Oh dirinya...
Berjalan di bawah kelamnya malam
Malam yang menjumpai...
Setengah hari lamanya
Dirinya menyukai malam
Baginya...
Malam itu hening dan dingin
Sama dengan dirinya
Dirinya bagai dilahirkan
Oleh gelap dan malam
Sebab...
Sifat yang tiada arti beda
Jika terang muncul
Dirinya sabar...
'Tuk menunggu malam kembali
Tiada siapapun yang menghalangi...
Engkau, oh malam
Agar dirinya bahagia dalam sunyi
Puisi tersebut ditujukan kepada sang gadis penunggu malam, entah bagaimana rupa gadis itu, aku tak tahu.
Kabarnya, dahulu gadis penunggu malam itu tinggal di sebuah rumah yang terletak tepat di depan rumahku. Setiap pukul 18:00 ia langsung buru-buru menyiapkan kursi, lalu menaruhnya di atas lantai teras. Setelah itu gadis penunggu malam itu duduk perlahan di kursi yang telah ia siapkan itu, lalu menatap langit hitam dengan penuh rasa gembira dan takjub, langit hitam dengan bulan dan jutaan bintang tentunya. Sang gadis penunggu malam melakukan hal tersebut hingga jam 19:00, lalu masuk kembali ke dalam rumah.
Tapi sayangnya, gadis penunggu malam itu telah meninggal, dan orang tuanya gadis penunggu malam itu pun telah pindah ke rumah yang lain setelah anak mereka meninggal, bahkan sebelum aku dan keluargaku pindah ke rumah ini.. Alhasil rumah sang gadis penunggu malam itu telah menjadi rumah yang tak berpenghuni, atau yang sering kalian sebut... rumah kosong.
Kabarnya, sang gadis penunggu malam itu meninggal karena pada saat ia tengah sibuk berlari, mengejar bulan purnama, ia tak sengaja menabrak motor yang melintas di tengah jalan. Orang tuanya gadis penunggu malam itu menangis keras mengetahui hal itu. Maka dari itu orang tuanya gadis penunggu malam pindah ke rumah yang lain, untuk melupakan hal menyakitkan yang terjadi pada anak mereka. Tetapi sebelum orang tua gadis penunggu malam itu pindah, mereka menyiapkan kursi di atas lantai teras sebagai tempat duduk hantu anak mereka untuk melihat langit malam, mereka percaya akan hal itu.
Kursi yang orang tuanya gadis penunggu malam siapkan masih ada hingga sekarang, masih berdiri tegak di atas lantai teras, seolah bahwa hantu gadis penunggu malam itu tak pernah sekalipun menyentuh kursi itu.
Rasa penasaran yang besar terhadap isi rumah kosong itu menghampiri diriku, maka dari itu, tepat jam 18:00, aku memutuskan untuk menerobos masuk ke dalam rumah kosong itu, toh orang tuaku tak melihatku melakukan hal ini, mereka berdua sibuk bekerja, dan belum pulang dari kantor.
O iya, aku belum memperkenalkan diriku sebelumnya...
Namaku Zoya, umur 15 tahun, dan aku adalah orang yang pertama kali menerobos masuk ke rumah tua milik sang gadis penunggu malam itu.
🏡🏡🏡
Pagar rumah kosong itu berkarat, dan digembok. Aku terpaksa memanjat pagar itu, lalu turun, lantas berjalan ke arah teras.
Aku menatap kursi yang dahulu diletakkan oleh orang tuanya gadis penunggu malam. "Bagaimana jika aku melempar kursi ini, apakah ia akan marah?" Ucapku. Tanganku ini rasanya gatal, ingin melempar kursi itu. 3 detik kemudian aku pun nekat melempar kursi itu ke sembarang arah, apa hal buruk akan menghampiri diriku? Apa dia akan marah padaku?
5 detik berlalu, tidak terjadi apa-apa.
"Huh, mending aku masuk ke dalam saja, toh tidak terjadi apa-apa." Ucapku lagi.
Aku membuka pintu depan rumah kosong itu dengan perlahan, tidak dikunci! Aku bersemangat 'tuk masuk ke dalam.
Dan tanpa kusadari... ia telah menatap diriku dari belakang... sejak aku melempar kursi itu sembarangan...
Aku menatap seluruh bagian ruang tamu yang penuh dengan debu, dinding-dindingnya terkelupas, atap berlubang, toh namanya juga rumah kosong, tidak dirawat sama sekali oleh pemiliknya.
Aku sengaja tak memakai alat penerang seperti senter, lilin, ataupun sejenisnya, supaya lebih menantang.
Aku berjalan mengelilingi ruang tamu dengan perlahan. Ngeri. Bagaimana jika ada makhluk yang tiba-tiba menghampiriku, sengaja menakuti aku?
Tapi aku kembali mencoba untuk berani. Lanjut, aku berjalan menuju dapur. Aku menggeser pintu dapur dengan perlahan, tidak dikunci juga. Aku pun masuk ke dalam dapur.
Astaga...
Bagian ini amat kotor, ruangan dipenuhi lumut, dinding terkelupas, juga tercium seperti bau bangkai, tapi aku tak tahu bangkai apa itu, juga atapnya yang amat berlubang, ya ampun, besar sekali lubang itu, kalau hujan pasti bocornya minta ampun.
Aku pun tahu kenapa bagian dapur ini amat kotor, karena setiap hujan pasti bagian dapur bocor, lalu menjadi tempat yang lembab, sehingga lumut hidup nyaman di sini. Hiih joroknya.
Eh tunggu sebentar.
Tiba-tiba aku menatap rice cooker yang dibiarkan terbuka yang terletak di dapur. "Hei, kenapa mereka meninggalkan rice cooker ini?" Tanyaku pada diriku sendiri. Rice cooker itu terletak tepat di bawah lubang atap yang besar itu. Aku iseng melihat isi rice cooker itu lebih dalam, bau bangkai semakin menyengat ketika aku melihat isi rice cooker itu lebih dalam.
"AAAAAAAA..." Aku teriak dengan amat kencang, seketika.
Apa-apaan ini...
Ada bangkai tikus di dalam rice cooker itu, bagaimana bisa?! Aku refleks menutup rice cooker, lalu segera lari, pergi dari dapur.
Aku mencoba untuk tidak melihat ke atas, aku takut tiba-tiba para tikus berjatuhan, menghampiri diriku, mengingat bahwa aku barusan melihat bangkai tikus di dalam rice cooker, ya ampun, JIJIK SUMPAH, GA BOONG!
Lalu aku memikirkan bagaimana tikus itu bisa masuk ke dalam rice cooker. "Ah, mungkin bangkai itu sebelumnya berasal dari atap, lalu tak sengaja jatuh ke atas rice cooker itu." Pikirku. Aku pun menuju kamar mandi, tempat itu pastilah tempat yang lebih lembab dari pada dapur itu.
Sayangnya, pintu kamar mandi tak bisa dibuka, mungkin pintu kamar mandi ini rusak. Ah sayang sekali, padahal aku ingin sekali melihat bagian yang satu ini.
Aku memutuskan untuk masuk ke dalam kamar. Ada dua kamar dalam rumah ini, dan aku mencoba masuk ke salah satunya.
Sayangnya, salah satu pintu kamar itu rusak, sama seperti pintu kamar mandi. Ya sudah, aku akan menuju ke kamar lainnya, ruangan terakhir.
Dan pada saat disinilah suasana horor mulai menghampiri diriku...
Aku membuka pintu kamar itu, berhasil!
Terdapat salah satu tempat tidur yang berdebu. Dinding-dinding terkelupas parah. Dan aku tak sengaja menatap buku gambar di atas tempat tidur itu.
Saat kubuka, aku melihat buku gambar itu dipenuhi gambar-gambar langit hitam yang dihiasi oleh bulan, juga bintang-bintang. Dalam sekejap aku tahu, inilah kamar sang gadis penunggu malam. Aku berpindah halaman demi halaman yang menguning, seluruh gambar yang ia "lukis" indah sekali, bak langit malam sungguhan.
Tetapi aku terkejut ketika melihat halaman terakhir.
Di halaman terakhir tertulis seperti ini:
KENAPA KAU LEMPAR KURSIKU?
KAU HENDAK MENGGANGGUKU?
Tulisan tersebut terbuat dari darah! Aku refleks melempar buku itu, ya ampun, apa sang gadis penunggu malam itu mengetahui bahwa aku telah melempar kursinya? Apa dia tahu bahwa aku telah mengganggunya? Apa dia belum kunjung pergi ke dunia yang seharusnya?!
Aku perlahan memutar badanku ke belakang.
"AAAAAAAAAAAA..." Aku terkejut bukan main.
Dia ada di belakangku, dia, hantu gadis penunggu malam, dia dari tadi mengikutiku dari belakang!
"Tolong jangan ganggu aku, tolonglah." Aku memohon padanya.
"Heh, kau sendiri? Kau menggangguku dengan melempar kursi itu, sehingga aku terlempar, dan kau menyuruhku untuk JANGAN MENGGANGGU ENGKAU!" Hantu gadis penunggu malam terlihat amat marah, suaranya amat menyeramkan. Jika ditambah musik, pasti suasana akan lebih menyeramkan lagi.
Aku ketakutan, tubuhku bergetar.
"PERGI DARI SINI......." Dia berteriak, lalu mulut dan kedua matanya mengeluarkan darah merah busuk, ya ampun, ngerinya!
Aku menurut, tanpa disuruh dua kali olehnya aku langsung berlari, pergi dari rumah kosong itu, aku berlari sekencang yang aku bisa, melewati ruang tamu, melewati teras, lalu memanjat pagar secepat mungkin, susah payah aku memanjat pagar itu, beberapa detik kemudian aku pun berhasil.
Aku berlari semakin cepat, lalu masuk ke dalam rumahku. Aku pun bernafas lega... aku sudah bebas dari rumah kosong dan hantu itu.
🏡🏡🏡
Aku takkan lagi nekat masuk ke dalam rumah kosong itu...
Aku akan menolak untuk menatap rumah itu kembali...
Aku tidak akan membuat dia merasa terganggu untuk yang kedua kalinya...
Biarlah dia, hantu gadis penunggu malam, menatap langit hitam dengan aman dan tenang.
~TAMAT~
Follow IG ku: @rainhard.frealdo
Follow MLBB ku: TheCircleOfFire. ID: 635724455
Jangan lupa untuk membaca cerpen karya saya yang lain dibawah ini ya 🙏👇
Jangan lupa juga untuk membaca novel pertama saya: "Dunia Langit". 🙏🙏