⚠️cerpen ini hasil imajinasi sendiri
Tetes demi tetes butiran air,jatuh dari langit.moon terus melamun awan hitam di sana.
Wajahnya terlihat sangat lelah,butiran keringat terus bercucuran,gaun putihnya kini sudah berubah menjadi berwarna merah.
Suara tangisan,membuat moon membuyarkan lamunannya,ia lirik bayi mungil Yang sedang menangis diatas ranjang,dengan di balut selimut berwarna kuning.
Moon berdiri,Langkahnya mendekati bayi mungil itu,tepat didepan bayi itu,Moon mengembangkan senyuman nya,tak lama air mata nya keluar dari matanya.
"Im sorry baby"hanya itu yang bisa moon katakan.
Moon mengambil bantal yang ada di samping bayi itu dan,akan membekap nya.
07:30
Moon telah bersiap dengan baju putih,abu nya.
Sebelum berangkat,Moon melirik gaun yang tergeletak di atas ranjangnya gaun yang dipenuhi oleh banyak darah.
Ia teringat dengan kejadian kemarin,Moon sangat menyesalinya.
Moon keluar dari kamar hotel dan langsung naik lift,seorang pria menatapnya lekat saat mulai memasuki lift.
"Semalam ku dengar suara tangisan bayi,yang berasal dari kamar mu"tutur pria itu,matanya masih fokus menatap layar ponsel nya.
"Itu anak kakaku,yang sempat menginap tadi malam"jawab moon,tangannya sudah bergetar sendari tadi.
"Aku tidak menanyakan Itu anak siapa,tapi suara itu sangat menggangu kau tau?"
Ting pintu terbuka pria itu keluar lift terlebih dahulu.
Moon langsung berlari keluar hotel,menuju mobil nya,ban mobil nya kini sangat kotor,ada bekas tanah disana.
"Ck sial"
Dengan terpaksa moon memilih menaiki taksi.
Moon memberhentikan taksi yang lewat dan masuk.
"Ke sma cenderawasih pak"
"Baik neng"
:
:
:
Moon sudah berada di kelasnya,tatapan nya kosong,wajahnya sangat pucat.
PUK
"MOON!!?"
"HEM?"
"Jadi"tanya nya mengantung.
"Jadi?"tanya moon kembali.
"Ck bayi lo,gimana?"riska mulai mendengus kesal.
"Gue....bunuh"
"WHAT!?LO GILA!?"teriak riska,yang mengundang banyak pasang mata melihat nya.
"Terus gue harus apa?ngurus bayi itu terus ngerelain masa depan gue!?"
"Ya kan lo bisa nyewa asisten,Lu mikir gak sih perbuatan yang lo lakuin itu salah ToLo*"
"Iya gue salah,terus gue harus gimana,minta tuhan buat ngehidupin bayi itu?"
"Ck...terus bayi lo,sekarang dimana?"
"Dikubur"
"Ayah nya tau?"riska melirik moon sekilas.
"Bahkan gue gak tau ayahnya siapa"lirih Moon
"Maksud lo?Jadi lo gatau siapa yang nge hamilin lo!?"
"Gue bener bener gak inget riss..gue mabuk berat waktu itu,gue kehilangan kontrol"
"Bahkan mungkin dia juga gatau kalau gue selama ini mengandung anak dia"
"Kita harus cari dia Moon"
"Buat apa?minta tanggung jawab?bayi nya juga udah mati"
"Setidak nya ayah nya tau kalau dia udah nge hamilin anak orang,minta ganti rugi"
"Ganti rugi?pake uang?itu kaya gue ngejual tubuh gue,gue gak murahan ris"
"Ya...Ya...Maksud nya biar dia tau kalau dia udah punya anak"
"Terus udah itu?"
"Ya...minta nikahin lu lah"
"Gue baru inget"ucap moon,moon menatap riska dengan tajam.
"K...kenapa MOON?"
"Enggak"
:
:
:
Sampai hotel
Moon tersenyum kearah cermin di depannya,Ia tahu,ia ingat segalanya sekrang,yang membuatnya menderita,harus lebih menderita juga bukan?.
Moon ingat kejadian di club,ia ingat Semua nya.
Moon juga ingat siapa yang telah menghamilinya.
"Hahaha,seperti nya kau salah lawan cantik"
Moon mengibarkan rambutnya kebelakang,dan mengganti pakaian nya dengan pakaian serba hitam.
Moon melirik cctv yang ada di kamar hotel nya,moon berjalan kearah lukisan yang ada di ujung kamar,Ia tau didalam sana panti ada kamera tersembunyi lagi.
"BAIKLAH KITA MULAI PERMAINANNYA CANTIK"
"HAHAHAHAHA"
-------------
00:00
Sebelum moon pergi,seorang baby sitter berjalan kearah nya,ia berjalan sambil menggendong bayi mungil di tangannya.
Moon tersenyum dan mencium kening bayi itu.
Moon keluar dari kamar hotelnya,tangannya tak henti henti memainkan pisau belati miliknya.
Pintu lift terbuka,Moon masuk,Ia segera mengambil ponsel yang ada di celana hitam panjangnya.
"Bisa kita mulai sekrang?"
Moon kini sudah berada di dalam mobil hitam miliknya,ia melajukan mobil nya dengan kecepatan di atas rata rata.
Setelah menempuh 20 menit,Moon sampai di rumah besar dan mewah.
Moon masuk ke dalam ruang bawah tanah,tempat yang sangat gelap dan pengap.
Didalam sana satu pasang orang yang ia cintai tengah duduk di kursi,badannya sudah terikat dengan tali.
Moon berjalan kearah pria yang terikat,Ia masih tertidbur rupanya.
Kini mata moon melirik kearah si wanita,wanita itu nampak ketakutan,keringat terus bercucuran.
Beda dengan moon yang malah semakin meleberkan senyumannya.
"KENAPA TAKUT?BUKANNYA KAMU YANG MEMULAINYA CANTIK"
"SEKARANG MARI!!BERMAIN"
like