Jikri yusron nafi'a
Aku adalah anak besek, aku sangat senang jika ibu pulang, setiap hari aku selalu menunggu ibu pulang mengaji hanya untuk melihat besek yang di bawanya, ya... Tidak lain, aku mencari makanan karena suara aneh dari dalam perut sudah sangat mengganggu, ibu ku adalah seorang yang kuat, meski tanpa ayah ku disisinya.
aku adalah anak besek, aku sangat senang jika ayah pulang, setiap hari aku selalu menunggu ayah pulang, namun ayah tidak pernah pulang, ayah ku sudah punya tempat tinggal yang jauh lebih nyaman dan tenang dibanding gubuk yang aku tempati ini, ayah tidak akan pulang dia sudah tiada lagi di dunia ini.
Aku adalah anak besek, aku anak ke lima, dari lima bersaudara, kami selalu makan bersama ketika ibu pulang membawa besek, dan yang ketiduran menunggu ibu pulang, tidak akan di bangunkan, hehe... Begitulah peraturan, dan sialnya akulah yang selalu ketiduran ketika menunggu ibu, ketika terbangun aku hanya tercengang dengan sisa sisa keikhlasan, besekpun sudah lenyap bersama empat kaka ku yang tadi sama-sama menunggu ibu.
Aku adalah anak besek, akhirnya empat kaka ku sudah menikah semuanya, alhamdulillah semuanya sudah sukses dan memiliki rumahnya masing-masing, mereka hidup bahagia bersama keluarganya, akhirnya hanya sisa aku dan ibu di rumah, fikir ku setelah kaka ku semua sudah menikah besek yang ibu bawa akan aman walau pun aku ketiduran, namun ternyata aku salah, semua kaka ku datang untuk menunggu ibu, dan ketika ibu datang tidak ada yg rebutan, semua hanya melihat aku makan, tidak lama semua kaka aku menangis, akupun ikut menangis, kami memang anak besek, ibu mengajarkan kami untuk selalu rendah hati, saling menjaga, ibu telah berhasil menghidupi anak-anaknya, ibu telah berhasil menyekolahkan semua anaknya hingga sarjana, sudah saatnya giliran kami yang buat ibu bahagia, kami semua sayang ibu, ibupun ikut menangis...