Pada suatu hari ada gadis kecil yang cantik berumur sekitar 7 tahun yang bernama Lilia. Seperti hari-hari biasanya, tetapi hari ini adalah yang sangat cukup melelahkan bagi gadis kecil lilia, seorang gadis yang berdiri di ambang pintu rumah dengan nafas terengah-engah karena bermain lari-larian bersama teman-temannya. "Tiba-tiba mama menghampiri lilia dan menasehati Lilia berapa kali mama bilang jangan lari-lari, sekarang capek kan ? " Mama lilia selalu memberi nasehat kepada Lilia dan hampir setiap hari Lilia selalu mengulangi kesalahan yang sama. "hehe iya Mah, "Lilia capek. Lilia janji deh Mah besok enggak akan Lilia ulangi lagi." Begitulah Lilia, setiap hari buat janji dan setiap hari pula Lilia mengingkari janji kepada mamanya. Ya sudah kalau begitu Mama Lilia dengan ekspresi datar, lalu Mama menyuruh Lilia untuk beristirahat dan tidur. "Ok Mama." Kemudian lilia berlari menuju kamarnya.
Lalu apa yang dilakukan Lilia di dalam kamarnya? Lilia tidak mematuhi ucapan mamanya, gadis kecil yang malah asik bermain sendirian di dalam kamarnya hingga ada suara anaeh menghentikannya saat sedang bermain . "Srek... srek... srek..." seperti ada suara benda yang sedang bergesekan sehingga menimbulkan suara yang sangat menyeramkan bagi gadis kecil itu. Lilia langsung berlali ke tempat tidurnya dan menutup dirinya dengan selimut. "Siapa itu? siapa disana, apa ada orang?" kata gadis kecil itu sambil mengintip dari balik selimutnya. "Oh ternyata hanya tikus." Lilia tidak sadar apa yang dilihatnya, seketika dia membelalakkan matanya, "Apa!! Tikus?, Adus tikusnya besar sekali, kenapa ada disini sih. . !! Mama. mama.. Lilia takut ada tikus dikamar Lilia.! Lilia merungkuk di tempat tidurnya sambil menangis dan memanggil-manggil mamanya. Lilia mencoba memejamkan matanya sambil menunggu ada tanda-tanda mamanya memasuki kamarnya, tapi mama gadis kecil itu tak kunjung datang juga.
"Sreek... sreek... sreek... brakk." Suara seram itu muncul lagi, tapi suara itu muncul dari pintu yang terbuka dan figura yang tiba-tiba jatuh sendiri. "Mama, apa itu yang datang ?" tanya gadis kecil itu, tapi masih dalam posisi tubuhnya dengan selimut. Lilia menyibak selimutnya pelan-pelan lalu tiba-tiba... "Aaa..., apa itu ? Eh jangan dekat-dekat." Sesuatu dengan tinggi, putih, dengan kain yang melayang-layang sangat menyeramkan bagi gadis kecil yang sedang ketakutan itu. Tiba-tiba kain putih itu jatuh meninggalkan sosok kecil yang mungil tertawa puas setelah mengerjai lilia. "Siapa itu ? kenapa ada yang tertawa tetapi tidak ada orangnya?" Lilia menoleh kesekitar ruang kamarnya dan mencari-cari suara itu di mana.
Tiba-tiba sesuatu mengenai hidungnya. "Aduh" kenapa hidungmu besar sekali sih ?" kata sosok kecil itu. "Eh siapa lagi itu ?" kata lilia kebingungan." Belum kelihatan ternyata, halo lilia yang cantik." kata sosok kecil itu sambil melambai-lambaikan tangan yang berusaha menyapa. Lilia mengedarkan pandangan dan menemukan peri kecil yang terbang tepat di depannya. "Eh siapa kamu ? apa kamu benar-benar peri kecil yang bisa terbang ? apa kamu mau menemaniku bermain ? Atau kamu peri pengabul semua keinginan ?" kata lilia melontarkan pertanyaan dengan sekali napas. "Eh tunggu-tunggu dulu, sebelumnya perkenalkan namaku Arrabela. Peri kecil, yang tercantik, terimut sedunia dan aku tidak mau bermain denganmu atau mengabulkan permintaanmu. Aku adalah peri kecil yang memberi hukuman kepada anak yang tidak mau mendengarkan perkataan orang tuanya." Kata si peri yang bernama Arrabela panjang lebar.
Lilia hanya mengangguk-angguk sambil mengingat-ingat kata terakhirnya, "Ohh, berarti kamu yang jadi hantu tadi ?" Lilia bertanya pada peri. "Benar sekali, itu juga karna ulahmu karena tidak mau mendengarkan apa kata mamamu, jika kamu tidak mendengarkannya lagi, hukumannya akan menjadi lebih parah." kata Arrabela sang peri kecil. "Eh iya maaf, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi," kata lilia sambil menundukkan mukanya. "Ok... baiklah kalo begitu aku pegang janji kamu, ini bunga aku berikan untukmu sebagai tanda permintaan maaf dariku karena tadi sudah mengerjaimu," kata Arrabela sambil melambai-lambaikan tangannya. Lalu hari semakin larut malam lilia beranjak tidur sambil ditemani Arrabela sang peri kecil.
Keesokan harinya Lilia bangun dari tidurnya, gadis kecil itu beranjak dari tempat tidur untuk segera mandi dan sarapan pagi seperti biasa bersama mama dan papanya. setelah selesai mandi lilia berpakaian dan turun ke bawah menuju ruang makan, kali ini lilia berkalan tidak berlari karena lilia masih ingat janjinya kepada Arrabela semalam. Sesampainya di ruang makan lilia meminta maaf kepada mamanya dan berjanji tidak akan mengulangi kenakalannya sekarang karena, takut bertemu dengan tikus dan hantu yang menyeramkan itu lagi. Namun, Lilia masih memikirkan apakah yang dilihatnya semalam benar-benar peri atau hanya mimpiku saja.