Seorang pria berjalan terhuyung-huyung, salju yang sudah turun selama tiga hari menyebabkan udara dingin yang ekstrim. Dia berjalan terus mencari kehangatan, menyusuri jalan raya, setiap lorong, dan jembatan.
Hingga kakinya tak sanggup lagi berjalan, di hadapan sebuah rumah besar yang nampak gelap ia tersungkur hampir kehilangan kesadaran.
Antara sadar dan tidak dilihatnya secercah cahaya dari sebrang jalan, tanpa pikir panjang ia segera berlari mendekati cahaya itu. Dan ditemukannya seorang pria bertopi dan berjaket tebal sedang duduk di depan perapian.
Ia segera mendekati api untuk menghangatkan diri, setelah beberapa menit kesadarannya kembali pulih dengan tubuh yang lebih hangat.
" Sungguh menyedihkan, kita harus duduk mengahadapi sampah yang sengaja di bakar demi menghangatkan diri. Sedang di sana orang-orang tengah menikmati cokelat panas dan tidur di bawah selimut " ujar pria itu yang sedari tadi diam.
" Kau benar, namaku Sam aku adalah gelandangan baru di sini. Padahal awalnya aku adalah kepala keluarga yang bahagia " jawab Sam meratapi nasibnya.
" Apa yang terjadi padamu kawan? "
" Awalnya aku bekerja di sebuah restoran, gajiku cukup besar hingga mampu memanjakan anak dan istriku. Tapi suatu hari restoran tempat ku bekerja bangkrut saat seorang pengunjung menemukan kecoa di makanannya. Sejak hari itu restoran menjadi sepi hingga akhirnya bangkrut.
Aku mencoba mencari pekerjaan tapi tak pernah berhasil, setiap hari kebutuhan keluarga yang harus di penuhi membuatku berhutang. Namun aku tak mampu membayarnya yang menyebabkan rumah dan semua yang ku miliki di sita, istriku pun meminta cerai dan akhirnya kami berpisah sedang anak kami ikut dengannya. Di sinilah aku sekarang "
" Dunia memang kejam kawan "
" Ya, kau sendiri. Bagaimana dengan ceritamu kawan? " tanya Sam yang penasaran karena pria itu terus menunduk dan tak pernah menunjukkan wajahnya.
Khekhekhe
" Ceritaku.... lebih mengenaskan " jawabnya dengan suara yang tiba-tiba berubah serak.
" Kau lihat rumah itu? " tanya pria itu menunjuk rumah besar di sebarang jalan.
" Ya... apa itu bekas rumahmu? " tanya Sam menerka.
" Bukan! aku adalah penjaga di rumah itu "
" Lalu apa yang terjadi? "
" Cerita ini di mulai pada hari minggu di akhir bulan Mei tahun lalu.....
Keluarga O'Connor adalah pemilik rumah besar itu, tuan Robet O'Connor memiliki istri yang sangat cantik bernama Jessica dan dua orang putera bernama Max dan Jeff.
Mereka adalah keluarga kaya yang bahagia, sampai suatu hari Jeff yang baru berusia lima tahun jatuh dari ayunan yang menyebabkan kakinya keseleo. Sejak hari itu aku di tugaskan untuk menjaga kedua putra Tuan Robet yang masih kecil.
Semua berjalan seperti sediakala, namun keharmonisan rumah tangga tuan dan nyonya retak saat nyonya Jessica di ketahui berselingkuh dengan adik tuan Robet sendiri yaitu Michelle.
Mereka bertengkar setiap hari hingga pada satu malam tuan Robet menyaksikan sendiri istrinya tidur bersama adiknya di dalam kamar mereka.
Tuan Robet yang kesal menembak nyonya tepat di kepalanya dan dia pun mati di tempat. Namun Michelle berhasil kabur dan masuk ke dalam kamar tuan muda Max dan Jeff.
Demi keselamatannya dia menjadikan kedua anak itu tameng, tentu saja tuan Robet tidak berani bergerak. Dalam beberapa menit mereka saling beradu mulut, Michelle yang kesal karena hidup kakaknya lebih senang darinya mencekik Max dan melemparkannya.
Menyebabkan Max mati karena benturan di kepalanya, tuan Robet yang melihat hal itu murka dan menembak Michelle namun sayang pelurunya malah mengenai Jeff kecil yang akhirnya dia pun mati.
Tuan Robet yang frustasi menembak secara membabi buta menewaskan Michelle juga yang tak sempat menghindar, setelah semua orang yang dia sayangi pergi tuan Robet berencana untuk bunuh diri tapi beruntung masih bisa aku selamatkan "
" Mengerikan, aku tak menyangka Jessica mampu melakukan hal itu padahal ia memiliki keluarga dan suami yang sempurna " komentar Sam.
" Sudah ku bilang kawan, hidup itu kejam "
" Lalu apa yang terjadi setelah itu? kau belum memberitahu alasanmu hingga bisa berakhir seperti ini " tanya Sam yang masih penasaran.
" Bukankah sudah ku katakan, aku menyelamatkan nyawa tuan Robet "
Aaaaaaarrrhhhhh
"Tolong...... tolong..... "
Bak seperti orang gila, Sam berlari pontang panting.
Khi khi khi khi
* * *
" Kau sudah mengecek kamar itu? " tanya seorang perawat kepada temannya.
" Ya aku sudah memeriksa pasiennya "
" Bagaimana keadaannya? "
" Masih sama "
" Hhhhhh, dia sudah koma selama setahun tidak ada perkembangan sama sekali " ujarnya lelah.
" Ku dengar dia jatuh dari lantai atas ya! "
" Ya, dari cerita yang ku dengar dia mencoba bunuh diri. Namun berkat pengawalnya dia berhasil selamat "
" Lalu apa yang terjadi dengan pengawalnya? "
" Saat dia meloncat pengawalnya ikut meloncat juga sebelum mereka jatuh si pengawal sengaja membuat tubuhnya berada di posisi bawah sambil memeluk erat dia. Alhasil tubuh pengawal itu mengalami patah tulang, kepalanya hancur memperlihatkan otak dan darah dimana-mana. Sedangkan dia sendiri koma hingga saat ini "
* * *
Whuuuusssss
Bbrrrrrrrr
khi khi khi khi
" Aku akan tetap menjaga rumah ini sebagaimana tugas ku "