Senja, Deska dan Selly. Tiga sahabat yang selalu kemana-mana bersama. Mulai dari bersekolah di SMA yang sama sampai kuliah pun mereka mengambil jurusan yang sama pula. Sudah tak heran jika teman-teman yang lain menganggap mereka bertiga adalah kembar.
Singkat cerita, libur akhir semester sudah tiba. Mereka merencanakan untuk pergi merayakan malam tahun baru dan berlibur di puncak. Pada saat itu mereka melakukan pemesanan Villa melalui aplikasi tapi semua Villa sudah penuh. Mereka sudah hampir putus asa karena semua yang mereka persiapkan akan gagal.
Mereka terus berusaha mencari informasi di sosial media tentang Villa yang masih kosong, selang satu jam akhirnya Deska mendapatkan Villa yang masih kosong. Dari foto, tempatnya masih cukup bagus dan harganya pun masih terjangkau untuk mereka sewa. Tanpa pikir panjang mereka bertiga sepakat untuk menyewa Villa tersebut.
Hari H menjelang pergantian tahun, Dengan hati yang gembira mereka sudah siap melakukan perjalanan menuju ke puncak. Tepat waktu menunjukan pukul 21.00 mereka sudah sampai di puncak tapi mereka belum menemukan titik dimana Villa tersebut berada. Dengan hati dan perasaan yang gusar, Deska merasakan ada sesuatu yang aneh. Kenapa lokasinya susah sekali di temukan, seperti ada yang mencoba melarang mereka untuk pergi kesana.
Mereka terus berputar-putar mencari hampir setengah jam dan tidak sengaja di pertengah jalan mereka bertemu dengan laki-laki paruh baya dan menanyakan tempat dimana Villa yang mereka sewa berada.
" Permisi Pak, selamat malam. Saya Deska mau bertanya, Bapak tau tidak lokasi Villa ini berada? Soalnya kita bertiga dari tadi muter-muter tidak ketemu."
" Setahu Bapak, Villa disini sudah penuh semua Neng. Coba Neng lurus sedikit nanti sebelah timur ada Villa, mungkin itu Villa yang Neng maksud karena hanya itu satu-satunya Villa yang masih kosong." Ucapnya
" Ohhh baik Pak terima kasih dan selamat malam." Balas Deska
Sampai di tempat, memang sekilas bentuknya mirip dengan yang di foto tapi dilihat secara langsung, jauh dari ekspetasi. Nampak sedikit lebih seram.
Deska pun turun dari mobil dan bertanya pada penjaga Villa tersebut dan memang benar jika Villa tersebut adalah Villa yang mereka sewa. Ada rasa kecewa di raut wajah mereka tapi karena sudah di bayar dan waktu juga sudah malam, mau tidak mau mereka akhirnya masuk ke dalam Villa tersebut.
Bangunannya memang cukup luas, ada tiga kamar dan jaraknya tidak terlalu jauh tapi ada satu bangunan lagi di belakang rumah dan tampak sudah tidak terawat, mungkin bisa di bilang sudah tua dan tidak ada yang menjaganya. Dengan hati yang sedikit ada rasa takut, mereka memutuskan untuk tidur dengan hanya menggunakan satu kamar mungkin karena seramnya tadi.
" Kalian lanjutin beres-beresnya, Gue mau turun ke bawah dulu. Mau keliling Villa ini." Ucap Selly
" Yakin Lo Sell, lo ga takut sendirian?" jawab Senja
" Yakin lah, emang nya gue kayak lo lo pada yang penakut!" Pungkas Selly
" Baik-baik lo Sell kalo ketemu yang serem terus lo di bawa sama mereka gimana?!" Balas Deska
" Ahh berisik lo pada, udah deh gue ke bawah dulu, bye!" Balas Selly lagi
Sampai di bawah, Selly mendapati Penjaga Villa sedang menyiapkan api unggun dan Selly pun duduk di sebelah penjaga. Sambil bertanya-tanya tentang Villa tersebut, penjaga pun memberitahu jika Selly dan teman-temannya dilarang untuk pergi ke rumah yang ada di belakang Villa. Penjaga Villa pun pamit sebentar untuk mengambil kayu bakar.
Namun Selly yang masih penasaran melanggar ucapan penjaga tadi dan diam-diam pergi ke rumah belakang sendirian. Awalnya memang tidak ada apa-apa tapi lama kelamaan Selly mendengar ada suara kuntilanak yang cekikikan. Dan suaranya jelas banget seperti berada di samping telinga. Selly merasakan suhu tubuhnya mulai mendingin dan bulu kuduknya merinding.
Dan saat melihat keatas, Selly melihat ada sosok kuntilanak terbang bergelantungan kesana kemari. Ingin rasanya dia kabur dan lari sekencang mungkin tapi tidak bisa, kaki nya mendadak tidak bisa digerakkan. Selly membaca doa yang dia bisa dan kakinya sedikit bisa digerakkan.
Sekujur badannya udah lemas, sedikit demi sedikit dia berjalan dan tidak mau menengok ke belakang tapi sayangnya, kuntilanak tersebut berdiri tepat di depannya, dengan muka yang hancur dan penuh darah. Selly yang melihat itu lagi-lagi hanya bisa diam dan dia pun pingsan.
Disisi lain, teman-temannya mencari kesana kemari tapi tidak menemukan selly juga. Akhirnya dia bertanya pada penjaga Villa tersebut dan menceritakan percakapan mereka saat di kamar. Penjaga Villa itu pun menemani mereka mencari Selly dan mencoba pergi ke Bangunan belakang dan benar saja mereka menemukan Selly sudah tidak sadarkan diri.
Mereka yang panik melihat Selly pingsan hanya bisa menangis dan penjaga Villa membawa Selly ke kamarnya. Setelah beberapa menit, Selly sadar dan tampak ketakutan. Penjaga Villa sudah paham apa yang terjadi akhirnya penjaga Villa tersebut memberi minum yang sudah di doakan.
Selly berangsur-angsur tenang dan menceritakan semua kejadian yang Ia alami.
" Bapak kan tadi sudah memberitahu jika tidak boleh pergi kerumah belakang, kenapa masih Neng langgar?" ucap penjaga villa
" mm.. maaf pak ini salah Selly karena Selly penasaran dan tidak meminta ijin dulu." ucap selly
" yaudah Neng gpp lain kali jika berkunjung lagi kesini atau ketempat lain, tidak boleh seperti ini lagi.''
" maaf pak jika boleh tau, sebenarnya itu rumah siapa pak?" tanya Senja
Penjaga pun menceritakan jika rumah tersebut adalah milik majikanya dulu dan memang rumah tersebut sempat di sewakan tapi tiga tahun yang lalu ada seorang gadis bunuh diri meninggal di rumah itu.
Dan banyak rumor yang beredar bahwa arwah gadis itu sering meneror siapa aja yang masuk tanpa ijin kerumah tersebut. Akhirnya mereka bertiga pun paham dan melanjutkan aktivitas mereka.
Malam tahun baru yang seharusnya menjadi malam yang bahagia, malam yang penuh renungan sekarang menjadi kejadian seram yang tidak bisa di lupakan.
Penjaga Villa tersebut menyuruh mereka turun kebawah karena sebentar lagi Pukul 00.00, masih sedikit takut tapi mereka menepisnya. Mereka duduk melingkar di api unggun dan tahukah kamu bahwa kuntilanak tadi duduk di atas pohon tepat di bawah Selly duduk??
Selesai.....