Hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah di tingkat SMA, aku sangat senang dan bersemangat bergegas pergi ke sekolah, aku memilih untuk naik busway, karena mama dan papa selalu sibuk dengan pekerjaan mereka.
Aku sedikit berlari karena aku belum tahu pasti pukul berapa pembelajaran dimulai.
.
.
.
*Zsrtttt
Aku turun dari busway, dan berjalan menuju sekolahku yang jaraknya sudah tidak jauh dari halte.
SMA SUKA BANGSA, iya itulah namanya.
Sekolah itu tampak sangat besar, dan halamannya pun terlihat sangat luas, ya aku berfikir ini wajar untuk sekolah swasta, karena aku terbiasa bersekolah di sekolah swasta.
Itu semua karena kemauan mama dan papa, yang selalu menuntuku untuk menikmati harta mereka, jadi yasudah aku ikuti saja.
"Nak?"
"Ha!"
Betapa terkejutnya aku saat seorang wanita tua menepuk bahuku dari belakang.
Tampak ia memegang sapu lidi dan postur tubuhnya yang bungkuk, jujur itu terlihat agak seram karena tatapannya pun yang agak aneh.
"Kamu... Murid baru?"
"E- iya nek", jawabku yang sambil merasa kikuk.
*Ding dong
"Sudah bel, aku permisi dulu ya nek"
Aku pun berlari menuju kelas, sekali aku melihat kearah belakang nenek itu terus saja mengangguk-anggukkan kepala, itu sangatlah terlihat aneh.
Mencoba tak perduli, aku melanjutkan langkahku dengan berlari mencari dimana kelas ku berada.
Sekolah ini benar-benar sangat luas, aku mencoba mencari tahu soal pembagian kelas di Mading yang berada di samping tangga.
Aku membaca dengan teliti, dan ada hal yang lebih aneh dari nenek tadi.
Dimana aku melihat banyak berita kelulusan yang tertulis dengan tahun 1970, 1971, 1972 dan berakhir pada lembar kelulusan yang bertuliskan tahun 1982, ini benar-benar aneh, karena itulah berita terakhir yang tertempel disana, dan sekarang sudah berada di tahun 2020.
Seharusnya jika setiap tahun kelulusan diumumkan, mengapa tak ada berita kelulusan lagi pada tahun-tahun setelah 1982.
Aku benar-benar merasa aneh tentang sekolah ini, kembali aku memperhatikan sekelilingku, dipertengahan altar ini aku melihat ada seorang guru perempuan, aku pun langsung berlari menghampirinya.
.
.
.
Hahg
Hahg
Mengapa aku merasa sudah berlari sangat jauh, rasanya benar-benar sangat jauh, padahal saat tadi aku melihat guru itu tak terlalu jauh.
"Ibu"
"Bu"
"IBU"
Guru itu baru menghentikan langkahnya, tapi tidak menengok sedikit pun.
Aku pun kembali berjalan menghampirinya, dengan sisa tenagaku.
"Permisi ibu"
"....."
Tatapan ibu ini sangat dingin, seperti raga yang terlepas dari rohnya, detik inilah aku merasakan bulu kudukku terangkat.
"Ibu, m- maaf saya ingin bertanya tentang..."
Belum juga aku selesai bicara, guru itu malah berbalik arah seolah ia ingin menunjukkan arah untukku.
Mungkin dia memang sudah tau arah pertanyaan ku, aku terus saja mencoba bersikap biasa saja walaupun beberapa hal disekolah itu sudah menunjukkan keanehan.
Langkah guru itu berhenti didepan kelas 10-B, aku pun ikut menghentikan langkahku, tapi pandanganku tersorot pada seorang siswa yang duduk di bangku samping kelas tanpa gerakan sedikit pun.
Mengapa tak ada guru yang merespon hal itu, atau mungkin setidaknya bertanya tentang itu kepada guru yang mengajarnya.
Tak sengaja aku membaca name tag di baju guru yang tadi memberikan arah padaku.
SERI SUMIYATI
Itulah nama dia, bagiku namanya cukup terdengar antik.
"Terimakasih bu"
Hanya tatapan kosong dan dingin, tak ada sama sekali sautan darinya.
Aku berjalan masuk ke kelas, dan tiba-tiba saja bau anyir tercium sangat jelas di hidungku, rasanya benar-benar sangat menusuk penciuman.
Anehnya kenapa tak ada satupun dari mereka yang mencium bau ini, mereka bahkan terlihat hanya duduk tanpa berkutik sedikit pun, karena bau anyir ini aku tak kuat lagi menahan mual ku, aku pun langsung berlari mencari toilet.
Hingga aku menemukan sebuah ruang toilet yang luas, tapi tak ada pencahayaan sedikit pun, tak bisa menahannya lagi, aku langsung saja masuk kedalam toilet itu.
Rasa mual ku mulai mereda setelah semuanya ku keluarkan.
Sejenak aku terdiam saat aku mendengar adanya langkahan kaki seseorang, ia berjalan menuju wastafel yang berada didepan toilet.
Aku memperhatikan langkahnya, dia berbalik arah menuju depan pintu toilet yang sekarang sedang aku gunakan, dia hanya berdiri hingga hitungan detik yang cukup lama.
Aku mencoba mencari tahu tentang dia dari sela bawah pintu, aku mulai mempertajam pandanganku pada kaki murid itu.
Hmmmmppp
Hampir tak bisa aku menahan suara ini, karena aku benar-benar terkejut dengan apa yang aku lihat!, darah yang tiba-tiba saja mengalir deras dari bagian atas kaki murid itu.
Aku sangat ketakutan, dan bingung harus melakukan apa, darah itu kini mengalir kedalam toilet dimana aku berada, dengan spontan aku memaksakan kaki ku yang mulai melemas untuk naik ke atas toilet duduk.
Dengan sekuat tenaga aku menahan suaraku dengan tanganku, sambil sesekali aku berdoa agar makhluk itu segera pergi dari sini.
Aku kembali melihat keadaan, dan ternyata darah itu sudah hilang begitu saja, aku pun memastikan makhluk itu juga apakah dia sudah pergi atau belum.
Dan ternyata dia sudah tidak ada, tanpa berpikir panjang lagi aku langsung membuka pintu dan dengan cepat aku berlari keluar dari ruangan yang menyeramkan itu.
HAHHH
HAHHH
Akhirnya aku sampai didepan kelas ku tadi, dan kini aku masih melihat siswa yang duduk di bangku panjang samping kelas ku.
Masih dengan posisi yang sama, tanpa gerakan sedikit pun.
Aku mencoba tak menghiraukan dia, kemudian aku pun memilih untuk masuk kedalam kelas, sambil menutupi hidungku dengan dasi yang ku kenakan. Sampainya aku didalam kelas, aku melihat satu bangku kosong di pojok samping jendela kelas.
Sempat merasa malas jika aku harus duduk dibangku pojok itu, pasti aku akan sangat pengap oleh bau anyir yang ada dikelas ini, tapi aku tetap berjalan menuju bangku itu.
Sesekali aku memperhatikan murid-murid yang hanya dia duduk bagai patung, wajah mereka terlihat sangat pucat, tatapan mereka seperti guru yang tadi mengantarkan ku menuju kelas.
Nampak sangat aneh, dan sangat seram saat tadi aku melihat makhluk mengerikan di toilet sekolah, tapi lagi-lagi aku mencoba menetralkan diriku, untuk terlihat biasa-biasa saja.
Aku menaruh tasku dan duduk diam seperti yang lainnya, dengan masih memegang dasi untuk ditutupkan pada hidungku,danmenunggu arahan dari guru yang hanya duduk mematung di bangkunya itu
Aku mengarahkan pandanganku ke sisi kanan, saat aku mendengar ada seseorang yang mengetuk jendela disamping kananku, karena penasaran dengan hal itu, aku mencoba melihat ke luar jendela.
Saat aku mencoba meraih pandanganku, hal mengejutkan kembali terjadi padaku!
"AAAAAKHHHH"
Tak bisa aku menahan teriakan dari mulutku, karena penampakan yang kulihat sangatlah menyeramkan, siswa yang dari tadi aku lihat hanya duduk diam diluar menunjukkan wujudnya yang menakutkan.
Ia mendongak dengan mulut menganga yang hampir terputus dari kepalanya, kedua lubang matanya tak terisi bola mata, dan seluruh wajahnya dipenuhi oleh darah.
Akibat teriakan ku, semua yang ada dikelas mengarahkan kepala mereka menatap diriku, tapi bukan seperti manusia yang normal, kepala mereka berputar 180° seperti burung hantu.
Aku yang sudah tidak tahan dengan semua ketakutan ini mencoba untuk berlari pergi meninggalkan sekolah itu, tapi tanganku ditahan oleh seorang siswi yang duduk di sisi kiriku.
Genggamannya sangat dingin, rasanya sekujur tubuhku ikut membeku, tapi aku tetap berusaha membebaskan tanganku untuk keluar dari kelas itu.
"Lepaskan!!"teriakku
"Mau kemana?"
Suara itu sangat terdengar menyeramkan, seperti suara yang tak bernyawa, menahan diriku untuk tinggal bersama dengan mereka. Ini sudah gila! aku hampir pingsan diantara mereka.
Aku terus meronta untuk kabur dari mereka, dan akhirnya aku berhasil keluar dari kelas itu tanpa ku biarkan kaki ini berhenti untuk berlari mencari jalan keluar dari sekolah ini
Saat ini aku sedang berada di sebuah ruangan yang luas, nampaknya ini merupakan bagian kantin dari sekolah ini, aku memeriksa ponselku untuk mencoba mencari bantuan, tapi tak ada sinyal yang masuk.
Aku yang sudah sangat lelah berlari mencoba mencari tempat yang aman untuk aku bersembunyi, dari makhluk-makhluk yang mungkin akan datang kembali.
Aku ingin sekali menangis sekuat tenaga, aku sangat ketakutan sendirian disekolah angker ini, tapi yang ada tangis ku hanya mengundang mereka datang menghampiriku.
Tubuhku tiba-tiba saja mulai kehilangan tenaga untuk menggenggam ponsel, pandanganku mulai buram, kepalaku rasanya sangat pusing.
.
.
.
"Dek"
"Dek"
"Dek"
Suara itu terdengar olehku, aku mencoba membuka mataku, dan melihat dua orang pria dan dia orang wanita berjongkok mengelilingi ku, masih tak paham apa yang telah terjadi, aku pun berusaha bangkit untuk duduk dan melihat di sekelilingku.
"Ha??!!"
Betapa herannya aku saat aku mengetahui bahwa diriku berada didepan bangunan tua yang sudah hancur, bahkan langit sudah terlihat sangat malam, tapi aku masih menggunakan seragam ku.
"Kenapa aku bisa ada disini?!"
"Saat kami sedang lewat didepan bangunan ini, kami tak sengaja melihat kamu yang tertidur didepan bangunan ini, bagaiman kamu bisa sampai ada disini dek?"
Pertanyaan bapak itu seketika mengingatkanku pada kejadian menyeramkan yang telah aku alami dihari pertama aku sekolah, rasanya sangat aneh untuk masuk ke akal logika manusia.
"Bukannya ini sekolah SMA suka bangsa?", tanyaku pada keempat orang itu.
"SMA suka bangsa?, kamu yakin?" tanya bingung salah satu wanita paruh baya
"Iya, ini hari pertama aku sekolah disini, memangnya kenapa bu?"
"Sekolah itu sudah sangat lama tak beroperasi, dan memang benar disinilah sekolah itu pernah berdiri, tapi sejak kejadian pembantaian masal oleh salah satu murid saat hari kelulusannya, sekolah itu menjadi terbengkalai."
"Dan lima tahun kemudian, pemilik sekolah itu memilih untuk menghancurkan bangunan tersebut dan sampai sekarang dibelakang kamu, itulah sisa-sisa penghancuran dari sekolah suka bangsa."
Mendengar hal itu sangat membuatku bingung dengan hal yang telah aku alami, dan mencoba menyembunyikan apa yang telah terjadi, ku arahkan pandanganku pada pohon besar disamping sekolah ini.
Terlihat sosok murid yang aku temukan di sekolah ini, dia menatap seram ke arahku, dan kemudian tersenyum dengan mulutnya yang hampir putus.
"Mari dek biar kami antar kamu pulang"
~Tamat~
Semoga kalian suka Yaa ^^
Jangan lupa untuk dukung aku ya , terimakasih ><