Kuliah ku sangat padat dua semester ini, tugas dan jam perkuliahan salah satu bentuk alasan. Hampir setiap hari kepulangan ku di sambut malam, sampai waktu bersama keluarga sudah berkurang.
Nama ku jikri yusron nafi'a, biasa di panggil ucon kalau di rumah, jika di jalan aku sering di panggil woi atau eh. Hahaha tidak penting sekali ya, emang suka gitu si woi mah.
aku kuliah di salah satu universitas swasta di jakarta, sekarang aku semester 4, mungkin memang di semester ini dosen sedang berlomba lomba memberikan tugas hahaha... Aku bercanda. memang kuliah begitu, mengerjakan tugas sudah lah ke wajiban untuk kami mahasiswa,
Ya karena tugas dan jadwal perkuliahan yang cukup padat itu akhirnya aku sering menginap di kosan teman ku dan jarang pulang ke rumah. Aku rindu suara roy kiosi, dia adalah seekor cicak jantan, gagah perkasa, sakti mandraguna, tinggal di atap kamar ku.
¤¤¤
Suatu hari, setelah urusan ku selesai, ku sempatkan untuk pulang ke rumah, karena ibu dan aku sama sama rindu.
"Assalamualaikum..." salam ku saat tiba di rumah menghampiri ibu dan mencium tangannya.
"Wa'alaikumsalam..." jawab ibu ku.
Setibanya di rumah, aku langsung bergegas masuk ke dalam kamar, ku baringkan tubuh yang terasa lelah. Tak lama kemudian, aku mendengar suara ayah, bergegas aku lari mencari suaranya, namun ternyata dugaan ku salah, ternyata ayah tidak ada.
¤¤¤
Ayah ku yang jauh dari ku, sudah hampir lima tahun ayah tidak pulang ke rumah. Aku rindu ingin bertemu dengannya, namun aku tidak bisa berkomunikasi dengannya, nomer hpnya pun aku tidak punya, padahal banyak yang ingin aku ceritakan, dan banyak juga nasihat yang ingin aku dengar darinya.
Aku selalu mencari kontak ayah agar aku bisa menghubunginya. Ya hanya sekedar bercerita, bercanda, dan sedikit mengobati rasa rindu.
Rumah ku tidak lah besar, semenjak ayah pergi, hanya tinggal aku dan ibu yang mengisi rumah, kaka kaka ku sudah memiliki rumahnya masing masing, di saat aku sendirian di rumah, entah mengapa aku selalu merasakan kehadiran ayah, mungkin karena aku rindu padanya, tak jarang pula air mata mengalir dengan sendirinya karena menahan rindu.
¤¤¤
Suatu malam dengan mata yang sudah terpejam, hp ku bergetar di iringi dengan nada dering alay lagu hits tiktok jaman now, ku lihat nomer telfon yang tidak aku kenal menyapa. Tanpa berfikir panjang aku angkat telfon yang menggangu pada malam itu.
"Assalamualaikum... Ini siapa ?". tanya ku
"Wa'alaikumsalam... Aa Ini ayah".
Aku pun kaget bercampur senang, mendung mataku karena rindu.
"Ayah aku kangen, ayah baik baik saja ?" tanya ku dengan air mata menggelinang.
Suara ayah pun hilang, ayah tidak menjawab pertanyaan ku, aku terus memanggilnya berulang-ulang.
"ayah... ayah.. Masih denger aku kan ayah? " panggil ku.
Tiba tiba telfon itu pun berakhir dengan sendirinya, menangis ku dalam keheningan malam.
¤¤¤
Tak lama, mata ku pun terbuka, dengan tubuh yang penuh dengan keringat, serta dada yang berdetak begitu cepat, dan air mata yang mengalir langsung ku usap. tersadar bahwa itu semua hanyalah mimpi.
ku dudukan tubuh lalu bersandar pada dinding kamar serasa berucap, memang aku tau, aku dan ayah memang tidak akan bisa bertemu, ayah sudah pergi untuk selama lamanya, dan tidak akan bisa lagi bertemu dengannya, ayah ku sudah meninggal, aku hanya bisa mendo'akan dan mengikhlaskan.
• ayah ku yang sudah pergi dan tak kembali.
• aku yang belum lama bersama ayah, namun sudah di tinggalkannya.
....................................
........................