Lily berkali kali menutup matanya dan berharap akan tertidur,namun berkali kali juga dia gagal.
"akh apa yang harus ku lakukan biar bisa tidur?bagaimana jika besok saat berangkat aku mengantuk?".
Lily sangat tidak sabaran menunggu hari esok tiba.Dimana dia dan semua teman sekelasnya berencana camping di Black Forest(sebuah hutan lebat ,tempat favorit para killer biasa melakukan aksinya).
Lily hanya terbaring di ranjangnya sambil menatap jam🕑 yang menunjukan pukul 02.00.
"akh mengapa aku belum bisa tidur sih?"Lily menjadi kesal pada dirinya sendiri.
Drtttt
*sebuah notifikasi chat masuk di hpnya*
Lily dengan malas mengambil hpnya dan melihat pengirimnya....,Randi❤.
Matanya seketika melebar "Randi?mengapa dia ngechat larut gini?".
Lily tanpa menunggu lama,lalu membuka isi chatan itu.Senyumnya melebar saat membaca isi chatnya ("hei sayang,kamu belum tidur juga,tidur gih nanti besok matanya panda loh🙄😁").
Lily senang karena akhirnya orang yang sudah lama disukai secara diam diam kini menjadi kekasihnya.
Singkat cerita,Lily segera membalas chatnya dan tanpa sadar terlelap karena terlalu bahagia.
Pagi harinya,Lily dengan cepat bersiap siap karena jam menunjukan pukul 06.30,dan juga bus yang menjemputnya akan datang pukul 07.00 sebentar lagi.
Sesudah bersiap,Lily segera membawa barang barangnya dan menunggu didepan rumahnya tanpa sempat sarapan.
3 menit kemudian busnya datang,dan dia beserta lainnya pun berangkat.
Selama sejam perjalanan,mereka hanya bisa memandangi banyak pepohonan dan melewati sebuah jempatan rapuh,hingga sampailah mereka di sebuah tempat yang cocok untuk mendirikan tenda.
Para laki laki bertugas mendirikannya sementara yang perempuan akan mengecek dan merapikan segala peralatan.
Malam pun tiba,suasana angker bersamaan dengan sahutan para burung hantu mulai muncul.
Para peserta camping termasuk Lily yang awalnya bernyali besar seketika menciut.
Bagaimanapun,alasan mereka memilih tempat ini adalah untuk menguji nyali.
Mereka semua memutuskan agar rencana untuk berjelajah dihutan dibatalkan,dan menggantinya dengan bakar bakar.
Semuanya telah bersiap dan melakukan tugas mereka,tak terkecuali Lily.Dirinya bertugas untuk mengambil air di sebuah sungai dekat situ beserta kedua temannya pun berangkat.
Suasana yang mencekam,membuat dia beserta kedua temannya Viane dan Bunga memutuskan jalan berdekatan agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.
Sampailah mereka di sungai itu,dengan cepat mereka mengambil air dan membawanya balik.
Saat berjalan pulang,Lily melamun karena memikirkan chatan Randi semalam.
Tanpa sadar,dia sudah berjalan jauh dan semakin jauh dari posisi kedua temannya.
Lily terkejut saat tersadar sudah tak ada siapapun disekitarnya"Oh tidak!!ini aku dimana?dimana Viane dan Bunga?"
Lily panik sesaat namun dengan cepat disingkarkan ketakutannya dan mulai berjalan berharap menemukan tempat camp.
Sepanjang jalan,suara burung hantu semakin keras dan bergantian seolah para burung sedang membicarakan dirinya
Lily lalu berjalan semakin cepat dan menemukan sebuah rumah reot dari gaba.Karena penasaran,dimasukinya rumah tersebut dan alangkah terkejutnya dia melihat belasan mayat yang sudah membusuk.
Dia pun dengan cepat keluar karena ketakutan.Semua bulu badannya merinding mengingat hal itu,namun dia tahu kalau dia harus melanjutkan perjalanannya, karena bisa saja ada seorang pembunuh disekitar situ.
Lily berjalan semakin cepat namun tetap berhati hati agar langkahnya tak terdengar.Sampai didengarnya sebuah teriakan dari depan.
Dengan segera,dia bersembunyi dibalik semak semak yang lumayan lebat,dan mengintip sedikit sedikit.
Dia lagi lagi terkejut saat melihat seorang wanita asing yang kesakitan digorok lehernya oleh seorang tak dikenal.
Wanita itu menjerit dan berintih kesakitan dengan keras hingga 'seorang' itu menusuk bagian perutnya berkali kali sehingga dia mati.
Darah yang keluar banyak membuat Lily ingin muntah namun dengan kuat ditahannya.
Sebelum mati,wanita itu sempat menyadari keberadaan Lily dan seolah mengisyaratkan agar menjauh dari situ.
Lily makin terkejut saat mayat wanita yang tanpa busana itu diseret menuju rumah reot tadi.Dia seketika bersyukur,kalau saja dia memilih tinggal lebih lama,pasti dia akan menjadi korban selanjutnya.
Saat situasi yang dianggapnya cukup aman,Lily segera berjalan menjauh tempat itu namun masih kepikiran hal tadi.
Lily dengan tubuh yang sedikit gemetar itu mengambil arah menurut instingnya.
Keberuntungan pun datang padanya saat akhirnya dia melihat jalan raya,kegembiraan hatinya tak lantas akan bersorak karena takut pembunuh itu.Dia pun memilih untuk tidur di balik semak semak dengan jalan itu sambil menunggu pagi.
Pagi pun tiba,semua teman teman Lily memutuskan untuk pulang dan melaporkan hilangnya Lily pada pihak berwajib.
Saat melewati jalan raya itu,seorang teman lily,Mulia melihat sesuatu dibalik semak semak.Dan meminta mereka untuk menyetopkan bus.
Beberapa siswa beserta pak supir turun dan berniat mengecek.Alangkah terkejutnya mereka melihat Lily yang tidur tertelungkup dengan pakaiannya yang sudah basah akibat keringatnya semalam ditambah embun pagi.
Tanpa menunggu lama,mereka lalu membawa Lily kerumah sakit untuk mendapat perawatan.
Petugas polisi pun datang mewawancarainya guna mencaritahu bagaimana dia bisa keluar dari hutan itu.
Lily lalu menceritakan semuannya termasuk pembunuhan dan rumah itu.
Polisi pun pergi dan mengecek rumah yang dimaksud,lalu mengamankan pembunuh itu beserta belasan mayat.
Lily pun melanjutkan hidupnya dengan 3 tahun pertama konseling dengan psikolog,akibat trauma yang dideritanya.
Dan kini dia sudah hidup bahagia bersama suami impiannya,Randi.
~The End~
Note:Jangan lupa like and comment yah gesss,thank you