Happy reading🤗
Kim Seo-yeon wanita tua berusia 60 puluhan tinggal di AS, menerima panggilan telepon mengenai penjualan rumah lamanya di Korea Selatan. Kembali ke tanah airnya, Seo-yeon bertemu cucunya Hyuna dan mereka kembali di pedesaan.
"Rumah ini sangat, menyeramkan." Tanya nya sambil melihat rumah yang sudah tua
"Kita hanya tidur, satu malam saja Hyuna" ucapnya kepada cucunya
Seo-yeon mengenang 47 tahun lalu saat dia berusia 17 tahun, dia pindah dari Seoul bersama ibu dan saudaranya, Sun-ja ke lembah terpencil menjalani masa pemulihan usai mengalami masalah paru-parunya.
Keluarga Kim hidup dalam kemiskinan karena belas kasihan tuan tanah mereka Choi-soobin putra dari mitra bisnis almarhum ayah dari Seo-yeon. Suatu ketika Seo-yeon mendapati anak lelaki liar.
Dia tidak bisa membaca dan berbicara. Walaupun dia berperilaku seperti binatang buas, Ibu Seo-yeon yang baik hati mengadopsinya dan menamainya Heeseung, berasumsi dia salah satu dari lebih 60 ribu anak yatim piatu dalam perang Korea.
Seo-yeon menganggapnya gangguan namun akhirnya senang menjinakkannya sesuai manual pelatihan anjing. Dia mengajarinya berpakaian, menulis, berbicara dan perilaku manusia lainnnya sehingga suatu ketika dia dapat hidup seperti pria normal. Heeseung menunjukkan kesetiaan teguh dan kekuatan manusia super. Seo-yeon membuka hati kepada Heeseung, dia jatuh hati kepada Seo-yeon.
Namun hubungan mereka dalam kesulitan sebab Choi-soobin yang menyukai Seo-yeon menimbulkan masalah. Heeseung yang merasa terancam melepaskan naluri binatangnya dan penduduk kota mulai mengancamnya. Untuk dapat menyelamaktannya, Seo-yeon meninggalkannya dengan sebuah janji.
Waktu sekarang, Seo-yeon berjalan dalam gudang mendapati Heeseung duduk disana, masih terlihat muda 47 tahun lalu. Saking rindunya Heeseung memeluk Seo-yeon dengan erat, bagaimana tidak orang yang selama ini ia rindukan adalah Seo-yeon. Dia menyerahkan catatan dan Seo-yeon menyadari dia telah menunggu selama ini.
"Apakah kau selama ini menungguku?" Tanya nya yang dianggguki oleh Heeseung
"Sekarang, bolehkah aku menepati janjiku?" Tanya nya yang sehingga Seo-yeon agak terkejut.
Bagaimana tidak terkejut, orang yang selama ini seperti bisu. bisa mengerti tentang semua hal.
Heeseung membacakan sebuah buku yang dia minta saat Seo-yeon tidur.
Hari selanjutnya Seo-yeon bangun dengan Heeseung tidak terlihat, dan pergi dengan cucunya. Mereka menerima telepon yang menanyakan mengenai properti tersebut. Seo-yeon menjelaskan bahwa dia tidak menjualnya. Heeseung menatap dari kejauhan ketika mobil melaju pergi.
[Tamat]