" Aaaagggggghhhhhhh...."
Teriakan itu terdengar histeris...Paijo langsung menutup mulut korban dengan kain, dengan cara menyumpalnya.
" Mmmmmm........." kini sang korban tak kan mampu lagi mengeluarkan teriakannya, hanya mampu mengeluarkan air mata sebanyak mungkin. Menangis karena kesakitan.
" Hahahahahhaah.......hahahhahahaha....." Paijo tertawa puas, dengan hasil penyiksaannya. Tubuh sang korban penuh dengan darah, dan kini hanya terbaring kaku menunggu sang malaikat menjemputnya.
Paijo segera memasukkan organ yang baru di ambil dari perut sang korban, ke dalam kotak ,lalu di bungkus dengan kain tebal. Ini adalah pesanan yang di dapatnya 3 hari yang lalu. Pesanan organ dari sebuah rumah sakit di luar negeri. Dan pagi ini juga pesanan itu harus segera tiba di sana.
Tetapi tiba tiba ,rasa penyesalan dan sedih, datang menguasai hati nurani saat Paijo sedang dalam perjalanan, sambil menyetir mobil. Di dalam mobil itu, seolah dia dihakimi dengan rasa sangat bersalah, berdosa dan kekejiannya.
Yah....dia ( sang korban) adalah orang yang sangat dia cintai, sangat patuh dan penurut ,bahkan dia adalah kunci dari kejahatan yang selama ini di lakukannya.
Gubug itu..gubug itu adalah miliknya, milik sang istri, dan gubug itu adalah tempat dimana dia dengan kejam menyiksa sang korban, membunuh ,hingga memutilasi korban, lalu di ambil salah satu organnya.
Seharusnya Paijo di hukum, tapi berkat sang istri , dia selamat dari jeratan hukum.
Tiga hari yang lalu...Paijo kesulitan menemukan korban ,padahal Paijo sudah menyanggupi dan menerima uang dari pihak rumah sakit tak biadab itu ,untuk segera mengirim organ yang di butuhkan.
Paijo gelap pikir, hingga memutuskan menjadikan orang terkasihnya untuk menggantikan korbannya.
Paijo berhenti di tengah jalan, dia tidak sanggup melajukan mobilnya lagi ,untuk melanjutkan perjalanan. Dengan tangan gemetar Paijo meraih kotak itu ,dan setelah itu dia mengambil pistolnya yang dia simpan di bawah jog mobilnya , dan
" Dooorrrrrr..." paijo menembak kepalanya sendiri. Pria itu langsung tewas di dalam mobil. Tapi saat menjelang ajalnya, Paijo tersenyum ,seolah dia bahagia dengan keputusannya mengakhiri nyawanya sendiri.
selesai...