah hidup ada seorang perempuan yang aku liat juga dia berkata "Kemana dia? apa kalian tau mereka dimana, lalu kalian siapa?" Ayah berteriak. Bunda sedang mencuci piring dan ketika bunda menyiram piring dengan air bunda melihat perempuan tersebut yang sedang berada di atas lemari, perempuan tersebut juga menanyakan hal yang sama ke bunda, bunda yang melihat hal itu langsung teriak. Aku yang melihat bunda teriak langsung mencoba menenangkan nya, apa dia datang karena aku tidak membaca Al-fatihah setelah bermain itu.
•Kebesokannya ayah memanggil tukang kebun yang membawa orang pintar, setelah mencoba di usir tetapi tidak bisa orang pintar langsung kabur begitu saja. Datanglah hantu itu, berada di tempat dimana dia di bunuh, tukang kebun itu kaget dan berkata "apa kalian memanggil nya?"
Perempuan itu menarik tukang kebun dan menusuk nusukkan gunting ke perut bahkan ke seluruh badan nya. bibi yang sedang lewat depan rumah dan melihatnya mencoba menghentikan nya,
"Agatha berhenti, dia berjanji akan bertanggung jawab."
"dia sudah jujur sama bibi, bibi sudah beritahukan kepada orang tuamu juga apa yang terjadi." Bibi yang sedang mencoba meyakinkan hantu perempuan itu.
Hantu perempuan itu menjelaskan lagi apa yang terjadi sebelum aku dan keluarga aku berada di rumah ini, dahulu hantu perempuan itu pemilik rumah ini dia bernama agatha. sedari kecil dia diurus oleh bibi, di malam hari mungkin bibi sudah tidur karena sudah larut sekali agatha mendengar ada suara dari luar kamar agatha. agatha pun keluar diluar agatha melihat ada seorang laki-laki, agatha mendekati nya orang itu tanpa agatha tau ternyata orang itu sudah memegang gunting yang baru saja dia ambil.
Agatha bertanya "Siapa kamu?"
agatha mencoba mendekatinya lebih dekat, dan ketika sudah dekat dengan orang tersebut, agatha kaget kalau orang itu adalah tukang kebun.
"loh? tukang kebun?" dengan muka yang kaget agatha melihat tukang kebun yang lagi memegang gunting.
"Maaf non." tukang kebun itu dengan cepat langsung menusuk agatha, awalnya tukang kebun memanggil dukun untuk balas dendam, karena tukang kebun itu sudah tau jika dia membunuh agatha mungkin saja agatha menjadi roh penasaran dan akan membalaskan dendam atas kematian nya, keesokannya keluarga dan bibi shock dengan agatha yang meninggal dengan tragis, setelah kepergian agatha keluarga nya agatha memutuskan keluar kota.
"Agatha mau balas dendam bi." agatha sambil nangis darah, dan masih menusuk nusuk kan gunting di tukang kebun tersebut.
"bibi tau kamu marah, tapi percaya sama bibi dia akan tanggung jawab atas perbuatannya. Percaya ya nak, agatha kan anak yang baik." Mendengarkan bibi berkata seperti itu agatha langsung berhenti menusuk-nusukkan, agatha pun mengangguk dan tersenyum sambil berkata "Terima kasih juga, karena kamu sudah memanggil aku." Aku hanya bisa mendengarnya karena dari tadi mata aku di tutup oleh bunda aku begitu juga kakak. Tiba tiba agatha menghilang begitu saja di telan cahaya mungkin, mungkin dia sudah tenang disana.