Saat aku lulus sekolah menengah pertama, orang tua ku pindah tugas ke luar kota. Tentunya aku juga harus ikut dengan mereka. Mereka mendaftarkan ku ke salah satu sekolah menengah atas, yang katanya lumayan populer di daerah itu. Aku tipe anak yang biasa-biasa saja, hanya gadis yang sulit berteman dengan siapa pun
Hari pertama ku di SMA biasa-biasa saja. Aku memutuskan untuk berkeliling sebentar. Sekolah itu lumayan besar dan luas, sekolah itu memiliki 3 lantai. Lantai 1 untuk anak kelas 1, lantai 2 untuk anak kelas 2, dan lantai 3 untuk anak kelas 3, setauku hanya ada 3 lantai saja di sana. Hari pertama aku bersekolah disana, aku melihat gadis yang menarik perhatian ku. Saat berbaris, dia tersenyum manis padaku, tentunya aku juga membalas senyumannya. Saat ku tau kami satu kelas, aku merasa lega karena untuk pertama kalinya aku memiliki teman. Aku melihat nya, duduk di pojokan kelas sambil melihat keluar jendela, aku duduk di depan, jauh dengannya. Saat istirahat, aku berfikir apa aku harus menyapanya? Lalu ada gadis yang datang dan menyapa ku
"Hai, salam kenal" sapanya dengan lembut..
"Hai.. " balas ku dengan lembut juga..
"Namaku Anna Isabella, kau bisa memanggilku Anna.. " dia memperkenalkan dirinya..
"Aku Agnes Amelia, salam kenal juga.. " aku membalas nya..
Lalu Anna mengajak ku untuk berjalan-jalan, dia menjadi teman pertama ku di sekolah itu. Aku berfikir mungkin lain kali saja aku memperkenalkan diriku pada gadis yang diam di pojokan itu. Aku mengobrol banyak hal dengan Anna, mulai dari hal-hal kecil yang biasa di bicara kan dengan teman. Lalu aku mulai bertanya pada Anna
"Anna, apa kau tau nama gadis yang duduk di pojokan kelas tadi?" tanya ku padanya. Anna terlihat kebingungan, ekspresi nya seperti tidak melihat gadis itu..
"Memangnya ada gadis yang duduk di pojokan kelas? Rasanya tidak ada.. " kata Anna. Mendengarnya bicara begitu tentunya aku merasa agak terkejut. Tapi aku tetap berfikiran positif, aku berfikir mungkin kebetulan saja Anna tidak melihatnya.
Aku memang tidak begitu mengenal sekolah itu dengan jelas, seperti yang ku bilang sebelumnya, aku biasanya bersikap biasa-biasa saja. Sudah 3 bulan aku di sekolah itu, selama itu aku sama sekali belum pernah bicara dengan nya. Suatu hari aku berpapasan dengannya, dia kembali tersenyum manis padaku, tentunya aku juga membalasnya. Awalnya aku memutuskan untuk ke perpustakaan, tapi karena perpustakaan untuk kelas 1 di lantai 1 masih di perbaiki kami diminta untuk naik ke lantai 2 untuk meminjam buku. Saat aku ingin memencet tombol lift untuk ke lantai 2, gadis itu mendahului ku dan memencet tombol turun
Aku tidak masalah dia mendahului ku memencet tombol lift, tapi yang membuatku masalah adalah kenapa dia mencet tombol turun? Bukankah kami sudah berada di lantai 1? Apa ada lantai lain? Lalu pintu lift terbuka, yang ku lihat di depan ku hanya lorong kosong, sepi, hening, dan gelap. Aku baru tau ada lantai seperti ini
"Permisi! Siapa namamu?" aku memanggilnya, aku ingin mendengar penjelasan darinya..
"Aku Anastasya Corleone.. " jawabnya..
"Kenapa kau kemari? Lantai apa ini?" tanya ku lagi..
"Ada seseorang yang sedang menungguku, kau kembali saja, ini bukan tempat untuk mu" katanya sembari tersenyum padaku. Lalu tiba-tiba pintu lift tertutup sendiri!
"Tunggu! Anastasya! Tunggu!!" aku berteriak! Lalu tiba-tiba aku terbangun! Apa itu hanya mimpi? Tidak mungkin itu hanya mimpi kan? Aku berkeringat dingin, pikiranku mulai kacau..
Aku berangkat ke sekolah, dan aku melihat gadis itu di atap sekolah sedang berdiri. Aku memutuskan untuk menemuinya untuk menanyakan sesuatu, saat bermimpi apa benar namanya Anastasya? Sesampainya di atap aku memanggilnya dengan namanya
"Maaf, permisi.. Anastasya?" panggil ku dengan nada ragu..
"Iya? Kau memanggilku?" dia membalasku dengan senyuman lagi..
"Dia, sudah mati.." dia berkata begitu sambil menunduk..
Aku memutuskan untuk melihat apa yang Anastasya lihat. Aku terkejut! Melihat yang ku lihat saat itu adalah salah satu murid di sekolah ini.. Dia sudah mati, dia sudah mati! Aku ketakutan, aku merasa ingin muntah, aku tidak kuat melihat mayat nya yang berlumuran darah..
"Kau, Agnes kan?" dia bertanya..
"Iya, aku Agnes.. Bagaimana kau tau namaku?" tanya ku..
"Bukankah kita sekelas?" dia membalas ucapanku..
"Agnes, sekolah ini tidak cocok untuk mu.. Sebaiknya pilihlah sekolah yang lebih cocok" dia membisik padaku.
Saat aku menoleh dia sudah tidak ada, lalu setelah ku lihat lagi mayat siswa itu juga tiba-tiba menghilang! Lalu aku kembali terbangun dengan keringat dingin! Kali ini di perpustakaan di lantai 2.. Bukankah, sebelumnya aku pernah bermimpi akan datang kemari? Aku menuruni lift, aku berfikir kembali. Apa benar ada lantai lain di tempat ini? Akhirnya aku memencet tombol turun dan menuju lantai terbawah. Saat pintu terbuka, aku melihatnya, lantai yang kosong, hening, sepi, dan gelap. Dan kali ini aku melihat hal lainnya, di lantai itu terpampang tulisan "𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙇𝙖𝙣𝙩𝙖𝙞 𝘿". Lantai " 𝘿"? Apa maksudnya? Aku memberanikan diri untuk keluar lift dan mencoba menyelidiki lantai itu. Disana aku menemukan poster yang bertuliskan kejadian pembunuhan dan pembantaian. Betapa terkejut nya aku, melihat lokasi yang tercantum disana adalah tempat aku bersekolah saat ini! Aku gemetar ketakutan, mulai berkeringat, dan tiba-tiba aku mendengar suara! Aku kaget! Aku mendengar suara di sebuah ruangan dan terkunci dengan rapat. Pintu itu di gedor sangat keras, seolah-olah ada orang yang berusaha keluar dari dalam! Siapa yang menggedor gedor pintu dari dalam?! Lalu aku mendengar ada suara orang yang meminta tolong, aku mulai panik! Semakin lama pintu itu semakin digedor dengan keras! Tiba-tiba saja!
"Agnes?" aku kaget! Dan setelah aku berbalik, ternyata itu adalah Anastasya. "Apa yang kau lakukan disini?" Anastasya bertanya padaku..
"Maafkan aku, aku hanya penasaran saja" aku membalasnya dengan perasaan kacau..
"Ikut dengan ku.. " Anastasya menarik tanganku dan mengajak ku ke suatu ruangan..
"Agnes, aku tidak yakin kau bisa kuat melihat ini semua.. Tapi, setelah melihat ini, apa kau masih ingin bersekolah disini?" Aku kaget dan pikiran ku semakin kacau mendengar ucapan Anastasya..
Lalu, apa yang ku lihat saat itu adalah, pembantaian dan pembunuhan yang di lakukan oleh guru-guru disana. Aku juga melihat mayat siswa yang terjatuh dari atap waktu itu, salah satu guru mendorongnya! Lalu pintu yang digedor dengan keras itu, adalah pasangan siswa-siswi yang dikurung karena berpacaran. Aku juga melihat masa lalu Anastasya, dia dibunuh oleh salah satu guru disana karena masuk ke lantai paling bawah!
Sekarang aku baru mengingatnya, di setiap lantai juga terpampang huruf. Lantai 3 huruf A, lantai 2 huruf B, lantai 3 huruf C, dan yang terakhir lantai 4 huruf D. Lantai dengan huruf "D" bukan sembarang lantai, huruf "D" yang dimaksud disini adalah inisial dari kata "𝘿𝙚𝙖𝙩𝙝" yang berarti "𝙆𝙚𝙢𝙖𝙩𝙞𝙖𝙣"! Lantai paling bawah ini lah yang sering digunakan sebagai pembantaian atau pembunuhan bagi para siswa yang memiliki nilai terendah, nakal, tidak menurut, atau bahkan tidak sengaja/sengaja memasuki lantai paling bawah. Aku kembali terbangun, dan aku melihat aku berada di kamar ku. Saat itu aku sudah terlambat untuk pergi ke sekolah, aku bergegas, tapi aku baru ingat satu hal. Aku langsung memberitahu Orang tua ku tentang hal ini agar mereka mengirim polisi untuk menyelidiki nya. Sesampainya di sekolah, benar saja kalau lantai bawa itu memang ada
"Agnes!" aku mendengar suara Anastasya, lalu aku menoleh ke arah atap sekolah. Aku melihat semua murid yang dibunuh oleh guru-guru disana. Mereka seperti berkata, Terimakasih Agnes..
Alasan utama guru-guru disana melakukan pembantaian dan pembunuhan terhadap muridnya sendiri adalah.. Karena mereka menggunakan ajaran sesat untuk membuat sekolah mereka menjadi populer, dengan syarat mereka harus memberikan tumbal murid-murid yang nilainya paling rendah, nakal, juga murid yang mengetahui rahasia mereka. Karena hal itulah, mereka membuat lantai khusus untuk membantai dan membunuh siswa..
Sekarang sekolah itu sudah di tutup dan dirobohkan. Aku juga tidak pernah bertemu atau pun memimpikan Anastasya lagi. Sekarang aku sudah kelas 2 SMA, aku pulang melewati sekolah itu dan melihat Anastasya. Aku memutuskan untuk berhenti dan menemuinya..
"Anastasya!" panggil ku dengan nada tergesa-gesa..
"Agnes, terimakasih. Berkat dirimu kami bisa tenang disini, terimakasih Agnes.. " dia berterimakasih dengan nada seperti seseorang yang menangis bahagia..
Roh Anastasya sering muncul di hari-hari tertentu hanya untuk mengenang kembali tempat itu. Meskipun sebenarnya itu tidak terlalu penting untuknya. Ternyata jauh sebelum diriku, Anastasya sudah pernah memperingati 2 siswa lain yang pernah masuk ke sekolah itu. Tapi, mereka berdua ketahuan menyelinap masuk ke lantai paling bawah, dan terbunuh. Aku berharap, tidak ada satu pun orang yang mengalami hal yang sama lagi.
"Semoga kalian tenang disana.. Anastasya, dan murid-murid yang lainnya, beristirahat lah dengan tenang"
•••••••••••••••••••••••••••••𝙏𝘼𝙈𝘼𝙏••••••••••••••••••••••••••••