Malam itu hujan sangat deras,dan aku harus pulang terlambat ke rumah karena hujan deras yang mengakibatkan banjir sehingga terjadi macet di sepanjang perjalanan pulang dan tepat pukul 22.30 wib.
Dan tiba-tiba motor yang aku kendarai mati mendadak tepat di depan sebuah rumah kuno usang yang sudah tidak terawat lagi.
"Pake mati segala lagi nih motor, efek terendam banjir apa yah?" pikirku.
Aku pun melihat keadaan sekeliling aku sepi sekali.
"Aku harus minta tolong siapa ini?" keluhku.
Kucoba untuk menyalakan kembali starter motor aku kembali,tetapi hasilnya tetap sama. Apa ini masalahnya pikirku kembali. Bensin full terus kenapa tidak menyala karena saking kesalnya aku tendang moto tersebut.
"Buhg....aduh sakit," kataku
Aku akhirnya berusaha untuk menghubungi seseorang tapi sama saja tidak ada yang bisa aku hubungi.
Tiba-tiba saja sebuah ide terbersit untuk menitipkan sementara motor ini di dalam rumah kuno tersebut,dan akhirnya aku dorong motor itu dan memasuki pekarangan rumah kuno tersebut.
"Permisi," ucapku
"Numpang titip motor,"ucapku setengah bekelakar.
Ku parkir motor aku di halaman samping rumah kuno tersebut.
Dan ketika aku hendak melangkahkan kaki aku keluar pekarangan tanpa terduga.
"GUBRAK"
Dengan refleksnya aku menoleh.Aku melihat sebuah bayangan hitam melintas.
"Hei,siapa di sana teriak aku".
Dan tak ada yang menyahut,dan jujur ku akui secara tiba-tiba membuat bulu kudukku merinding di buatnya. Ku tarik nafas dalam dan mencoba untuk berpikir positif thinking " tidak ada apa apa".
Ku langkahkan kembali kakiku dan entah datang darimana seekor kucing hitam melompat ke arahku hampir dan terinjak olehku.
"ASTAGA MAK CIPOK" teriak aku
"Meow,meow kucing itupun bersuara dan melihat ke arahku".
" Hush,hush sana pergi sambil mengibaskan tanganku menyuruh kucing itu menyingkir".
Setelah kucing itu melintas pergi belum aku sampai gerbang rumah kuno itu......
"WUZZZZZ, WUZZZZZ"
Suara angin kencang ke arah ku,dan jujur membuat aku kaget dan kedinginan mendadak.
Suara apa itu,pikirku.Aku pun mempercepat langkah kaki dan aku setengah berlari dari rumah kuno tersebut tanpa memikirkan lagi motor yang aku simpan di rumah tersebut.
Sampailah aku di persimpangan jalan besar dan aku pun memberhentikan taksi dan sampailah aku di rumah aku dengan selamat.
Ku tekan bel rumah berkali-kali.
"Assalamu'alaikum", teriak aku
Tiba-tiba pintu rumah ku terbuka dan ternyata bunda yang membukakan pintunya.
"wa'alaikum salam," jawab bunda.
"Kok pulang nya larut sekali," tanya bunda kembali.
"Macet panjaaaaaaaaaaang Bun,"jawabku sambil mengambil air minum dan meminumnya.
"Kamu pulang di antar siapa?" tanya bunda sambil melihat ke arah luar rumah.
"Aku naik taksi," sahut aku.
"Motor mu mana?" tanya bunda kembali.
"Hehehehe.....aku titipkan Bun," ujar aku kembali.
"Di titipkan dimana?" tanya bunda lagi dengan suara agak meninggi.
"Itu loh bunda tau kan rumah kuno,yang di persimpangan tiga itu.....nah, aku titipkan di situ dengan tanpa dosa aku pun bercerita awal muasal aku menitipkan motor".
"AMBIL SEKARANG JUGA" titah bunda
"Besok aja,capek akunya bunda," jawab aku.
"SEKARANG" suara bunda mulai meninggi, jujur itu membuat aku takut dan aku melupakan satu hal bahwa bunda bisa melihat dan berinteraksi dengan makhluk alam lain.
"Iya bunda,aku pun mengambil kunci mobil yang tergantung dan mulai berjalan ke arah mobil terparkir".
"Tunggu kamu pergi di temani ayah juga bunda bangunkan ayah dahulu,dan bunda masuk ke dalam kamar membangunkan ayah.
Ayah menghampirinya aku dan mengambil kunci mobil dari tanganku dan ketika ayah akan membuka pintu mobil tiba-tiba
"DUUAAARRRR"
Sebuah dentuman seperti ledakan terdengar setelah itu lampu di halaman rumah mati.
Aku terkesima "kaget" dan aku melihat bayangan hitam besar dan seketika itu aku pingsan.
Dan di saat pingsan itu aku merasa diriku berada kembali di rumah kuno tempat aku menitipkan motor tersebut.
Di sana nampak seorang laki-laki tua dan seorang perempuan memandang ke arah ku dengan mata merah menyala.
aku pun mengucapkan salam,dan meminta maaf sudah lancang memasuki rumah tanpa ijin,dan aku berkata akan mengambil kembali motor aku.
Akhirnya aku pun tersadar, di samping aku ada bunda ayah dan juga seorang kyai.
Akhirnya kamu tersadar juga,sudah jalan jalan kemana saja tanya bunda ke arah aku sambil di iringi senyuman.
Dan aku pun tersadar MOTOR AKU.
__________________TAMAT__________________
.