malam itu sangat sepi di sebuah jalan raya kota kecil yang cukup sepi karena sudah memasuki dini hari, tampak seorang gadis tengah berlari seperti ada yang mengejarnya.
dan benar saja tidak jauh di belakang nya tampgak beberapa pria berpenampilan seperti preman tengah mengejar nya.
intan ya nama gadis yang tengah berlari itu,dia bekerja di salah satu mall di kota kecil itu.
biasanya jam delapan malam dia sudah pulang,tapi malam itu bos nya menyuruh lembur untuk persiapan bulan puasa.
tapi naas pas di tengah jalan ojek yang biasa mangkal itu sudah tidak ada, mungkin karena sudah malam dan gerimis juga menambah kesan enggan untuk berlama lam di luar rumah.
intan berhenti sejenak sambil menarik napas panjang keringat bercucuran padahal hawa dingin menusuk persendian kulit.ia menoleh ke belakang terlihat beberapa pria yang mengejarnya masih berusaha untuk mengejarnya.
intan bingung mau lari kemana, jalan yang ada di depan nya menuju perkampungan yang sangat gelap.tapi tidak ada jalan lain dari pada tertangkap lebih baik terus berlari.
"sial harus nya aku berbelok arah,bukan lurus aah bodo amat lah"gerutunya dalam hati.
sambil berlari menuju perkampungan.
di rasa sudah cukup jauh dia berhenti dan menoleh ke belakang.
"syukur lah sudah tidak mengejar lagi"ucap intan lega.
tapi kelegaan itu hanya sementara begitu dia tersadar sedang berada dimana.
"aku di mana ini kenapa gelap sekali"intan ketakutan begitu menyadari sepanjang jalan tidak ada lampu penerangan.
wuuuushhh wuuuushhh..... angin berhembus sangat kencang membuat intan menggigil kedinginan,oh jam berapa ini .
di lihat nya jam sudah menunjukkan pukul setengah satu.
"oh ya ampun aku harus bagaimana" batin nya.
tiba tiba...
sraak...
srack...
suara daun daun seperti terinjak seseorang,intan tidak berani menoleh ke sumber suara tersebut.
ciiiak...
ciiiak....
terdengar suara seperti suara anak ayam, intan teringat dia pernah mendengar dari temannya, kalau mendengar suara anak ayam di hutan itu bukanlah anay ayam melainkan kuntilanak.
"tapi ini kan bukan hutan,ini kampung cuma seperti hutan sii"intan memegang tengkuknya merasakan bulu kuduk nya merinding.
ciiiak... kembali terdengar suara itu.
ingin rasanya dia menangis atau berlari, jangankan berlari untuk menggerakkan badannya saja dia tidak bisa, badannya merasa kaku.
"Tuhan tolong aku"jeritnya dalam hati saat mendengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya.
"mbak sedang apa malam malam begini"ucap suara dari belakang nya.
intan merasa lega dalam hati nya"ah akhirnya ada orang juga"batin nya sambil menoleh ke arah suara dan....
degg.....
yang berdiri di hadapan nya sesosok perempuan memakai baju putih panjang dengan rambut panjang awut awutan,
wajahnya menyeringai menampakkan dua taring di kanan kiri atas.
intan hanya bisa terkulai lemas di tanah yang becek, matanya masih bisa melihat sosok pria yang menghampiri nya dan mengangkat tubuhnya yang seperti tidak berdaya,dalam gendongan pria tersebut,sayup sayup intan masih bisa mendengar suara tawa perempuan"jadi jadian"itu dan akhirnya tidak terdengar apapun lagi.
"hmmm"intan membuka mata nya dan melihat sekeliling nya nampak sosok laki laki yang sedang memunggungi nya.
"ha..haus..."Suara intan terdengar lirih, mengalihkan perhatian sosok pria tadi.dan benar saja pria tadi bergegas menghampiri intan.
"apa kamu haus"tanya nya.
intan mengangguk kan kepalanya,dan pria tersebut mengambil air yang ada di meja dekat tempat di mana intan sedang berbaring.
"terimakasih"ucap intan sambil berusaha bangun,dan pria tersebut membantu nya untuk duduk.
"kita lagi ada di mana"tanya intan.
"kamu lagi ada di desa ku,kenal kan namaku beni"ucap pria tersebut sambil mengulurkan tangannya yang langsung di sambut intan.
"intan"jawab intan.
ketika bersalaman intan merasa merinding, tangan beni sangat dingin,dan semua bulu kuduk berdiri semua intan berusaha melepaskan tangannya secepat mungkin.
"apa ini"batinnya.
tiba..tiba...
braakk.....
braaakk...
terdengar gedoran pintu dengan sangat keras,aku lihat ke arah beni dan mengerutkan dahi, walaupun cuma sekilas aku lihat raut wajahnya berubah dan seperti ada kilatan di matanya.
"istirahat lah kamu perlu istirahat,aku akan keluar dulu seperti nya ada yang mencari ku"ujar beni
melihat semua ini intan merasa janggal,tapi dia tahan rasa ingin tahu nya.
teringat kejadian yang mana dia bertemu kuntilanak sangat menakutkan.
dia akhirnya menurut apa kata beni dan membaringkan tubuhnya di atas kasur yang terbuat dari kapuk
intan berpura pura tidur,saat melihat beni keluar dari rumahnya, ketika pintu tertutup intan membuka mata nya dan bangun untuk mengikuti ke mana beni pergi.
ketika dia melihat rumah yang sama seperti yang di tinggali saat ini,intan mengendap endap mengintip apakah ada beni atau tidak.
tidak sulit untuk mengintip dari lubang lubang bilik tersebut karena rumah tersebut terbuat dari anyaman bambu.
intan membekap bibirnya saat terpampang pemandangan yang mengerikan menurutnya, bagaimana tidak dia melihat sepasang mahluk sedang bergumul tanpa sehelai benang pun.
dan yang lebih mengerikan mereka bukanlah manusia, yang perempuan seperti yang tadi dia temui alias kuntilanak,dan yang laki laki seperti manusia biasa,tidak..intan bisa memastikan itu adalah manusia.
"apa ini,apa yang terjadi , kenapa aku harus mengalami hal seperti ini"ucapnya sambil berlari.
dia tidak perduli kemanapun kakinya membawanya yang penting dia pergi dari situ.
"kiiiiikkkk...
"kiiiiik.....
"kiiiik...
terdengar suara ketawa dari atas pohon.
intan tidak perduli dia tetap berlari.
"hiiks...
"hiiiks...
"hiiiks...suara tangisan bersahut sahutan.
intan semakin kencang berlari sampai sebuah suara menghentikan langkahnya.
"intan"ucapnya lirih.
intan menoleh ke belakang dan....
degg....
intan terhenyak saat melihat tidak jauh dari nya sesosok tubuh tinggi besar bulu memenuhi badannya.sedang menatap nya dengan sendu.
"be...beni.."ucap intan terbata bata.
walaupun sekujur tubuhnya gemetar saking takutnya melihat sosok di depannya itu.tapi dengan melihat matanya dia tahu sosok ini yang telah menolong nya.
beni hanya menatap dengan pandangan sedih,intan jadi bingung harus bagaimana mana,tapi tidak mungkin juga dia tetap berada di tempat seperti ini.
"beni aku harus pulang, seandainya kau ingin bertemu dengan ku kau bisa menemui ku,kapan pun kau ingin kau pasti tahu di mana Tempak ku kan"ucap intan panjang lebar.
terlihat beni tersenyum yang seperti menyeringai.
"aku antar pulang, pejamkan matamu"perintah nya.
intan menuruti perkataan beni.
"bukalah mata mu,aku akan menemui mu lagi boleh kan"bisik nya.
intan membuka matanya dan dia terkejut karena sekarang dia sedang berada tepat di depan rumah nya.
sekilas dia melihat bayangan sosok beni sedang melambaikan tangannya.
intan membalas dengan senyuman.
the and..
#rumah hantu..